Se connecterAkibat perselingkuhan yang dilakukan oleh istri dan sahabatnya, membuat Arya menyimpan dendam di hatinya dan bersumpah akan membalas perbuatan istri dan sahabatnya, adalah Jasmin, gadis berusia 21 adik dari sahabat yang merebut istrinya harus ikut terseret dalam pusaran dendam Arya terhadap Maya, sang istri. Jasmin di nikahi Arya hanya untuk dijadikan alat balas dendamnya saja, bagaiamana kisah selanjutnya? Ikuti terus ceritanya. *Bijaklah dalam memilih bacaan, karena mengaandung banyak unsur dewasa!
Voir plusSudah tiga hari semenjak tugas yang belum terselesaikan itu, Vika benar-benar dibuat sibuk,bahkan untuk membalas chat dari Angga pun perlu waktu yang lama untuk Vika membalas.
Gadis bernama lengkap Avika Putri itu tiba dikampus sekitar jam sebelas siang masih ada waktu untuknya bertemu Angga sebelum kelas dimulai lima belas menit kemudian.
Gadis yang berkulit putih itu tampak anggun mengenakan warna pink soft. Rambutnya yang panjang diikat ekor kuda, sederhana tapi justru terlihat manis dan menggemaskan.
Angga yang menyadari kedatangan Vika langsung beranjak dari tempat duduk yang dia tempati, Vika sedikit terkejut karena melihat Angga duduk bersama seorang wanita, Tak butuh lama dia langsung menyapanya.
"Angga maaf ,dari kemarin pegang ponsel hanya buat cari materi,aku dapat tugas banyak banget dari pak Riki, jadi blas chat kamu lama"
"Gak apa-apa kok,aku ngerti memang pak Riki agak rewel soal tugas, ya udah Vik, duduk yuk abis ini kelas akan di mulai". Vika hanya mengangguk dan langsung mengikuti langkah Angga.
Tanpa mereka sadari Pak Riki sudah didepan pintu, pria itu memang terlihat kaku tapi sebetulnya dia sangat menarik, senyumnya pun manis, banyak siswinya yang diam-diam suka cari perhatian dan tebar pesona. Tapi sayang auranya yang kaku sedikit membuat para gadis itu takut,, tak jarang juga ada yang terang-terangan menyatakan cintanya dan minta dinikahi langsung olehnya.
Sepuluh menit sudah materi dibahas tapi mata Pak Riki tetap saja fokus ke Vika, hingga membuat Vika salah tingkah. Hingga materi berakhir dan Pak Riki memanggilnya.
"Tugas yang saya beri masi bnyak yang harus direvisi, jangan buat saya menambah tugas kamu, fokus selesaikan tugas dengan baik jangan habiskan waktu sia-sia apalagi dengan laki-laki yang sama sekali tidak membantumu menyelesaikan tugas". Vika menunduk dan menatap diam-diam pak Riki.
Apa ada hubungan tugas sama laki-laki? oh dasar bisanya cuma nyuruh-nyuruh aja, dalam hati vika tapi tak ada yang bisa dia ucapakan selain iya pak saya akan selesaikan secepatnya.
Sementara Angga menunggunya di parkiran motor,tak lama Vika datang dan mereka pergi untuk makan siang.
"Vik, aneh baget pak Riki kenapa tugasnya cumak buat kamu aja ya,? Vika menggeleng dan langsung mnyelanya " entahlah mungkin dia benar-benar gak suka sama aku mangkannya cari-cari alasan, yaudah lah aku pasrah aja, tugasnya gak sulit kok cumak menyita waktu aja, gak apa-apalah penting itu tidak berpengaruh sama nilaiku,"
Angga sebenernya cuek,tapi belakangan merasa aneh dengan sikap pak Riki yang dinilainya terlalu berlebihan..
