Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 201: Pria Brengsek

Share

CHAPTER 201: Pria Brengsek

Author: Heiho
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-24 15:00:12

“Pa-pasangan? Pasangan apa yang tuan maksud?” tanya Hani kebingungan. Jantungnya berdebar kencang melihat senyum Merphilus tertarik semakin lebar.

“Pasangan apa saja,” balas Merphilus tenang, seolah perkataannya hanya hal biasa.

“Bisa menjadi pasangan hidup atau,” Merphilus menatap lurus ke mata Hani, “Pasangan ranjang,”

Hani lagi-lagi terbelalak. “Pa-pasangan ranjang?!”

Merphilus tertawa pelan melihat reaksi Hani. Ia menyandarkan pung
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 279: Tunjukkan Sekarang

    Malam sudah sangat larut ketika Hani terbangun dari tidurnya. Kamarnya gelap, padahal seingat Hani lampunya masih menyala ketika ia tidur.Apa Rara yang mematikannya?Hani perlahan bangkit duduk. Tenggorokannya terasa kering. Ia mengambil botol air di atas nakas lalu segera menegaknya rakus. Usai minum, perempuan itu berusaha mencerna situasinya sejenak.Terakhir yang ia ingat adalah menangis di dekapan Rara. Setelah itu, ia sempat bercerita tentang peristiwa mengerikan tersebut sebelum tertidur karena lelah dan kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.Rara dan Leo pasti pergi setelah ia tidur. Apa mereka ikut mengurus Michael?Hani mengambil ponselnya di dekat bantal. Ia menyalakannya dan segera muncul berbagai notifikasi pesan dari Rara dan Jefri. [Maaf meninggalkanmu saat tidur, Hani. Aku dan om Leo perlu membantu Mas Jefri mengurus masalah Michael di kantor polisi. Segera hubungi aku kalau terjadi sesuatu.][Ayah sedang di kantor polisi. Hubungi segera kalau ada apa-apa]Itu isi pesan

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 278: Ingin Tahu

    “Tu-tukar nyawa?” Michael mengulang dengan gemetar, “Ma-maksudmu … mati?”Jefri tidak menjawab. Tapi, tatapan mengintimidasinya sudah cukup membuat Michael mengerti. Tubuh pria itu gemetar. Wajahnya pias. Ia pelan-pelan menundukkan kepalanya dengan ngeri.Di sebelahnya, Tiara dan Alexander ikut tercekat. Wajah Tiara bahkan sampai putih saking memucatnya. “Je-Jefri, tidakkah kamu berpikir itu berlebihan?” Alexander takut-takut menjawab, “Ha-Hani …. Putrimu … bukankah dia sudah baik-baik saja sekarang? Dia sudah di tempat aman—”“Lalu bagaimana kalau Tuan Merphilus tidak segera datang kesana tadi?” potong Jefri tajam, “Paman tahu hal yang akan terjadi padanya, kan?”Alexander mati kutu. Tidak mampu lagi menjawab. Ia kini ikut menundukkan kepalanya dengan gemetar.Jefri menghela napas berat. “Kalau kalian tidak siap bertukar nyawa, terima saja hukuman penjara itu,” ucapnya dingin. “Lagipula hukuman itu juga masih terlalu ringan untuknya.”Jefri kemudian membuang pandangannya dari mer

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 277: Sebagai Gantinya

    “Hani!” Hani yang daritadi melamun di atas kasur, menoleh ke arah pintu. Matanya melebar melihat Rara berlari ke arahnya dengan mata berkaca-kaca. Sebelum ia sempat bereaksi, Rara sudah menubruknya cepat. Memeluknya erat-erat hingga Hani merasa sedikit sesak. Ia meringis. “Ra, pelukanmu terlalu kencang–” “Aku benar-benar khawatir!” potong Rara. Ia melonggarkan pelukannya. Matanya sudah bersimbah air mata. “Tuan Merphilus tiba-tiba saja datang dan bilang Michael hampir memperkosamu! Bagaimana bisa aku tidak cemas?!” seru Rara dengan suara serak. Hani menelan ludah. Ia memang sudah menduga Merphilus melakukannya. Meski ia tidak melihat ketika pria itu pergi ke aula karena sudah lebih dulu ke kamar ini bersama staf hotel. “Untung saja Tuan Merphilus sudah membuat bajingan itu babak belur sebelumnya! Kalau tidak, aku akan—” “Tunggu, kamu bilang apa tadi?” Hani mengernyitkan alisnya, “Michael babak belur? Benarkah? Dan bagaimana kamu bisa tahu?” Rara menghela napas pelan.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 276: Kedatangan Merphilus

