Share

Bab.162

Author: Miss Lia
last update publish date: 2026-07-13 00:00:31
Sehan dengan wajah datar tidak tertarik dengan cerita tante Raysa. Ada rasa muak melihat wanita itu memainkan drama dengan baik. Tidak ada raut bahagia saat tante Raysa menunjukkan bukti-bukti tentang kejahatan David.

"Maaf, Tante. Semua bukti tentang semua tuduhan yang menimpa padaku sudah aku serahkan pada polisi. Polisi dalam waktu dekat akan menyelidiki dan memanggil David untuk dimintai keterangan. Entah kenapa tante mau-maunya menurut apa yang David perintahkan!" ucap Sehan dengan wajah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 168

    Usai menjenguk tante Raisa Sehan pun ingin kembali ke hotelnya kebetulan dia sudah ditunggu oleh tante Zola disebut di hotel. "Tante Zola membawa berita yang penting, kata tante Zola akan memberitahu hal yang membuat statusku yang semula jadi tersangka kini menjadi saksi. Berita itu membuat aku semakin penasaran!" gumam Sehan semakin penasaran. Untung saja jalan tidak ramai dan macet, hingga Sehan sampai juga di hotel tempat ia menginap bersama tante Zola. Dengan setengah berlari, Sehan menggapai pintu lift yang hendak tertutup otomatis. "Huft, untung lah. Jalan tidak macet dan lift ini mau menungguku. Alam masih berpihak padaku hingga aku bisa pulang tepat waktu," gumam Sehan mengelus dadanya lega. Sehan tidak tahu kalau yang ia lakukan mengundang perhatian pengguna lift yang lain. Lelaki itu sibuk mengatur napas dan juga penampilannya yang terlihat kucel ia rapikan. Ting! Pintu lift terbuka. Tanpa memperhatikan sekelilingnya, Sehan keluar dar

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 165

    Bab 166 Suster itu belum menjawab apa yang ditanyakan oleh Sehan. Ia masih mencari informasi tentang asuransi yang dimiliki oleh tante Raysa. Setelah bebberpaa menit suster itu pun mengangkat kepalanya menatap Sehan. "Maaf, jika menunggu lama, Tuan. Untuk pengobatan pasien semua ditanggung oleh asuransi. Jadi keluarga aman tidak perlu bingung tentang biaya pengobatan." Suster itu menjelaskan jika pengobatan tante Raysa sepenuhnya kan ditanggung oleh asuransi yang dia miliki termasuk asuransi kecelakaan. Sehan bernapas dengan lega. "Terima kasih, Sus. Untuk formulirnya sudah saya tanda tangani dan bolehkah saya menunggu di depan ruang operasi?" tanya Sehan lagi. Ia ingin mendengar langsung dari dokter yang menangani tante Raysa. "Silakan, Tuan. Ruang operasi ada di gedung sebelah. Silakan anda mengikuti anak panah petunjuk yang ada," jawab suster itu menunjuk ke arah gedung sebelah. Sesampainya di gedung operasi, Sehan mondar-mandir di depan ruang operasi. Sehan

  • Sang Penakluk Wanita   BAB.164

    Bab 164 Siang itu begitu mencekam bagi Sehan, tidak ia duga sama sekali jika mobil wanita yang baru saja ia ajak bicara tadi kini terguling. Semua pelanggan restauran dan juga beberapa pegawai restauran itu berlari keluar. "Cepat bawa korban ke rumah sakit!" "Kejar truk kayu itu! Dia yang sudah menabrak mobil ini!" teriak yang lain. Suasana menjadi riuh ramai. Ada yang sekedar menonton, ada yang sibuk membantu mengevakuasi korban dan juga ada yng menghubungi pihak kepolisian. Semua terlihat ramai, lalu lintas macet untuk sejenak. Serpihn kaca dan juga darah berserakan di jalan. Sehan berdiri mematung saat melihat korban yang terpental keluar dari pintu mobil. Bagian kepala korban itu mengeluarkan banyak darah, Sehan tidak kuasa melihat korban yang ternyata adalah tante Raysa. "Tidaak ... tante Raysa, bagaimana ini terjadi? Kenapa begitu cepat?" gumam Sehan sembari menutup mulutnya dengan satu tangannya. "Kasihan sekali wanita itu, sepertinya dia meninggal duni

