مشاركة

Bab 7

مؤلف: CAHAYA HATI
last update تاريخ النشر: 2026-02-07 01:42:04

Suara tawa Gala yang ceria dan sedikit menggema memenuhi ruang keluarga, membuat suasana jadi hangat dan hidup. Bocah kecil itu duduk bersila di lantai, matanya berbinar-binar menatap layar televisi yang menampilkan filem kartun warna-warni. Sementara tangan mungilnya sesekali menunjuk ke arah layar, seolah ingin berbagi kegembiraan dengan Senja yang duduk di sampingnya. Senja tersenyum lembut, matanya menyorot penuh kasih pada wajah polos keponakan nya yang tengah larut dalam keceriaan masa kecilnya.

Tiba-tiba, dari arah ruang makan, sosok Bi Atun muncul dengan langkah ringan. Wajahnya yang tampak mulai keriput tersenyum ramah saat menyapa, "Permisi Non Senja dan Den Gala, sudah ditunggu tuan di meja makan untuk makan malam bersama." Suaranya hangat, membawa rasa nyaman khas seorang pengurus rumah tangga yang sudah seperti keluarga sendiri.

Senja mengangguk sopan dengan senyum yang mengembang, membalas dengan suara tenang, "Iya, Bi. Terimakasih." Wajahnya tetap cerah, menandakan hubungan hangat antar mereka. Bi Atun pun membalas anggukan kecil sebelum kembali ke dapur.

Senja beranjak dari tempat duduknya, lalu menatap Gala dengan penuh kelembutan. Sorot matanya yang teduh dan senyum manisnya seakan mengajak Gala untuk mengakhiri waktu bermain dan bersiap menyambut kebersamaan di meja makan. "Ayo kita makan malam dulu, Papa Gala, udah nungguin di meja makan," ucapnya pelan namun hangat.

Gala menoleh, wajahnya yang sebelumnya ceria kini sedikit enggan beranjak, tapi dengan suara kecil yang penuh hormat, ia menjawab, "Iya, aunty." Perlahan bocah itu berdiri, menggandeng tangan Senja berjalan menuju meja makan.

Sky sudah duduk di kursi meja makan dengan senyum lembut yang mengembang di bibirnya, matanya berbinar menyambut kedatangan Gala yang berlari kecil menuju meja makan. "Ayo kita makan malam dulu, sayang," ujarnya sambil mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan kecil putranya.

Gala menatap ayahnya dengan sorot mata ceria yang jarang terlihat akhir-akhir ini, "Iya, Pa," jawabnya penuh semangat, seolah beban kesedihan yang selama ini membayangi lenyap sejenak.

Sejak kehadiran Senja, aunty yang baru datang, ada secercah kebahagiaan yang perlahan mengisi hari-hari Gala. Bocah itu bahkan tak lagi bertanya tentang ibunya yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya, wajah murungnya tersamar oleh tawa kecil dan rasa nyaman yang mulai tumbuh.

Senja duduk di sebelah Gala, dengan perasaan sedikit canggung. Dia merasa segan pada kakak iparnya, apalagi sejak kedatangan nya, Sky tampak selalu memasang wajah datar dan dingin. "Aunty suapin Gala makan, ya?" Suara Gala, berhasil memecah keheningan di meja makan.

Senja menatap teduh wajah tampan sang keponakan. "Iya, sayang. Gala mau makan pakai apa?" tanya Senja dengan suara lembut penuh perhatian.

Gala menjawab cepat, "Pakai ayam goreng dan sayur," ucapnya dengan suara ceria yang mengalir tanpa beban. Senja mengangguk sambil menyiapkan piring kecil berisi makanan yang Gala minta, menata potongan ayam goreng renyah dan sayur hijau yang segar.

"Pakai ini aja makannya?" Tanya Senja, sambil menunjukan piring berisi nasi, sayur dan ayam goreng.

"Iya aunty, pakai itu aja." Jawab Gala.

Senja mulai menyuapi Gala makan dengan telaten, terlihat sangat sabar meladeni setiap cerita dan pertanyaan dari bocah tersebut. Diam-diam, Sky tersenyum tipis memperhatikan putranya yang tampak bahagia, dia pun merasa kagum pada adik iparnya.

Menurut Sky, meskipun Senja belum menikah dan memiliki anak, namun dia sudah sangat pandai mengurus anak. Sangat bertolak belakang dengan kakaknya Lena, istrinya itu sangat egois, lebih mementingkan karir di bandingkan mengurus anak sendiri.

"Gala kenapa nggak makan sendiri?" Tanya Sky, pada putranya. "Aunty Senja kan mau makan juga." Lanjutnya lagi.

Gala langsung menoleh pada Senja, seolah meminta jawaban dari aunty nya itu. "Gala makan aja dulu ya, aunty nanti aja makannya setelah selesai menyuapi Gala." Ujar Senja, menjelaskan.

