Home / Male Adult / Swing Partner / BAB 21 – SERUPA

Share

BAB 21 – SERUPA

Author: Ough See Usi
last update publish date: 2026-06-02 23:05:37

14.20

Kantor Pusat Sawit Pertiwi CPO Co

Tubuh sintalnya dibungkus blus kuning berbahan ringan dengan model sabrina. Memamerkan leher jenjang dan sebagain besar bahunya yang putih. Totebag bundar putih dengan gambar Pikachu edisi terbatas menggantung di bahunya. Langkahnya pasti menuju ke lift khusus eksekutif sebelum dihentikan oleh petugas.

“Ma’af, Ibu hendak kemana dan bertemu siapa?” tanya petugas dengan santun.

Wanita itu mengangkat dagunya. Menatap remeh petugas di hadapannya.

“Saya sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Swing Partner   BAB 50 – SEBELUM MAKAN MALAM

    Perbedaan waktu 5 jam antara Jakarta dan Madrid yang saat ini sedang musim panas, sangat terasa. Waktu Madrid 5 jam lebih lambat daripada waktu Jakarta. Lintang mengetuk pintu ruang meeting yang digunakan Orion untuk meeting online-nya.Lorenzo membukakan pintu.“Mr. Petralis masih meeting?” Lintang bertanya dengan suara pelan.Lorenzo mengangguk.“Katakan pada Mr. Petralis, kami pulang duluan. TIdak mengapa kalau dia masih ingin melanjutkan meetingnya. Jangan lupa, ingatkan jadwal dinner bersama keluargaku pukul 19.00 nanti.” “Baik Tuan Lintang.”Lintang melongokkan kepalanya sebentar ke dalam ruangan. Orion tengah mendengarkan salah satu peserta meeting itu berbicara saat matanya menatap LIntang. Kepalanya bergerak pelan, meminta Lintang masuk ke dalam ruangan.Layar monitor besar menampakkan

  • Swing Partner   BAB 49 – BUANG SIAL

    Dia dan Lintang mengamati para pekerja yang memasukkan barang-barang pribadi milik Aldi dari ruang kerjanya di The Esthetic. Rencananya barang-barang milik Aldi dari kantor akan disatukan dengan barang-barang pribadi milik Aldi yang ada di rumah untuk kemudian dikirimkan memakai jasa kurir ke rumah keluarga Ananta.Orion Petralis tidak bersama mereka. Orion meminta izin memakai ruang meeting milik The Esthetic untuk melakukan zoom meeting dadakan dengan kantor pusat Petralis di Madrid. Lorenzo selain sebagai pengawal pribadi juga merangkap sebagai asisten Orion selama bepergian di luar negeri.Dia meminta Lintang untuk mengikutinya. Lalu menunjuk pada laci terbawah dari meja kerja Aldi.“Di dalam sana, brankas milik Aldi. Ada uang cash Rp 30 juta dan US$ 3600. Itu yang diincar oleh Ratna, mamanya saat mereka bersikeras untuk masuk ke dalam ruangan ini.”“Mbak akan menyerah

  • Swing Partner   BAB 48 – PERSIDANGAN RICUH

    Aldi terlihat pucat. Kantung matanya menghitam. Dia lebih sering menundukkan kepalanya saat matanya bertemu dengan mata perempuan yang sudah ia khianati dari awal pernikahan. Dia kalah. Dia bersalah. Dia pecundang.Tetapi saat matanya melihat Orion Petralis memasuki ruang sidang di barisan keluarga, hatinya terbakar. Matanya menyala dengan segenap ego yang juga terbakar.“Apa yang dia lakukan di sini? Ini bukan tempatnya. Dia bukan keluarga. Ini persidangan tertutup kan?” tangannya menunjuk pada sosok Orion Petralis yang masuk bersama Lintang Herlambang.“Tuan Aldi… duduk dulu,” Seno Nugroho, kuasa hukumnya menenangkan Aldi.Aldi menolak untuk duduk.“Tidak. Dia tidak berkepentingan berada di ruangan ini!” Aldi menatap nyalang pada Orion Petralis yang sedang bercakap dalam suara pelan, “Get out from this

