Compartilhar

Bab 6

Autor: Zuinal 'Aini
last update Data de publicação: 2026-07-19 17:22:05

(Sehari sebelum Ella tanda tangan kontrak)

"Halo, Kak Joy! Apa kabar?" sapa Ella kepada seseorang di sambungan telepon.

"Halo, Ell! Kabar baik dong. Ada apa nih? Tumben banget nelpon?" tanya Joy.

"Aku ada berita hangat yang harus diupload besok sore. Kakak bisa, kan?" jawab Ella, memberikan tawaran kepada penulis platform gosip terkenal di sosial media.

"Waw! Bisa banget dong! Beritanya tentang apa nih?" tanya Joy semangat.

"Tentang kandasnya hubunganku dengan Leo karena ada orang ketiga," jawab Ella santai.

"What?! Demi apa?" ucap Joy tak percaya.

"Nanti aku kirim detail dan buktinya. Mohon kerjasamanya Kak Joy," ucap Ella yang disetujui oleh Joy, dan panggilan telepon itu pun berakhir.

---

(Saat ini di ruangan rapat Jelita)

"Bukankah ini kesempatan bagus untuk mengumumkan bahwa aku brand ambassador terbaru dari Jelita?" usul Ella.

Yura dan Kenny saling menatap untuk sesaat. Rasa bingung dengan usulan Ella dalam kondisi gosip yang baru saja naik mengenai dirinya terpancar dari wajah mereka.

"Kenapa tiba-tiba banget di situasi kaya gini?" tanya Yura memecah rasa penasarannya.

"Karena namaku lagi dibicarakan, jadi pas banget untuk naikin branding produk Jelita dan membuat netizen berpikiran bahwa aku adalah model profesional meski sedang patah hati," jawab Ella luwes.

"Wow! Ide yang bagus," puji Kenny menyetujui jawaban Ella.

Yura menyeringai, lalu menatap Ella dan Kenny bergantian. "Sekarang aku paham kenapa kalian berdua cepat akrab. Pola pikir di luar nalar yang sama-sama menyatu."

"Aku anggap itu pujian," ucap Kenny.

"Ha? Oke ... bebas berpendapat Pak," balas Yura dengan seringainya. "Kami serahkan kepada pihak Jelita untuk mengumumkan Ella sebagai brand ambassador terbaru dan untuk wawancaranya biar kami yang menghandle," jelasnya mengakhiri pertemuan kali ini.

Ella dan Yura pun meninggalkan gedung Jelita dan bersiap menuju ke studio untuk pemotretan majalah kecantikan. Selama di perjalanan Yura mencecar Ella dengan banyak pertanyaan karena biasanya sahabatnya itu tidak pernah memanfaatkan gosip untuk mendongkrak popularitas.

"Kamu beda banget Ell. Jujur! Kamu rencanain sesuatu yang gila lagi, kan?" tanya Yura.

Ella tidak berani menatap mata Yura karena dia pasti akan luluh dan menceritakan rencana balas dendamnya. Dia tahu betul sahabatnya itu pasti akan menghentikannya. Namun, Ella tidak ingin dihentikan.

"Kadang ... keadaan membuat orang-orang banyak berubah, termasuk aku," jawab Ella berusaha tenang. Tangannya sibuk memegang cermin untuk melihat kondisi mata yang sebelumnya bengkak.

"Kamu bebas kalau ingin berubah, tapi poin pertanyaan aku bukan itu, Ell," balas Yura prihatin.

Ella meletakkan cerminannya di pangkuan. Perlahan dia menatap Yura dengan tatapan sendu, tetapi penuh tekad.

"Yura, apapun itu kamu harus percaya bahwa pilihanku tidak akan merugikan siapapun. Tolong kali ini aja ... dukung aku meski belum bisa cerita banyak, ya?" ucap Ella pelan.

Melihat tatapan Ella seperti orang yang hampir putus asa dan mendengar suaranya yang memelas membuat Yura mengalah. Permintaan Ella benar, dia butuh dukungan untuk melewati situasi yang berat ini.

"Oke, tapi janji harus cerita dan jangan lama-lama," ucap Yura pasrah.

"Iya, janji," balas Ella dengan senyum lega.

Percakapan Ella dan Yura pun sudah berganti topik. Mereka lebih intens membahas tentang pekerjaan dan sedikit obrolan tentang bagaimana menanggapi pertanyaan dari para kru soal gosip yang sedang hangat.

Seperti dugaan mereka berdua, pemotretan sore ini lebih berat dari biasanya. Pertanyaan-pertanyaan seputar gosip menyerbu Ella dan Yura secara bersamaan, tetapi mereka tidak panik karena sudah menyiapkan jawaban yang aman.

"Tunggu saja pernyataan resmi dari agensi," jawab Yura kepada tim tata rias.

"Ga ada habis-habisnya kekepoan mereka," gerutu Yura di dalam mobil setelah pemotretan selesai.

Ella tertawa kecil melihat menejernya kewalahan. "Ya, namanya juga kerja bareng selebriti, harus kuat-kuat hati dan mental," ucap Ella enteng.

Yura memutar bola matanya kesal. "Enteng banget itu mulut ngomongnya, kaya bukan karena dia aja ini masalah," gerutunya lagi.

Tawa Ella semakin kencang melihat ekspresi kesal Yura. "Maaf-maaf, cuma kali ini aja kok."

"Dah lah! Udah kejadian juga," balas Yura pasrah. "Oh ya, besok pagi kamu ada skedul di acara Bincang Pagi," jelasnya.

"Pembahasannya tentang apa?"

"Pembahasan utama tentang karir, lalu bagaimana perjalanan bisa menjadi brand ambassador terbaru dari Jelita, dan untuk antisipasi gosip putusnya hubungan kamu dan Leo," jelas Yura detail.

"Oke," jawab Ella santai.

"Sebisa mungkin berikan pernyataan tentang kebenaran hubungan kamu dan hindari membahas siapa orang ketiga. Terus fokuskan jawaban kamu ke arah pekerjaan," jelas Yura dengan wajah yang serius.

Ella mengangguk pelan. "Siap Bu Menjer!" ucapnya bersemangat.

---

Studio dua di salah satu stasiun TV swasta sudah ramai dengan penonton bayaran. Para kru sibuk dengan tugas masing-masing, dan pembawa acara Bincang Pagi sudah membuka acara.

"Jadi hari ini kita kedatangan model yang sedang naik daun. Berikan tepuk tangannya kepada Ella Luxia Sidrath," ucap Pembawa Acara.

Tepukan tangan dari penonton di studio menggema. Ella pun masuk dengan penuh senyum dan disambut hangat oleh Pembawa Acara.

"Selamat datang di Bincang Pagi, Ella. Bagaimana kabarmu setelah sukses menjadi model di acara bergengsi Paris Fashion Week kemarin?"

"Alhamdulillah kabar aku baik Kak, dan suatu kebanggaan bisa mewakili Indonesia di kancah internasional di bidang modeling," jawab Ella hangat.

"Oh iya, tim Bincang Pagi juga dapat kabar terbaru nih, katanya kamu brand ambassador terbaru dari Jelita. Bagaimana sih prosesnya bisa berhasil kerjasama dengan mereka? Kita kan sama-sama tahu Jelita itu namanya cukup besar di pasar Asia," tanya Pembawa Acara.

"Kebetulan saat acara di Paris, CEO brand Jelita juga hadir sebagai tamu dan kita bertemu di sana. Ngobrol beberapa hal dan merasa cocok, akhirnya aku ditawari menjadi brand ambassador," jawab Ella luwes.

"Memang sudah takdir ya sepertinya," respon Pembawa Acara yang diikuti tawa ringan. "Nah, selanjutnya kita masuk ke sesi pertanyaan dari netizen," lanjutnya menggiring acara.

"Pertanyaan untuk Ella, hmm ... sepertinya agak sensitif ya," ucap Pembawa Acara, "Apakah benar kalau hubungan percintaan kamu dengan Leo sudah berakhir karena adanya orang ketiga?"

Ella tersenyum tipis, dia mengambil napas pelan. "Hmm ... soal hubungannya memang sudah berakhir, tapi alasannya cukup aku dan Leo yang tahu."

Semua yang ada di dalam studio terkejut karena selama ini Ella dan Leo digaet menjadi pasangan idaman. Banyak yang mendukung mereka dan berharap akan berlabuh ke pelaminan, tetapi pernyataan Ella pagi ini berhasil membuat pendukung hubungan mereka galau berjamaah.

