Beranda / Fantasi / Takdir sang Nona Pewaris / Bab 6 Menikmati Rasa Iri

Share

Bab 6 Menikmati Rasa Iri

Penulis: Nadira Dewy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-21 20:08:24

“Huek...” Suran tidak tahan, ia mual, namun beruntung suara para tamu di sana tidak akan membuat ada yang menyadari hal itu kecuali Wulien yang ada di belakangnya.

“Nona, apa anda baik-baik saja?” tanya Wulien panik.

Suran mengangkat tangannya, meminta agar Wulien tidak perlu khawatir dengan kondisinya.

“Tenang saja, aku baik. Aku cuma... seperti melihat anjing betina yang sedang birahi sampai terus mengibaskan ekornya.”

Wulien benar-benar tidak memahaminya, tapi dia juga tidak bertanya.

Suran akhirnya masuk ke dalam. Begitu sosoknya bisa dilihat dengan jelas oleh para tamu, sorotan pun langusng tertuju padanya seakan keberadaan Linira sudah tidak ada lagi artinya.

Pakaian Suran tentu lebih terlihat elegan, bahan pakaian yang dia gunakan juga terbuat dari bahan khusus yang semua produknya hanya diperuntukkan pada Suran seorang saja. Riasan wajahnya sederhana karena wajah Suran memang tidak membutuhkan terlalu banyak tambahan riasan.

Begitu Suran berdiri, tersenyum pada para tamu, semua yang ada di sana seolah tersihir, termasuk juga Luderin.

Pria itu memang menyadari kalau Suran sangat cantik, hanya saja status Suran yang sangat tinggi membuatnya selalu takut, dan ketakutan itulah yang sering membuatnya tidak tenang.

Linira mencengkram kalian pakaiannya sendiri. Dia benar-benar benci momen seperti ini. Padahal dia sudah berusaha sebaik mungkin agar terlihat cantik, menarik, dan tidak bosan dipandang mata. Tapi begitu Suran muncul, hal itu seperti menjelaskan bahwa usahanya benar-benar tidak ada artinya.

“Selamat datang, semua. Aku sebagai Nona pertama dan pewaris sah Hideria menyambut anda semua. Mari nikmati pesta ini,” ucap Suran yang membuat para tamu semakin kagum pada sosoknya.

Namun, tidak untuk Linira dan Luderin.

“Kenapa dia harus menyebutkan bahwa dia adalah Nona pertama dan pewaris keluarga Hideria? Dia sedang mempermalukan ku?” gumam Linira.

Suran tersenyum, dia tahu apa yang dipikirkan oleh dua orang munafik itu.

Luderin tersenyum, dia langsung mendekati Suran untuk berdiri di sampingnya. Ia juga mengulurkan tangan untuk bergandeng dengan Suran.

“Kau cantik sekali,” puji Luderin.

Suran pun tersenyum. Memikirkan apa yang terjadi sebelumnya, dia benar-benar kesal hingga berpura-pura tersenyum seperti sekarang adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan.

Di kehidupan sebelumnya, Suran yang bodoh itu tidak bisa menghindari nasib buruknya. Gara-gara kehilangan kesucian dan menanggung malu di depan banyak orang, dia terpaksa menerima pernikahan yang sangat merendahkan harga dirinya.

Tidak ada hantaran sebagai bentuk kesungguhan dari seorang pria kepada wanita, yang ada justru Suran yang menggelontorkan banyak sekali harta dari keluarga Hideria keada Luderin.

Semua itu Suran lakukan bukan hanya karena didesak oleh keadaan saat itu sudah tidak suci lagi, melainkan karena merasa bersalah pada Luderin, merasa telah mengkhianati pria itu, berharap harta keluarga Hideria dapat membuatnya terlihat tulus.

Namun, dia benar-benar terlalu naif hingga tidak bisa sedikitpun menyadari bahwa semua yang terjadi ini sudah diatur oleh mereka semua.

Untunglah bisa menghindari hal itu, namun sekarang Suran juga yakin bahwa Luderin dan Linira pasti akan mencari cara lain untuk menjatuhkannya.

“Hei, kenapa kau diam saja?” tanya Luderin, suaranya benar-benar lembut, dan hal itulah yang dulu sering membuat Suran merasa bahwa Luderin memang pria yang sangat pantas untuk semua pengorbanannya.

“Ah, tidak. Aku cuma merasa bahagia kau sudah kembali, dan sebentar lagi akan jadi pejabat istana,” ucapnya basa basi.

Luderin tersenyum, ia juga sudah sangat menantikan hari itu tiba. Bertahun-tahun hidup susah, dia yakin akan hidup sangat baik dan mewah ketika berhasil mendapatkan kedudukan nanti.

Dia bahkan sudah berniat menyombongkan diri kepada orang yang dulu menolak untuk membantunya.

Para tamu lain mendekat, menyapa Suran dengan sopan.

“Suran, terakhir kita bertemu di acara kedewasaan putriku. Sekarang putriku sedang kursus karena akan mengikuti seleksi istana. Mohon berikan dukungan untuk putriku Ashra,” ucap salah satu keluarga.

Mendengar itu, Suran pun tersenyum meski hatinya tidak. Seorang Bibi yang berdiri di hadapannya, ibu dari Ashra, dia juga salah satu anggota keluarga yang mengkhianatinya.

“Wanita tua ini... dialah yang yang mendukung Ailin sampai dia bisa melumpuhkan ku secara ekonomi di kehidupan sebelumnya. Tunggu saja, aku akan memberikan hadiah untukmu nanti,” batin Suran.

“Iya. Aku juga berharap Ashra bisa masuk ke istana,” ucapnya.

Masuk ke istana sebenarnya kata lain dari selir raja.

“Suran ku,” panggil Luderin, tersenyum.

Suran menatap tangan Luderin dengan ekspresi jijik untuk beberapa detik. Tepat saat dia dengan terpaksa akan menerima uluran tangan itu, seorang pelayan datang menghampiri.

“Nona, ada barang yang harus anda terima. Ini, katanya dari toko bulan biru.”

Semua yang ada di sana terkejut mendengarnya.

“Toko bulan biru? Itu kan toko kelas elit. Selain para raja dan petinggi negara, hampir mustahil bisa membeli barang dari toko bulan biru.”

“Hadiah itu... apa hadiah itu untuk Tuan Luderin?”

“Ya ampun, pria itu benar-benar beruntung.”

Luderin tersenyum karena dia yakin hadiah itu untuknya, dia sangat bahagia karena mampu membuat semua yang ada di sana merasa iri padanya.

Suran menerima kotak hadiah itu, dia langsung membukanya di depan umum yang semakin membuat semua tamu kagum.

“Itu kan... set peralatan tulis yang terbuat dari batu alam terbaik!”

Luderin menatap dengan tidak sabaran. Dia tahu benda itu sangat mahal. Ia pun bersiap mengambil hadiah itu. “Suran sayangku, aku suka hadiah darimu,” ucapnya.

Suran tersenyum, “Hadiah ini...”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 55 Kecurigaan Ailin

    Orang kepercayaan itu pun mengangguk. “Baik. Ngomong-ngomong, sepupu dari keluarga mendiang Nyonya Hideria mencoba mengirim pesan untuk anda.” “Pesan? Pesan apa?” “Saya dengar, beberapa bulan sebelum Tuan Hideria wafat, beliau memberikan keleluasaan bagi sepupu anda ingin datang, bahkan tinggal di kediaman Hideria. Ayah anda juga menyanggupi biaya hidup sepupu anda jika sepupu anda berniat untuk tinggal di kediaman anda,” ucap orang kepercayaan Suran. Gret... Suran mengepalkan tangannya, sadar bahwa semua yang diucapkan oleh orang kepercayaannya itu memang benar adanya. Dulu, ibu kandungnya Suran sangat menyayangi keluarga, apalagi anak-anak dari keluarganya. Bukan hanya sekali dua kali saja ibu kandungnya Suran ingin mengurus anak dari keluarganya karena takut Suran akan kesepian mengingat Suran adalah anak satu-satunya mereka. Namun, saat itu sepupunya itu masih kecil dan belum tahu betapa nikmatnya jika memiliki banyak harta. Suran juga sangat menginginkan memiliki sauda

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 54 Tentu Saja Siap

    Rey sontak bangkit, meraih dagu Suran, dan kini posisi wajah mereka benar-benar dekat. “Kau tidak boleh jadi milik siapapun!” Menggigit bibir bawahnya, Suran merasa tatapan mata Rey yang begitu dekat dengannya seolah memberikan tekanan yang begitu kuat. Tidak boleh jadi milik siapapun? Kalimat itu sebenarnya apa artinya? Pikir Suran. Rey menatap semakin dalam, saat itu pula lah Suran makin merasakan aneh di dalam hatinya. “Kau suka merendahkan dirimu sendiri ya? Kenapa kau jadi ingin menempatkan dirimu sebagai selir? Apa kau sangat frustrasi gagal menikah dengan pujaan hatimu sampai tidak lagi peduli dengan siapa yang akan kau nikahi?” tangan Rey, dia masih terlalu dekat membuat Siran menjauhkan dirinya. Rey menatap tangannya yang sudah tidak lagi menyentuh wajah Suran, lalu menjauhkan dirinya. “Bukan urusanmu, kenapa kau ikut campur? Lagi pula, menjadi selir atau apapun juga tidak akan mengubah statusku sebagai Hideria,” ucap Suran, tapi dia benar-benar tidak menatap

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 53 Tidak Boleh Dimiliki Siapapun

    “Suran!!!!” Ailin langsung bangkit, meminta untuk Linira tidak berteriak lagi. “Linira, pelan kan suaramu!” kesal Ailin, “masih bagus kita bisa tetap tinggal di sini, kau tidak mau hidup sengsara di luar kediaman ini, kan?” Linira mengepalkan tangannya, merasa kalau ibunya itu sangat tidak memahami bagaimana perasaannya. Padahal, dia sudah mengorbankan banyak hal untuk mencapai tujuannya, tapi sekarang semua pengorbanan itu seolah tak memiliki arti apapun, hancur begitu saja. “Suran tidak tahu kalau kau memang melakukan perselingkuhan dengan Luderin. Dia membawa berkas pemeriksaan ke hakim istana karena ingin kau mendapatkan keadilan, mengira kau dijahati orang di luar sana sampai jadi seperti ini,” ucap Ailin, tegas. Linira tentu saja masih tidak bisa menerima alasan itu. Bagaimanapun, rencananya benar-benar sudah gagal. Namun, begitu kembali memikirkan hal itu tiba-tiba sajadahnya mengernyit. “Bu, apakah terkuaknya semua ini di hadapan banyak orang?” Ailin tentu

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 52 Sebuah Fakta

    “Ah, ini belum seberapa. Kau akan lihat seberapa teganya aku setelah ini.” “A–apa lagi maksud mu?” tanya Luderin, tapi anehnya dia benar-benar merasa sangat tertekan dan waspada. Suran tidak memberi jawaban, ia hanya tersenyum karena apa yang akan terjadi pada Luderin nanti tentu saja sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh pria itu. “Aku tidak akan menemui mu lagi setelah ini, jika bertemu di jalan, lebih baik kau berpura-pura saja tidak melihatku juga tidak mengenal ku. Kalau kau masih saja mengganggu ku, maka aku tidak akan segan untuk memberi pelajaran padamu,” ucap Suran, itu juga bagian dari mengancam dan jelas tidak main-main. Luderin memang sangat marah, tapi mana mungkin dia berani untuk banyak bicara kalau ada pedang yang siap menebas lehernya. Ibunya Luderin pun merasakan kesalnya, tapi juga sama-sama harus menahan diri. Suran meninggalkan tempat itu, masuk ke dalam tanpa ingin melihat Luderin sedikitpun. Rey juga ikut masuk setelah Wulien. “Brengsek!!!” mak

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 51 Yang Sebenarnya

    “Jangan sembarangan! Luderin itu pria terhormat, mana mungkin melakukan hal itu?!” balas Ibunya Luderin. “Terhormat? Hahaha...!” Suran menutup mulutnya, kali ini dia benar-benar tidak tahan untuk tidak tertawa. Luderin dan Ibunya benar-benar terlihat bingung, tapi juga memiliki firasat buruk. Wulien juga sama, dia terasa meskipun tidak sekeras Suran. “Suran, kenapa kau tertawa? Aku... aku tidak paham. Kau tidak percaya lagi padaku?” tanya Luderin. Sejenak menenangkan diri agar tidak terus tertawa, akhirnya Suran bisa bicara lagi serius sekarang. “Luderin, mau sampai kapan kau dan keluargamu menganggap ku bodoh? Kau tahu tidak kenapa sampai sekarang kau masih tidak paham bagaimana aku? Kau lah yang bodoh, bukan aku.” Luderin dan Ibunya saling menatap, mulai merasa curiga kalau pada akhirnya dia dan Suran memang tidak bisa menikah. “Bukti perselingkuhan mu dan Linira sudah terbukti, kau mau apa lagi? Tidak usah berpura-pura seolah aku ini sangat mencintai mu hingga

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 50 Pria Terhormat

    Ibunya Luderin langsung berekspresi sinis. “Kenapa aku harus jual milikku? Kita tidak boleh melakukan itu, semua itu penting bagi Ibu.” Luderin menatap marah, “Jangan banyak omong kosong, cepat lakukan saja!” Perdebatan itu terus berlangsung. Ibunya Luderin ingin mempertahankan barang-barang miliknya yang berharap, yang dia anggap sudah menjadi milik pribadinya meski dia sendiri juga tahu dengan cara apa semua benda itu akhirnya sampai ke tangannya. “Bu, kalau ibu masih saja ngeyel, yang akan sulit bukan cuma aku, tapi Ibu juga pasti akan lebih kesulitan. Coba pikirkan lagi, aku mungkin masih bisa menikah dengan Suran, atau minimal dengan wanita lain yang sedikit berada jadi aku bisa tinggal dengannya. Lalu Ibu?” Ibunya Luderin terdiam, dia memikirkan semua yang harus dilakukan tanpa mengeluarkan uang sedikitpun, terutama menjual barang-barangnya. “Ibu akan datang ke rumah Suran. Siapa tahu dia masih mau menikah denganmu. Kalau menikah dengan Suran sekarang sudah tidak mun

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status