"Gala makan sendiri aja, aunty ambil makan, kita makan bareng." Ucapnya memasang wajah polos.

"Nggak papa kok aunty suapin Gala makan dulu, aunty nanti bisa makan bareng Bibi dan sus Rini. Sekarang habiskan makan Gala, ya. Ini tinggal sedikit lagi biar aunty suapin."

"Iya, aunty." Jawab Gala, patuh.

Sky tau jika adik iparnya merasa canggung, ia pun segera beranjak dari ruang makan hendak menuju balkon kamarnya untuk merokok. "Habisin makan Gala ya, papa mau ke kamar duluan. Selesai makan langsung ke kamar istirahat, Gala boleh tidur di kamar papa kalau mau." Ujar Sky sebelum pergi meninggalkan meja makan.

"Iya, Pa. Tapi nanti Gala mau tidur di temani aunty Senja aja, papa mau ikut sekalian tidur sama Gala dan aunty? Kita bisa tidur bertiga di kamar Gala, muat kok." Ucap bocah tersebut dengan polosnya.

Seketika itu, Senja langsung tersedak air liur nya sendiri. Dia terkejut dan malu mendengar apa yang baru saja di ucapkan keponakan nya itu. "Gala jangan bicara seperti itu, kita tidak boleh tidur bertiga." Bisik Senja, lirih.

Gala mengerutkan keningnya, kemudian menjawab. "Kenapa tidak boleh aunty? Gala pernah kok tidur bertiga sama mama dan papa, di kamar Gala."

Senja menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia bingung bagaimana harus menjelaskan pada keponakannya yang belum tau apa-apa. "Gala... b_buka muat atau tidak nya tidur di kamar Gala, hanya saja kalau tidur bertiga sama papa dan aunty itu emang tidak boleh. Pokoknya Gala jangan tanya kenapa lagi ya, suatu saat pasti Gala bakalan ngerti. Ya udah sekarang habisin makanan nya ya, habis itu istirahat udah malam, besok pagi kan Gala harus berangkat ke sekolah."

"Iya, aunty." Jawab Gala, nurut.

Berbeda dengan respon Senja, Sky justru mengulum senyum samar, lalu pergi menuju ke kamar nya yang ada di lantai atas.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   56

    Pukul tujuh malam, ruangan makan di rumah mewah milik Sky sudah dipenuhi suara riuh rendah keluarga yang tengah berkumpul. Di meja panjang, piring-piring berisi lauk tersusun rapi. Semua anggota keluarga sudah duduk rapi, kecuali Lena yang hingga kini belum juga pulang ke rumah. Entah dimana keberadaan wanita itu saat ini, dia selalu mengabaikan tugas nya sebagai seorang ibu dan istri. Meski demikian, suasana meja makan tetep terlihat normal, seolah-olah sudah terbiasa tanpa kehadiran nya.Senja dengan sigap menghidangkan makanan untuk Sky dan Gala, ayah dan anak yang menjadi pusat perhatian malam itu. Ia tersenyum lembut, matanya berbinar saat melihat Gala yang begitu antusias menatap piringnya. Bu Asih, yang sebelum nya protes saat Senja melayani kakak iparnya Sky, kini tampak mulai terbiasa menyaksikan pemandangan itu. Ia duduk di sebelah Gala dengan tenang, mengisi piring nya sendiri. Sebenarnya Senja hendak melayani ibunya juga, tapi Bu Asih menolak halus, menyuruh Senja fokus m

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 55

    Selesai melaksanakan akad nikah, Senja dan Sky langsung bergegas pulang ke rumah. Saat ini mereka sudah berada di perjalanan pulang yang terasa sunyi, hanya deru mesin mobil yang mengisi ruang di antara mereka. Senja menatap lurus ke depan, wajahnya tampak tegang dan tatapan nya gelisah, menahan gelombang kecemasan yang mulai menguasai. Jantungnya berdebar tak karuan, bayangan kakaknya yang garang dan ibu yang penuh pertanyaan menggerayangi pikirannya. Tangan yang sebelumnya gemetar kini saling bertautan di pangkuan.Sky, yang duduk di sampingnya, merasakan kegelisahan itu. Tanpa ragu, tangannya meraih tangan Senja dan menggenggamnya erat, memberi kekuatan yang tak terucap. Matanya menatap Senja dengan penuh ketulusan, seolah ingin menyampaikan bahwa Senja tidak lagi sendirian. "Kamu tidak perlu takut, sayang. Ada aku di sini. Kita akan hadapi semuanya bersama," bisiknya lembut, suaranya hangat dan menenangkan.Senja menoleh sebentar, menatap mata Sky yang tenang itu, dan perlahan ia