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 163

    Dahi tante Raysa berkeringat pesan yang dikirimkan oleh David kepadanya dia tidak menyangka jika David sudah bangun secepat itu beruntung semalam Iya sudah menghapus semua jejak yang ada di ponsel David. "Celaka! David sudah bangun. Apakah dia sudah tahu kalau aku sudah menghapus videonya apa belum ya?" gumam Tante Raysa terlihat khawatir dan juga panik. Rasa takut tante Raisa membuat Sehan curiga. "Tante apa yang sudah terjadi Kenapa tante ketakutan begitu? Ada apa katakan saja padaku, jangan sungkan karena kita sama-sama sosok manusia yang butuh tempat untuk menyelesaikan masalah," imbuh Sehan menenangkan tante Raysa. Tante Raysa menoleh ke arah Sehan, mencari dukungan di balik tatapan Sehan yang menenangkan itu. "Sehan, David ...." "David kenapa, Tante?" "Dia sudah bangun dan sekarang ini sedang mencariku. Aku sangat takut Sehan. Takut kalau dia akan bertindak yang berbahaya," jawab tante Raysa ketakutan. Ia takut jika David akan mencari dan menghabisi dirinya. Seh

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.162

    Sehan dengan wajah datar tidak tertarik dengan cerita tante Raysa. Ada rasa muak melihat wanita itu memainkan drama dengan baik. Tidak ada raut bahagia saat tante Raysa menunjukkan bukti-bukti tentang kejahatan David. "Maaf, Tante. Semua bukti tentang semua tuduhan yang menimpa padaku sudah aku serahkan pada polisi. Polisi dalam waktu dekat akan menyelidiki dan memanggil David untuk dimintai keterangan. Entah kenapa tante mau-maunya menurut apa yang David perintahkan!" ucap Sehan dengan wajah dingin. Tante Raysa mengusap air matanya, ia tidak menyangka jika sikap Sehan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ia ekspektasi-kan. "Sehan, kamu tidak mau memaafkan tante? Kamu masih marah sama tante? Lantas dengan apa tante harus menebus kesalahan tante, Sehan?" tanya Raysa dengan tatapan penuh harap. Sehan mematung, ia belum bisa memikirkan tentang hukuman apa yang dirinya berikan pada tante Raysa. Sehan tidak peduli urusan lao selain urusan kasus menimpa dirinya. "Sudah lah,

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.161

    Bab. 161 Inspektur Andika yang bertugas di hari itu mencatat semua yang di ungkapkan oleh Sehan. " semua sudah saya tulis di laporan ini Tuan sehat dan bukti yang Anda berikan pada saya kirim saja ke email atau ke WA saya. Kami akan segera mungkin memproses semuanya agar bisa dijadikan bukti untuk kasus anda dan juga sebagai dasar untuk menyelidiki yang bernama Tuan David." Inspektur Andika menyerahkan file yang harus ditandatangani oleh Sehan terkait dengan laporan dan juga bukti yang sudah ia serahkan. "Terima kasih, Inspektur saya sangat mengharapkan bantuan dari Anda terkait dengan kasus yang menimpa saya semua ini adalah jebakan dari lelaki yang bernama David itu dan saya akan menuntut lelaki itu dengan tuntutan pencemaran nama baik, perundungan dan juga tindakan yang kurang menyenangkan," Imbuh Sehan. Sehan berjanji di dalam hati jika dia tidak akan melepaskan David. "Siap, Tuan. Anda bisa meminta pengacara anda untuk mengurusnya. Satu hal yang paling pe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status