"Wah ... sangat disayangkan sekali ya, padahal banyak yang mendukung kalian," ucap Pembawa Acara sebagai bentuk prihatin.

"Hmm ... ya soal jodoh adalah urusan Tuhan, kandas atau lanjutnya sebuah hubungan juga takdir-Nya," ucap Ella bermain aman.

"Dengan kondisi seperti ini apakah memberikan dampak pada aktivitas kamu sebagai seorang selebriti?"

"Tentu saja tidak, bagiku karir dan percintaan adalah urusan yang berbeda. Profesional tetap dijaga," jawab Ella antusias.

"Wah! Profesionalitas kamu patut dicontoh ya," respon Pembawa Acara.

Syuting pun selesai di pukul sepuluh pagi. Ella kembali ke ruangannya untuk mengganti pakaian. Dia dan Yura segera mengecek komentar situs-situs gosip. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum kecil karena nama Ella melejit dengan gelar baru sebagai "Quen Of Resilience" yang berarti ratu ketahanan.

"Kita berhasil!" bisik Yura senang.

Ella pun tersenyum penuh kemenangan sembari tos kecil dengan Yura. Namun, kebahagiaan mereka berdua tiba-tiba dirusak dengan pesan singkat dari Tamara di ponsel Yura.

'Yura, pertunanganku gagal dan Ella menuduhku berselingkuh dengan Leo'

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 6

    (Sehari sebelum Ella tanda tangan kontrak)"Halo, Kak Joy! Apa kabar?" sapa Ella kepada seseorang di sambungan telepon."Halo, Ell! Kabar baik dong. Ada apa nih? Tumben banget nelpon?" tanya Joy."Aku ada berita hangat yang harus diupload besok sore. Kakak bisa, kan?" jawab Ella, memberikan tawaran kepada penulis platform gosip terkenal di sosial media."Waw! Bisa banget dong! Beritanya tentang apa nih?" tanya Joy semangat."Tentang kandasnya hubunganku dengan Leo karena ada orang ketiga," jawab Ella santai."What?! Demi apa?" ucap Joy tak percaya."Nanti aku kirim detail dan buktinya. Mohon kerjasamanya Kak Joy," ucap Ella yang disetujui oleh Joy, dan panggilan telepon itu pun berakhir.---(Saat ini di ruangan rapat Jelita)"Bukankah ini kesempatan bagus untuk mengumumkan bahwa aku brand ambassador terbaru dari Jelita?" usul Ella.Yura dan Kenny saling menatap untuk sesaat. Rasa bingung dengan usulan Ella dalam kondisi gosip yang baru saja naik mengenai dirinya terpancar dari wajah

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    bab 5

    "Yura! Kamu kecolongan lagi?!" Suara melengking dari Dira alias direktur Glory Entertainment memenuhi ruangannya.Yura mengernyitkan dahinya akibat teriakan atasannya. Sedangkan Ella hanya tersenyum manis seakan-akan tidak terjadi apa-apa karena sudah terbiasa mendengar teriakan yang sama di rumah."Maaf, Tante--""Panggil 'Bu' kalau di kantor!" perintah Dira memotong ucapan Yura."Eh, iya Bu. Kemarin Ella bilang hanya ingin cuti sehari karena lelah dari Paris. Saya juga tidak menyangka dia nekat membuat kontrak dengan Jelita," ucap Yura membela dirinya.Dira mengambil napas berat. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi yang meluap. "Kamu juga, Ella. Kenapa tidak berdiskusi dulu dengan saya dan menejermu?!" Sekarang giliran Ella yang diteriaki."Yura sendiri yang bilang kalau bekerjasama dengan Jelita akan menjadi batu loncatan untuk karirku, Bu," bela Ella membuat Yura ternganga karena disudutkan."Lho? Fitnah ya, Ell. Aku bilang kalau bertemu dengan CEO Jelita, bukan asal