Tiiiiit,,,,,,,Suara panjang terdengar dari alat monitor jantung yang terpasang di dada Arya, garis horizontal panjang juga tampak di layar monitor, menandakan jika tidak ada lagi pergerakan pada jantung pasien.Dokter di temani beberapa perawat datang ke ruangan itu untuk memeriksa keadaan Arya, setelah mereka susah payah menyaret keluar Maya yang tidak mau beranjak dari sisi ranjang suaminya sambil terus meraung-raung, namun Jasmin sepertinya tidak sekejam itu, dia merasa tidak tega melihat Maya yang sepertinya begitu terluka, dia meraih pundak Maya dan mencoba menenangkannya."Aku tau ini tidak mudah untuk mu, tapi kita harus percaya,,, apapun yang menjadi takdir Tuhan, itu pasti yang terbaik," ujar Jasmin mencoba menenangkan meski nyatanya Maya tidak menghiraukan kata-katanya dan masih tetap meraung-raung di depan pintu yang kini tertutup.Tidak sampai lima menit kemudian, para petugas medis itu keluar dari ruangan Arya, mereka menyampaikan be
Langkah Jasmin terasa berat, perasaannya gamang saat kakinya menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan dimana Arya dirawat."Tenangkan diri mu, aku hanya tidak mau kamu menyesal jika ternyata Arya tidak dapat bertahan dan belum medapatkan maaf dari mu. Sudah waktunya kamu melepaskan dan mengikhlaskan semuanya." ujar Niko.Tidak ada sepatah kata pun keluar dari bibir merah Jasmin yang kini hanya berjalan dengan pandangan matanya yang terus saja tertuju pada ubin rumah sakit, pikirannya terasa tidak menentu, memikirkan apa yang akan di katakannya saat berada di hadapan Arya nantinya."Ini ruangannya, kamu mau masuk sendiri atau aku temani?" tanya Niko menghentikan langkahnya tepat di depan pintu salah satu ruang rumah sakit yang bertuliskan ICU.Terlihat juga Maya berdiri di samping kanan pintu, matanya sembab dan lingkaran hitam di bawah matanya tampak sangat jelas, bisa dipastikan jika wanita itu pasti tidak tidur dalam beberapa hari terakhir in
"Anak mu memang tidak bersalah, namun kau yang bersalah! Seharusnya kau tidak menikah dengan Arya, seharusnya kau tidak usah lagi muncul di kehidupan kami, lihatlah,,, kehadiran mu membuat rumah tangga kami menjadi hancur, dia ingin kembali mengejar mu, dan ingin meninggalkan ku! Kau sialan!" maki Maya pada Jasmin sambil mendorong Nirel dengan penuh emosi ke arah luar pagar pembatas, membuat Jasmin akhirnya tidak kuasa menyaksikan semua itu dan dia menjerit histeris dibuatnya. "Nirel,,, tidak,,,!!" jerit Jasmin terdengar pilu.Namun tanpa di duga Arya justru berlari secepat kilat menangkap tubuh mungli Nirel yang hampir saja terlempar dari pagar pembatas balkon, membuat Maya semakin di kuasai emosi karena merasa suaminya lebih membela Jasmin, bahkan rela mengorbankan apapun demi anak mantan istrinya itu."Sialan kau Arya, masih saja kau membela dia, kenapa selalu dia,,, dia,,,dan dia, aku memang bersalah, tapi tidak seharusnya aku di perlakukan tidak adil
Bugh,,,,Pukulan telak yang mengenai wajah Arya itu membuat pandangan Arya sedikit kabur akibat kecangnya tinju yang di layangkan Niko, beruntung dia hanya terhenyak ke sandaran jok mobil yang empuk, jika itu terjadi di luar mobil, ceritanya akan lain, mungkin dia akan tersungkur di tanah."Apa-apaan ini?" teriak Arya kesal, sambil memegangi hidungnya yang kini mengeluarkan darah segar akibat pukulan Niko.Rupanya tinju Niko tepat mengenai tulang hidung Arya sehingga seketika cairan merah kental itu mengalir dari kedua lubang hidungnya."Dimana Nirel? Kembalikan dia pada kami!" geram Niko dengan tangannya yang mencengkeram kasar bagian kerah baju Arya."Nirel? Apa maksud mu? Kenapa kau menanyakannya pada ku? aku bahkan baru saja sampai ke tempat ini!" Arya menyingkirkan tangan Niko dari hadpannya."Ini--- kau yang mengirimkan pesan ini pada kami bukan? Jika bukan kau, siapa lagi? Mengapa kau tidak pernah puas menyakiti ku? Bukank
Arya berjalan dengan penuh percaya diri, seperti tak pernah ada konflik besar di antara mereka semua, Arya bahkan melemparkan senyuman hangatnya pada semua orang yang berada di ruangan itu, dimana hampir semua orang disana hanya bisa fiam terpaku, tiba-tiba mereka merasa kaku bahkan hanya un
Menjelang malam Jasmin baru sampai di rumahnya, setelah tadi dia puas berjalan-jalan dan wisata kuliner dengan 'kekasih barunya' yang mungkin sebentar lagi akan menjadi calon suaminya, jika kedua orang tuanya memberi ijin padanya untuk menikah muda.Kalaupun kedua orang tuanya tak setuju
Jasmin masih menunduk di hadapan Arya, dia tak tau harus menyikapi pernyataan cinta dan lamaran pria itu yang terkesan tiba-tiba."Jasmin, seperti yang kamu tau, usia ku sudah tak muda lagi, aku seusia dengan abang mu, tahun ini aku menginjak 30 tahun, jadi bagi ku sudah bukan saatn
"Hai, Kak Arya!" Seorang gadis cantik menggerak-gerakan telapak tangannya di hadapan wajah Arya yang pandangannya terarah jauh ke depan, namun kosong entah kemana."Ah sorry, Kau sudah besar sekali Jasmin, terakhir bertemu dengan mu saat dulu aku menikah dengan ---" Berat rasanya sa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires