Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 43: Pasangan Jefri

Share

CHAPTER 43: Pasangan Jefri

Author: Heiho
last update publish date: 2025-12-17 11:53:06

“Hahh?” alis Rara mengerut semakin dalam, “Jangan ngomong aneh-aneh!” dengusnya.

Septa tertawa, “Harusnya di momen kayak gini kamu langsung salah tingkah, Ra!”

Rara menggeleng-geleng. Bagaimana bisa ia salah tingkah ketika ia tahu Septa adalah orang yang suka bercanda?

Apalagi, ajakannya tadi sangat santai, seperti mengajak bermain seperti biasanya. Mana mungkin ia bisa menganggapnya serius!

“Tapi aku serius, Ra! Ayo jadi pasangan aku!” lanjut Septa, “Tiap kali ada acara keluarga, pasti bakal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 269: Leo VS Merphilus

    Leo mengetuk-ngetuk pelan jemarinya di atas paha. Matanya memandang keluar kaca taksi dengan gelisah. Sesekali keringat mengalir di dagunya.Pria itu kini sedang berada di dalam taksi menuju hotel Amarose. Ia tadi memesannya langsung setelah kepergian Jefri dan Rara. Tidak membuang waktu sedikit pun.Ya, urusan yang dia maksud ke Jefri tadi adalah ini. Menuju hotel Amarose untuk memergoki Merphilus dan Hani. Leo merasa bersalah karena harus membohongi bosnya itu, tapi ia sendiri tidak bisa mengatakan urusannya ini juga.Tidak bisa selama ia belum bisa mendapatkan bukti yang memberatkan Merphilus. Dan malam ini, ia akan mendapatkannya.Leo menelan ludah ketika hotel Amarose mulai terlihat di matanya. Ia menarik napas

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 268: Basah

    Hani menelan ludah. Ia mengalihkan pandangannya, tidak menjawab pertanyaan Merphilus barusan.Merphilus menyeringai. Ia mendekatkan dirinya lagi dan mencium rahang Hani. Perempuan itu berjengit pelan.Ia mengerang ketika ciuman Merphilus terus turun ke bawah. Menuju leher jenjangnya lalu perpotongan bahunya yang tidak tertutupi gaunnya.Sebuah gigitan diberikan Merphilus di sana. Menimbulkan ruam kemerahan yang segera dijilatnya.Napas Hani mulai kembali terengah. Wajahnya perlahan merekah merah. Ia tercekat saat satu tangan Merphilus tiba-tiba mencengkram pinggangnya.“Tu-Tuan … Tunggu …” erang Hani yang tidak digubris Merph

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 267: Tidak Tahan, kan?

    “.... Leo? Apa kamu mendengar saya? Leo, jawab!”Leo tersentak. Ia menatap Jefri yang mengerutkan alisnya dan Rara yang menatapnya khawatir. Kesadaran segera masuk dalam kepalanya.“Ma-maafkan saya, Pak Direktur! Saya tidak sengaja melamun!” serunya gelagapan. Bagaimana bisa ia bengong ketika berada di hadapan bosnya?!Jefri mendengus pelan. Sementara Rara masih menatapnya khawatir. “Om tidak apa-apa?” tanyanya.Leo mengangguk. “Saya tidak apa-apa. Maafkan saya, Nyonya,” ucapnya.“Jadi, di mana Hani?” tanya Jefri, mengembalikan percakapan mereka ke topik awal. “Tadi kamu bilang dia di toilet.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 266: Perseteruan

    Hani menelan ludah dengan susah payah. Ia berusaha untuk tetap tenang meski kepanikan kini menggedor-gedor dirinya.“B-bicara? Apa yang perlu kita bicarakan, Tuan?” balas Hani jenaka.Ia berusaha memundurkan langkahnya pelan-pelan menuju ujung lorong.Tapi, Merphilus sepertinya bisa membaca rencananya karena pria itu ikut berjalan maju. Menambah kepanikan Hani.“Banyak hal. Tentang kamu yang sulit dihubungi, hubungan kita yang putus mendadak, dan,” mata Merphilus berubah menajam.“Ucapanmu tentang Rara waktu itu.”Hani tersentak melihat sorot wajah Merphilus menggelap. Ia akhirnya buru-buru berbalik, hendak ber

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 265: Bertemu di Toilet

    Suasana itu terhenti karena tawa pelan Jefri.“Saya rasa itu cukup membantu, Tuan,” kekeh Jefri, mengundang pelototan Hani dan seringai lebih lebar Merphilus.“Bagaimana menurutmu, Hani? Tuan Merphilus tidak buruk, kan?”Hani tercekat. Lagi-lagi, ia berada dalam situasi seperti ini!Hani harap wajahnya terlihat normal sekarang. Apalagi karena Rara kini menatapnya lekat.“O-oh ya, itu—”“Tuan Jefri.”Seseorang menginterupsi lebih dulu sebelum Hani menjawab. Perempuan itu sege

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 264: Suasana Janggal

    Jawaban Hani itu menimbulkan berbagai reaksi.Jefri menyeringai puas. Rara meringis, sudah menyangka jawaban itu yang akan keluar. Tiara memelototkan matanya.Sementara Alexander, wajahnya seketika memerah. Terlihat kesal. “Berhenti bercanda seperti itu, Hani! Umurmu sudah 22 tahun!” seru Alexander membuat beberapa tamu menoleh ke arah mereka. “Sebentar lagi kamu menjadi pewaris. Jadi, sudah waktunya untukmu memikirkan keluarga agar ada pewaris selanjutnya!”Hani berdecak pelan. Orang ini benar-benar menyebalkan. Ia lebih tidak menyukainya dibanding Tiara. “Aku pasti akan memikirkannya nanti. Lagipula, ayah juga belum mewariskan jabatannya padaku, jadi aku masih bisa memikirkannya belakangan, kan?” sungut Hani, menambah kesal Alexander.“Kamu ini–!”“Paman, cukup,” Jefri menginterupsi. Melirik tajam ke Alexander. “Saya sudah bilang berkali-kali kalau ini adalah urusan keluarga saya. Jadi, paman tidak berhak untuk mencampurinya.”Alexander menggeram pelan. Tapi, keringat dingin meng

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 152: Hubungi Om

    “Rara!” seru Sandra begitu Rara memasuki kantor. Wanita itu segera berjalan mendekatinya. Ia tersentak saat melihat tubuh Rara basah kuyup.“Dasar nakal! Kamu menerobos hujan?!” seru Sandra sambil memelototkan matanya. Rara meringis. Baru saja ia tadi dimarahi Jefri, tapi sekar

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 10: Kangen, gak?

    Sesuai perjanjian mereka, tiga hari berlalu tanpa Rara menghadiri ‘kelas’. Rasanya sedikit aneh bagi Rara karena dia sudah terbiasa untuk kesana tiap harinya. Apalagi, semenjak rutin kesana, ia sudah jarang tidur di rumahnya sendiri sehingga membuatnya

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status