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 54

    Saat ini Sky dan Senja sudah berada didalam mobil, mereka baru saja cek out dari hotel mewah. Sky mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, menggenggam setir dengan mantap, matanya sesekali menyapu jalanan yang cukup padat, lalu menoleh ke arah Senja yang duduk di sampingnya. Wajah Senja tampak tegang, bibirnya bergetar pelan seolah menahan gelombang kecemasan yang sedari tadi menggerogoti hatinya. Matanya berkaca-kaca, memancarkan campuran rasa takut dan keraguan yang sulit disembunyikan.Menyadari itu, Sky meraih tangan Senja dan menggenggamnya erat, jari-jarinya mengunci dengan penuh kehangatan. Suaranya lembut namun penuh keyakinan. "Tidak perlu takut, Sayang. Ada aku yang akan selalu melindungi kamu."Senja menundukkan kepala sejenak, lalu mengangguk kecil, napasnya yang tadinya tersendat mulai sedikit mereda. Namun, ketegangan itu masih mengendap di matanya, seakan bayangan masa depan yang belum pasti dan kemarahan dari ibu dan kakak nya terus membayangi pikirannya. "Aku udah

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 53

    Bu Asih berjalan mondar-mandir di ruang tamu rumah menantu dan anak nya dengan langkah tergesa dan wajah penuh kecemasan. Matanya yang mulai berkaca-kaca terus menatap ke arah pintu depan, berharap segera melihat sosok Lena, Senja dan menantunya Sky yang belum juga pulang sejak tadi malam. Setiap detik yang berlalu seperti menambah beban di dadanya, membuat napasnya terasa sesak."Ini mereka pada kemana sih? Kenapa sampai pagi ini belum pada pulang juga, di hubungi tidak bisa... semoga saja tidak terjadi sesuatu pada mereka semua," gumamnya pelan, suaranya nyaris tersendat oleh rasa takut yang menghimpit hatinya.Di sudut ruangan, pintu kamar terbuka perlahan. Gala, cucu kecilnya yang baru bangun tidur, melangkah keluar dengan mata yang masih sembab dan rambut acak-acakan. Bocah itu menatap sang nenek dengan wajah polos penuh tanya. "Nenek..." Sorak nya dengan nada ceria, tadi malam ia tidur bersama sang nenek. Gala berlari kecil menghampiri nenek nya, kemudian bertanya. "Nenek lagi

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 52

    Sinar lembut matahari pagi menembus celah jendela kamar hotel, menari di atas tumpukan selimut yang kusut akibat aktivitas panas yang terjadi tadi malam. Senja terbaring di ranjang itu, tubuhnya terasa lelah dan remuk. Perlahan, kelopak matanya berkedip, berusaha menangkap cahaya yang menusuk retina. Kepala Senja berdenyut nyeri, seakan ada badai kecil yang mengamuk di dalamnya. "Ssttt... aduh, kenapa pusing banget?" gumamnya dengan suara serak, bibirnya meringis menahan sakit yang menggelayuti. Tiba-tiba, rasa perih yang tajam menjalar di area paling pribadi sampai membuatnya menahan napas, wajahnya berkerut kesakitan. Pandangan Senja mulai menjelajah sekeliling ruangan yang terasa asing, ia sadar jika ini bukan lah kamar nya. "I_ini aku ada dimana?" Gumamnya dalam hati. Memori samar-samar malam tadi mulai mengintip dari sudut pikirannya, terpecah menjadi potongan-potongan kabur dan desahan yang menggema di ruangan itu. Senja menekan pelipisnya, mencoba menyusun kembali kejadian

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 51

    Lena sudah kembali menghampiri Ronald, senyumnya dipaksa mengembang saat menghampiri kekasihnya itu. "Maaf ya Mas, kamu nunggu lama. Tadi perut aku sakit banget," cicitnya beralasan.Ronald mengagguk kecil, bibir nya tersenyum tipis. "Nggak apa-apa sayang, yang penting sekarang kamu sudah kembali." Jawabnya dengan nada santai.Ronald menarik lembut tubuh Lena, membawa kekasih gelapnya itu dalam dekapannya. "Ayo kita lanjutkan dansanya," ajak Ronald. Lena langsung mengangguk setuju meski suasana hatinya saat ini tengah badmood setelah kejadian tadi.Ronald memeluk erat pinggang Lena, sesekali menciumi bibir wanita itu. Lena tidak menolak, namun tidak membalas juga seperti sebelumnya. Bayangan suaminya yang lebih membela Senja terus memenuhi pikirannya, membuat nya tampak kurang bergairah.Ronald dapat merasakan perubahan Lena, bukannya kecewa atau kesal... pria itu justru tersenyum tipis seolah-olah tengah menikmati permainan yang paling seru di dunia.Sky sudah menghabiskan jusnya, ia

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status