  • Swing Partner   BAB 47 – YANG TERANCAM, YANG TERPENDAM

    Akhirnya kuasa hukum Aldi datang menjemput Ananta dan Ratna karena orang-orang di ruang tunggu mencemooh pasangan suami istri yang tengah viral di sosial media.“Tuan Arya sudah memperingatkanmu semalam, Ma. Tahan emosimu. Jangan suka main tangan. Jangan berbicara kasar. Jangan marah-marah. Lagi-lagi kau menarik perhatian orang banyak. Aku yakin kejadian tadi banyak yang merekamnya,” Ananta menatap lelah kepada istrinya, “Kau tidak takut dihubungi olehTuan Arya?”“INI SEMUA GARA-GARA PAPA,” teriakan jengkel Ratna mengejutkan kuasa hukum Aldi yang menunggu di ruangan yang sama.“DIAM KAU RATNA,” Ananta berdiri, telunjuknya menunjuk di antara mata istrinya, “Sudah berapa kali aku meminta maaf kepadamu. Aku merendahkan diriku kepadamu! Tapi apa yang kau lakukan?”Kali ini telunjuk Ananta menempel di dahi Ratna.“Kau s

  • Swing Partner   BAB 46 – RUANG TUNGGU SIDANG

    Perjalanan ke pengadilan agama menempuh waktu 45 menit. Mereka memasuki lobby gedung pengadilan agama yang mulai padat pengunjung. Loket pendaftaran gugatan, loket pengambilan akta cerai. Dan loket pendaftaran sidang.Kedatangan mereka menarik minat perhatian orang-orang di sana. Postur tubuh dan wajah Orion Petralis sebagai warga negara asing juga dua pengawalnya yang berwajah dingin. Juga pengawal dari keluarga Herlambang yang diutus untuk mengawalnya.Pak Darwis melambaikan tangannya dari ruang tunggu sidang. Lintang melihatnya.“Di sana,” Lintang menunjuk, “Ayo.”Mereka bergegas ke arah Pak Darwis. Lintang dan Orion menyalami Pak Darwis.“Aku tidak menyangka Anda akan ikut hadir menemani Nona Maharani, Tuan Petralis,” Pak Darwis tersenyum.“Aku ingin menemaninya dalam hari

  • Swing Partner   BAB 45 – TO THE POINT 

    Lintang mengangguk. Dia berbicara dalam Bahasa Indonesia.“Orion Petralis bukan sekedar Petralis. Dia lebih dari itu. Itu sebabnya di klannya, dia menjadi pemimpin. Istilah mereka adalah sebagai kepala rumah tangga. Bisni skeluarga Petralis bukan hanya tentang shipping cargo saja. Ada banyak cabangnya. Itu sebabnya, Orion punya anak buah yang benar-benar bisa dipercaya untuk mempermudah mengawasi semua bisnis Petralis.”Kak Abdi mengerutkan keningnya.“Lebih terorganisir dari orang-orangku?”Lintang mengangguk.“Lebih profesional dan tahu apa yang harus dilakukan tanpa menunggu perintah detil dari kita.”Kak Abdi mengusap dagunya.“Sepertinya aku harus belajar banyak kepadanya,” Kak Abdi menatap Lintang, “Bagaimana cara timnya bekerja?”“Kakak lihat sendiri nanti saat timnya bekerja sama dengan timnya Kakak. Dia sudah tahu kok Ka

  • Swing Partner   BAB 35 – DEEP TALK

    Perjalanan menuju makam di mobil Orion sunyi. Orion membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri. Memberinya waktu untuk merenung dan berpikir. Memberinya kesempatan untuk membenahi pikirannya tanpa membebani dengan aneka obrolan yang dipaksakan harus ada demi sopan sant

  • Swing Partner   BAB 34 – TERUS MEMBAYANG

    “Maharani?” suara Orion terdengar berat tetapi menenangkan.“Ya?” dia yang berjalan di sampingnya menoleh.“Kau sudah tidak apa-apa? Kau sudah baik-baik saja?” Orion meneliti matanya.“Aku… sepertinya begitu,&rdqu

  • Swing Partner   BAB 31 – FOTO 

    Mereka makan setelah dia menyuruh pelayan untuk menyingkirkan kursi yang biasa diduduki Aldi jauh-jauh dari pandangannya. Dia juga memerintahkan untuk menurunkan dan membuang semua foto-fotonya bersama Aldi yang ada di ruang tengah.“Mengubur masa lalu?” Lintang t

  • Swing Partner   BAB 30 – SESAMA HATI PATAH

    Mereka semua berkumpul di ruang tengah. Dia duduk di sofa favoritnya, sayangnya, itu menghadap pada foto-foto prewed, saat memakai gaun pengantin juga foto-foto afterwed. Dia memejamkan mata sejenak. Mengatur nafasnya yang terasa sesak. Senyum dan tawanya terlihat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status