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 4

    Kenny menatap Ella cukup lama. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ella setelah tawaran gila darinya terlontar. Dan, saat itu juga dia menyadari bahwa perempuan dihadapannya benar-benar serius untuk balas dendam."Wow!" ucap Kenny, "Tawaran yang cukup gila," lanjutnya lantang.Ella tersenyum tipis. "Ya, memang gila. Makanya aku meminta bantuanmu."Kenny tertawa ringan mendengar ucapan Ella. Kakinya menyilang, tangannya saling menggenggam, dan matanya menatap Ella serius."Sebagai seorang pebisnis, aku tidak bisa asal menerima tawaran. Banyak resiko yang harus dipertimbangkan, apalagi tawaran darimu," jelas Kenny gamblang.Sekarang giliran Ella yang tertawa renyah. Dia mengambil cangkir teh, lalu meminumnya dengan anggun sebelum merespon ucapan Kenny."Aku tahu betul maksudmu, dan aku jamin kamu tidak akan rugi," jelas Ella percaya diri."Bagaimana kamu bisa menjamin bahwa aku tidak akan rugi?" tanya Kenny menantang."Pertama, aku memiliki bukti kuat agar pertunanganmu bes

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 3

    Suhu kota Jakarta mulai terasa panas di pukul sepuluh pagi. Jalanan yang ramai menjadi pemandangan dari salah satu coffee shop tempat Ella membuat janji dengan Leo dan Tamara. Es dari kopi susu milik Ella sudah lama mencair. Dia sengaja datang setengah jam lebih cepat untuk mempersiapkan hati sebelum bertemu Leo dan Tamara."Hai, Ella!" "Halo, Sayang!"Panggilan dari Leo dan Tamara datang serentak dari arah belakang. Ella segera berbalik badan, berusaha memasang senyum manis."Hai!" sapa Ella, lalu berlari ringan ke arah Leo dan merangkul pinggangnya. Ella sengaja bersifat manja kepada Leo di depan Tamara. Matanya menangkap perubahan mimik wajah Tamara yang sedikit kesal, tetapi segera diubah dengan senyum palsu. "Ih ... gemes banget deh pasangan model dan fotografer ini," ucap Tamara dengan nada manja."Apasih, biasa aja, namanya juga orang pacaran," balas Ella, lalu melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Leo. "Eh, tapi kenapa kalian bisa datang barengan?" tanyanya, berting

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 2

    Aula tempat dilaksanakannya pesta penutupan acara Paris Fashion Week sudah dipenuhi oleh para tamu undangan. Tawa khas saling beradu dengan percakapan penuh sanjungan. Musik melantun lembut membuat suasana menjadi hangat. Ella mengenakan dress panjang dengan potongan off shoulder bewarna emarald green. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan jepitan kecil sebagai pemanis. Wajah Ella sengaja dirias dengan sentuhan nude, memancarkan aura elegan sekaligus seksi. Dia berjalan memasuki pesta, menuju salah satu meja yang hanya diisi oleh seorang laki-laki berparas asia. ”Selamat malam, Kenny,” sapa Ella hangat. Laki-laki berusia dua puluh delapan tahun dengan stelan jas hitam segera berdiri dari kursinya. Tangannya yang kekar langsung menggantung ke arah Ella. Senyumnya yang manis ikut tergores di bibir warna merah muda alami. ”Selamat malam Ella, senang bisa bertemu denganmu,” sapa Kenny sembari menerima jabatan tangan Ella. ”Ternyata pemilik brand Jelita lebih muda dari bayanganku,” puji

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 1

    “Yura, kamu dan tim duluan aja ke Bandara. Aku mau ke apartemen Leo dulu,” ucap Ella melalui sambungan telepon kepada menejernya. “Hah? Harus banget malam ini? Ga bisa nunggu balik Paris aja?” balas Yura sedikit emosi melihat jalan pikiran model yang dia handle. ”Engga! Harus hari ini, bentar aja kok. Janji bakal sampai Bandara tepat waktu,” ucap Ella memelas. ”Baiklah. Kabari aku kalau sudah sampai,” ucap Yura mengalah, lalu segera mengajak timnya menuju Bandara untuk menghadiri acar Paris Fashion Week.Senyum Ella merekah saat sampai di gedung apartemen. Sebuah lensa kamera terbaru sudah berada digenggamannya sebagai kado anniversary ke lima tahun hubungannya dengan Leo. Dia sengaja singgah sebentar untuk memberikan kejutan sebelum terbang menuju Paris demi merayakan hari jadi mereka. ”Loh? Kenapa ga kekunci?” ucap Ella pelan ketika mendapati pintu apartemen Leo tidak terkunci. Tatapan matanya langsung beralih ke bagian bawah pintu. Perlahan Ella berjongkok untuk memastikan b

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status