Home / Male Adult / Pesona Pria Plus-plus / Bab²⁴—Ketemuan~

Share

Bab²⁴—Ketemuan~

Author: Na_Vya
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-28 23:30:49

"Mami!"

Bagas dan Maudy seketika terlonjak kaget, dan mereka menoleh serentak ke arah pintu.

"Rachel!"

Keduanya buru-buru membenarkan posisi. Maudy beranjak dari pangkuan Bagas, lalu buru-buru membenahi blouse serta kain span yang naik. Sedangkan Bagas sontak berdiri, berbalik dan membenahi resleting celana yang sempat dibuka oleh Maudy.

Sial banget gak, sih? Mau ena-ena malah dipergoki sama Rachel.


Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁶⁷—Sebuah kemungkinan~

    Malam semakin larut..Jam dinding di ruang keluarga menunjukkan hampir pukul sembilan malam.Vanila baru saja selesai mencuci piring-piring bekas makan malam.Sementara Bagas mengelap meja makan yang sejak tadi dipenuhi remah cheesecake dan bungkus kado."Akhirnya selesai juga," gumam Bagas sambil membuang lap ke atas meja.Vanila terkekeh pelan. "Aku kira tadi rumah ini mau dibongkar sama Sandi."Bagas ikut tertawa. "Firman mah fokusnya makan. Kalo Bang Sandi fokusnya bikin ribut."Vanila mengangguk setuju. "Itu dua orang memang gak bisa dipisahin."Bagas menyandarkan tubuhnya sebentar ke meja dapur.Rumah kembali tenang.Hanya terdengar suara air dari keran yang belum benar-benar tertutup rapat.Vanila melirik ke kamar yang bersebelahan dengan kamarnya. Kamar yang dulu sering Bagas tempati ketika pria itu datang. "Rachel masuk kamar. Katanya mau mandi."Bagas mengangguk pelan. "Hari ini dia capek."Vanila tersenyum tipis. "Tapi dia bahagia."Bagas ikut menoleh ke arah kamar tersebut

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁶⁶—Kembali hidup~

    Suasana rumah perlahan kembali tenang setelah gelak tawa memenuhi ruang makan.Firman yang sejak tadi menjadi bahan ledekan hanya bisa menggaruk tengkuk sambil nyengir."Yang penting kepake," ucapnya membela diri.Sandi langsung menepuk bahunya pelan. "Iya. Lo emang paling visioner."Semua kembali tertawa.Rachel mengusap sudut matanya. Entah karena terlalu banyak tertawa atau terlalu banyak menangis hari itu.Namun satu hal yang dia sadari...Sudah lama sekali dia tidak merasakan rumah seramai ini.Begitu hangat.Begitu hidup.Marco melirik Bagas sekilas. Dia menyadari pria itu sejak tadi hanya berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.Tatapannya sesekali tertuju kepada Rachel. Seolah sedang menunggu waktu yang tepat.Marco tersenyum tipis. Lalu sengaja menyenggol pelan lengan Bagas. "Gas."Bagas menoleh. "Hm?""Katanya masih ada satu hadiah."Bagas terdiam beberapa detik.Sandi yang mendengar itu langsung menoleh. "Hah? Masih ada?"Firman ikut mendekat. "Wah... Be

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁶⁵—Hari spesial untuk Rachel~

    Rachel membuka pintu rumah perlahan. Sementara Marco, Sandi, dan Firman mengikutinya dari belakang.Begitu satu langkah memasuki ruang tamu, lampu yang semula redup mendadak menyala lebih terang.Pandangan Rachel langsung tertuju ke meja makan. Di sana Vanila berdiri sambil membawa strawberry cheesecake yang dihiasi lilin angka dua puluh. Nyala api kecil itu bergoyang pelan diterpa embusan pendingin ruangan.Di belakang Vanila tergantung beberapa balon putih dan merah muda. Sederhana..Namun cukup membuat suasana rumah terasa hangat.Vanila tersenyum lembut dan menyeru, "Selamat ulang tahun, Rachel."Langkah Rachel langsung terhenti. Matanya membulat. Tatapannya bergantian memandang Vanila, kue ulang tahun, lalu Bagas yang berdiri tak jauh darinya."Kalian..." gumamnya lirih. "... ini semua..."Bagas menyeru, "Surprise!"Hanya satu kata. Namun cukup membuat pertahanan Rachel runtuh. Kedua tangannya perlahan menutup mulut. Air mata yang sejak tadi ditahannya kembali mengalir."Bukannya

