مشاركة

BAB 24

مؤلف: Inspirasi Kopi
last update تاريخ النشر: 2026-02-18 22:31:45

"Iya, Non. Sesuai perjanjian sama Kakek Abimanyu, cuma sampai besok pagi. Kenapa?"

Vera terdiam sejenak, memainkan ujung kertas pembungkus burgernya. Egonya yang tinggi berperang dengan hatinya yang mulai luluh.

"Kalau..." Vera ragu, lalu menelan ludah. "Kalau saya perpanjang kontraknya... kamu mau?"

Satria menoleh ke belakang. Dia melihat mata Vera yang menatapnya penuh harap, meski wajah wanita itu berusaha tetap datar dan gengsi.

"Perpanjang jadi apa, Non? Jadi bodyguard lagi?" tanya Satria.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Satria Idaman Wanita   BAB 339

    Dua hari berlalu dengan tenang. Proyek pembangunan mal Hadiwinata Group kembali berjalan normal tanpa ada gangguan apa pun. Satria bahkan sempat mengendurkan sedikit pengawasannya karena mengira kubu Aryatama sudah benar-benar mundur setelah tentara bayaran mereka kabur.Namun, ketenangan itu mendadak pecah pada Kamis pagi.Vera baru saja tiba di ruang kerjanya ketika Laras masuk dengan langkah terburu-buru dan napas tersengal-sengal. Wajah asisten pribadinya itu terlihat sangat pucat."Nona Vera... gawat Non!" seru Laras sambil meletakkan sebuah amplop cokelat tebal di atas meja kerja Vera.Vera mengerutkan kening, merasa tidak suka dengan nada panik di pagi hari. "Ada apa lagi Ras? Jangan bilang ada demo LSM palsu lagi.""Bukan demo Non. Ini jauh lebih buruk," jawab Laras dengan suara bergetar. "Petugas juru sita dari Pengadilan Negeri baru saja datang ke gerbang depan. Mereka menyerahkan surat panggilan resmi dan gugatan perdata untuk perusahaan kita."Kening Vera berkerut semakin

  • Satria Idaman Wanita   BAB 338

    Berikut adalah Bab 381, menceritakan ketenangan palsu di kantor dan langkah tak terduga yang diambil oleh Surya Aryatama.Bab 381: Langkah Licik Sang KonglomeratHari itu, suasana di kantor Hadiwinata Group berjalan sangat produktif. Dua rapat penting bersama calon investor luar kota berhasil ditutup dengan kesepakatan kerja sama yang memuaskan. Vera tampak tersenyum lebar saat melangkah keluar dari ruang rapat bersama Laras."Wah, hari ini bener-bener hari keberuntungan kita Non! Semua investor setuju buat suntik dana tambahan," kata Laras antusias sambil merapikan dokumen di tangannya.Vera mengangguk setuju. "Iya Ras. Semuanya berkat kerja keras tim, dan tentu saja karena kita bisa melewati badai fitnah kemarin dengan bersih."Satria berdiri di sudut lorong dekat jendela kaca, mengawasi keadaan sekitar dengan tenang. Ponsel di sakunya sempat bergetar beberapa kali. Itu pesan singkat dari Bima yang mengabarkan kalau tim pembunuh bayaran Igor terlihat memesan tiket penerbangan pagi k

  • Satria Idaman Wanita   BAb 337

    Kamar 1204 itu berantakan. Igor meringis menahan sakit di dadanya. Dia berjalan pelan mendekati Ivan yang masih terbaring di lantai sambil memegangi bahu kanannya."Sialan," umpat Ivan pelan. "Tenaga orang itu tidak masuk akal."Igor berjongkok. Dia memegang lengan Ivan dan menariknya dengan satu sentakan keras. Terdengar bunyi tulang kembali ke posisinya. Ivan menjerit tertahan sambil menggigit bibir bawahnya.Di sudut lain, Boris sudah berhasil duduk di pinggir kasur. Dia masih terbatuk-batuk memegangi perutnya."Kita salah perhitungan," kata Igor dengan wajah serius. "Orang itu bukan pengawal biasa. Cara bergeraknya di ruang gelap tadi murni insting seorang pembunuh. Dia bisa saja menghabisi kita bertiga dengan mudah kalau dia mau."Boris menatap bosnya. "Terus kita harus bagaimana Bos? Lanjut menjalankan misi?"Igor menggeleng. "Kita tidak dibayar untuk mati konyol tanpa persiapan. Saya harus laporan ke Surya Aryatama sekarang."Malam itu juga di tempat yang berbeda, Surya Aryatam