    “Hani masih belum kembali?”Leo menggeleng untuk menjawab pertanyaan Jefri. Hal itu membuat wajah Jefri seketika mengerut.“Ini sudah hampir 20 menit. Apa dia kabur lagi?” sungutnya. “Saya tidak yakin soal itu,” balas Leo. Kalau Merphilus ada di sini, ada kemungkinan Hani memang kabur. Mengingat selama ini kaburnya Hani ada sangkut pautnya dengan pria itu. Tapi, Merphilus tidak ada di sini sekarang. Leo juga sangsi pria itu akan muncul mengingat ini adalah acara keluarga Nickelson. Dengan kata lain, Hani mungkin hanya tengah berkeliaran atau mampir di bar lantai atas. ‘Atau pria itu memang tiba-tiba datang dan membawa Hani?’ duga Leo dalam hati yang buru-buru ditepisnya.Dia sudah bertekad untuk tidak memedulikan mereka lagi. Rahasia hubungannya sudah digenggam Merphilus sehingga ia harus berhati-hati agar tidak menyinggung pria itu lagi.Karena jika Leo melakukannya, hubungannya dengan Grace bisa terancam bubar. Ia tidak menginginkannya.“Mungkin ada sesuatu terjadi?” tebak Rara

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 275: Saya Di sini

    “Aku tidak menyangka paman di sini juga,” Hani beranjak mendekat. Berdiri di sebelah Michael. “Jenuh dengan pesta juga?” kekehnya.Michael tertawa. Ia menyelipkan sebatang rokok ke mulutnya lalu menyalakannya menggunakan api dari pemantik. Pria itu menghisapnya sejenak sebelum menghembuskannya.“Yah, begitulah. Sepertinya paman sudah terlalu tua untuk mengikuti acara seperti ini,” keluh MIchael membuat Hani tertawa. Ia kemudian menoleh ke perempuan di sebelahnya.“Kamu sendiri kenapa keluar? Anak seumuranmu harusnya sedang senang menghadiri pesta seperti ini,” tanya Michael membalikkan pertanyaan Hani.“Tidak juga. Om dapat ide itu darimana?”Michael hanya mengendikkan bahunya ringan. Memasang wajah ‘bukankah memang begitu?’ yang membuat Hani mendengus.Ia bersandar dan menghela napas panjang. “Aku cuma lelah saja dan ingin mencari udara segar,” ucapnya beralasan.Hani tidak mungkin bilang alasan utamanya karen

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 274: Hati-Hati Dengannya

    Hani tersenyum kecil mendengar sapaan Michael. Ia mengangguk.“Iya, paman. Mungkin setahun yang lalu kita terakhir bertemu,” balas Hani sambil mengingat-ingat, “Bagaimana kabar tante dan anak paman? Mereka tidak datang?”Michael menggeleng, “Mereka berdua sedang ada urusan, jadi tidak bisa datang.”Hani mengangguk-angguk. Sementara Michael memerhatikan Hani dari atas sampai bawah. Sorot matanya terlihat lebih menyala. “Kamu cantik sekali malam ini, Hani. Om tidak menyangka gadis yang dulu urakan sudah semenawan ini,” ucap Michael sambil terkekeh.Alexander mendengus, “Apa gunanya penampilannya kalau tidak mampu membuatnya mendapatkan pasangan?”Tiara menyenggol cepat Alexander saat Jefri kembali mendelik. Sorot matanya was-was, seolah memberikan peringatan agar Alexander diam. Pria tua itu berdecak pelan. Hani tersenyum penuh kemenangan melihatnya. Pengaruh Jefri masih sangat kuat di keluarga ini. Bahkan meski mereka t

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 113: Hukuman Rachel

    “Sebenarnya apa yang kau lakukan?!” bentak Marco penuh amarah, “Kau sudah gila, ya?!”Rachel menghembuskan napas kasar. Ia memijat-mijat kepalanya yang berdenyut pusing.Mereka bertiga sekarang sedang di ruang tunggu kecil untuk menunggu istirahat sidang berakhir. Satu petu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 107: Kebimbangan Kate

    “Kamu sudah paham kan, Kate? Untuk sidang berikutnya, kamu akan menjadi saksi kunci. Jadi, pastikan kamu berbicara sesuai isi dokumen ini,” ucap Marco tegas sambil menatap serius Kate. “Jangan mengacaukannya sama sekali,”Kate mengangguk pelan. Marco kembali berbicara dengan pengacara Rachel, memba

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 108: Saksi Misterius

    “Apa? Anda berhasil menemukan saksi untuk membantu kita?” tanya Rara kaget pada Lexus yang duduk di seberangnya. Lexus mengangguk. Ia menyesap sejenak kopi yang disuguhkan Hani lalu menjawab, “Septa mengabari saya kemarin dan saya juga sudah bertemu dengan saksi baru kita,”“Septa?” Hani menaikkan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status