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁶⁴—Kejutan#3

    Begitu keluar dari toko perlengkapan bayi, Rachel masih beberapa kali menoleh ke belakang. Tatapannya seolah belum rela meninggalkan deretan pakaian mungil yang tadi sempat mereka lihat. Bagas yang berjalan di sampingnya tersenyum dan bertanya, "Kepikiran?" Rachel mengangguk kecil. "Iya." Bagas melirik sekilas ke arah Rachel. "Pengen beli?" Rachel langsung menggeleng cepat. "Enggak." "Kenapa?" Rachel mengusap pelan perutnya. "Masih lama, Mas. Baru empat bulan. Lagian... " Dia tersenyum malu. "...jenis kelaminnya aja belum pasti." Bagas mengangguk setuju."Iya juga." Mereka lantas kembali berjalan menyusuri lorong pusat perbelanjaan. Suasana sore itu mulai semakin ramai. Beberapa toko sudah menyalakan lampu-lampu etalase. Musik instrumental terdengar mengalun pelan dari pengeras suara. Rachel tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan sebuah toko aksesoris. "Mas." "Hm?" Lihat deh." Bagas menoleh. Di balik kaca etalase tampak deretan gantungan kunci berbentuk berbagai macam

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁶³—Kejutan#2

    Mobil Bagas akhirnya berhenti di pelataran sebuah pusat perbelanjaan. Begitu mesin dimatikan, Rachel langsung menoleh heran."Mas...""Hm?""Kita gak salah belok?" Bagas membuka sabuk pengamannya.."Enggak. "Katanya mau makan.""Iya."Rachel kembali melihat bangunan besar di depannya. "Terus kenapa ke sini?"Bagas hanya tersenyum kecil. "Ikut aja. Ayo."Rachel mengembuskan napas pelan. "Bikin penasaran aja."Bagas terkekeh pelan. "Sabar. Sekali-kali boleh 'kan?"Rachel akhirnya mengangguk pasrah. "Yaudah."---Begitu memasuki pusat perbelanjaan, hawa sejuk dari pendingin ruangan langsung menyambut mereka.Suasana siang itu cukup ramai. Beberapa keluarga tampak berjalan santai. Anak-anak kecil berlarian sambil menggenggam balon. Sesekali terdengar suara tawa memenuhi lorong. Rachel tanpa sadar memperhatikan sepasang suami istri yang sedang mendorong stroller bayi. Dia ersenyum kecil lalu refleks mengusap perutnya.Bagas yang melihat itu ikut tersenyum. "Ada apa?" Rachel menggeleng.

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁶²—Kejutan#1

    Bagas masih menatap lembar hasil USG yang berada di tangannya. Sudah hampir lima menit sejak mereka keluar dari ruang praktik dr. Yoshi.Namun, tatapannya tak juga beralih dari foto hitam putih berukuran kecil itu.Sesekali dia tersenyum sendiri, lalu menggeleng pelan. Kemudian kembali melihatnya lagi.Rachel yang berjalan di sampingnya hanya bisa menahan tawa. "Mas ….""Hm?""Itu fotonya nanti juga dibawa pulang.""Iya.""Terus kenapa dilihatin terus?"Bagas tersenyum kecil. "Soalnya lucu."Rachel mengangkat sebelah alis. "Lucu?""Iya. Padahal masih kecil begini." Bagas menunjuk gambar di foto itu. "Ini hidungnya."Rachel langsung melongok. "Yang mana?""Nah... ini."Rachel menyipitkan mata. "Mas, itu kayaknya tangan."Bagas terdiam beberapa detik. "Hah?"Rachel tak lagi mampu menahan tawanya. "Kmu juga sebenernya gak tau, kan?"Bagas langsung ikut tertawa. "Sedikit.""Sedikit apanya?""Sedikit bingung."Rachel menggeleng geli. "Papa baru.""Iya." Bagas mengakui tanpa malu. "Belajar.

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁶⁰—Sudah bisa diajak bicara~

    Orang itu memarkir mobilnya beberapa meter dari mobil Bagas. Lantas, langsung turun dan membuntuti Bagas masuk dengan jarak yang tentunya aman. Sementara Bagas yang tidak sadar jika sedang diikuti, terus berjalan melewati lorong demi lorong tanpa merasa curiga sedikit pun. Langkahnya agak cepat

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁸—Rumah Maudy~

    Dapat mangsa baru, temen sendiri langsung dilupakan. "Mana katanya yang tadi lagi gak mood pergi? Buktinya, dideketin mangsa baru langsung kecantol." Bagas berdecak melihat kelakuan Nathan, yang sudah terlihat akrab dengan Tante Karin. Temannya itu bahkan sepertinya sudah lupa dengan permasalaha

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁷—Pernikahan~

    Bagas pikir jika Maudy tidak akan merealisasikan pernikahan siri dengannya secepat ini. Dan dengan segala perencanaan yang menurutnya sangat matang. Semua serba diatur oleh perempuan itu. Mulai dari tempat, penghulu dan para saksi. Oh, jangan lupa mas kawin yang berupa cincin berlian, yang past

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹—Masuk Perangkap🔞

    "Lingga …." Desahan bernada putus asa itu lolos dari bibir wanita cantik, yang saat ini sedang berada di dalam kendali berondong bayarannya. "tante udah gak tahan." Wanita bernama Maudy itu melenguh, menahan sesuatu yang sedari tadi dia tahan.Jari-jari milik Maudy, yang dihias kuku-kuku akrilik be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status