  • Satria Idaman Wanita   BAB 336

    Berikut adalah Bab 379, menceritakan aksi penyusupan Satria ke markas tim pembunuh bayaran untuk memberikan teror mental sebelum mereka sempat menyerang.Bab 379: Harimau Masuk KandangMalam menunjukkan pukul sebelas lewat. Hujan rintik-rintik mulai membasahi jalanan ibu kota. Di rumah Vera, lampu lantai bawah sudah banyak yang dimatikan.Satria memastikan semua pintu dan jendela terkunci rapat. Setelah yakin Vera sudah tidur di kamarnya, dia mengambil jaket hitam, topi, dan sebuah belati lipat militer dari dalam tas ranselnya."Bim, lo udah siap?" bisik Satria ke mikrofon kecil di kerah jaketnya."Siap Komandan. CCTV lorong lantai dua belas Hotel Grand Batavia udah gue putar ulang. Rekamannya bakal berulang terus selama lima belas menit ke depan. Petugas keamanan hotel cuma bakal lihat lorong kosong," lapor Bima cepat."Bagus. Beri gue akses lift barang dari basement."Satria keluar dari rumah Vera lewat pintu samping dengan sangat tenang. Dia memacu motor sport pinjaman dari salah s

  • Satria Idaman Wanita   BAB 335

    Pintu kamar hotel bintang lima itu terbuka dengan kasar. Ivan masuk dengan wajah merah padam karena kesal. Dia melempar kunci mobil sedan abu-abunya ke atas meja kaca sampai berbunyi keras.Igor yang sedang membersihkan laras senapannya hanya melirik sekilas. Boris tertawa mengejek dari arah sofa sambil melempar kacang ke udara dan menangkapnya dengan mulut."Gagal total ya Van? Dikerjain sama kacung lokal?" sindir Boris santai."Tutup mulutmu Boris. Orang ini bukan kacung biasa. Insting mengemudinya gila. Dia tahu celah jalan tikus yang bahkan tidak ada di peta GPS kita," gerutu Ivan sambil menuangkan air es ke dalam gelas lalu meminumnya rakus.Igor meletakkan senapannya di atas meja. Wajah pria bule berbekas luka itu terlihat semakin serius."Sudah saya bilang, target kita punya latar belakang militer. Dia sengaja memancing kamu masuk ke gang sempit buat memastikan kalau kamu benar-benar mengikutinya," kata Igor tenang. "Mulai sekarang kita tidak bisa pakai cara standar. Kita pakai

  • Satria Idaman Wanita   BAB 334

    Malam harinya, Satria tiba di kediaman mewah Vera dengan membawa sebuah tas ransel berukuran sedang. Isinya cuma beberapa potong pakaian ganti dan perlengkapan pribadinya. Bi Imah, asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja untuk keluarga Hadiwinata, menyambutnya dengan ramah."Den Satria, kamarnya sudah Bibi siapkan di ujung lorong dekat taman belakang. Nanti kalau butuh apa-apa, panggil Bibi saja ya," kata Bi Imah sambil menunjuk sebuah pintu kayu."Makasih banyak Bi. Maaf ya Satria jadi ngerepotin Bibi malam-malam begini," jawab Satria sopan.Vera yang sedang duduk di ruang keluarga tersenyum melihat interaksi mereka. Dia merasa suasananya jadi lebih hidup dengan kehadiran Satria di rumah sebesar ini. Biasanya dia cuma berdua dengan Bi Imah setelah pulang kerja.Sementara itu, di sebuah kamar hotel bintang lima di kawasan Thamrin, Igor sedang membuka sebuah koper hitam besar yang baru saja diantarkan oleh kurir suruhan Surya Aryatama.Klik. Koper itu terbuka.Di dalamnya tersusun

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status