LOGINKonyol membayangkan harus membawa makanan terbuang yang dipungut dari bak sampah di kamar Nightroe, lalu memasukkannya ke dalam plastik untuk dipindahkan ke tempat lebih layak—agar tidak menimbulkan kekacauan jika pria itu sampai mengetahui kebenaran di antara mereka.
Svanna tak ingin membahayakan siapa pun lagi. Cukup Elisabeth dan sedikit bersyukur bahwa wanita paruh baya itu terlihat baik – baik saja ketika mereka tidak sengaja bertemu, yang juga sempat bertanya mengenai luka di len“Tadi, kulihat kau tidak mengenakan dress ini ketika berjalan masuk lewat halaman belakang?” Russol Sullivan meneruskan, sesuatu yang jelas membuat Svanna secara naluriah menunduk. Menatap penampilannya. Ini seharusnya tidak terlalu buruk. Hanya sedikit menghadapi kebocoran kecil dan bukan perkara besar sekadar melewati suasana di antara mereka, yang diliputi semacam ketenangan singkat. “Ada insiden kecil di luar, Papa. Jadi, aku harus mengganti pakaian.” Svanna tersenyum tipis, berharap peristiwa terdahulu tidak meninggalkan banyak kecurigaan. Amelia mungkin akan menghadapi masalah tak terduga, andai sampai Russol Sullivan—paling tidak—mengetahui siapa dalang di balik penampilannya yang rusak. Itu bukan hal penting untuk dibicarakan. Svanna tidak ingin melibatkan pertumpahan darah. Sedikit mengerti bahwa seperti inilah kehidupan yang sedang dia dan ayahnya hadapi. Barangkali akan menunggu kapan Amelia beritikad baik; tidak berbuat ulah dan prospek relatif lainnya.
“Anda benar – benar cantik.” Komentar Alina mendadak meninggalkan keraguan di benak Svanna sekadar melangkahkan kaki keluar kamar. Dress pemberian Russol Sullivan memiliki beberapa bagian terbuka dan benar – benar memperlihatkan area punggung, apalagi bagian dada yang cukup rendah. Dia tidak terbiasa harus memulai sesuatu yang bahkan tidak begitu diketahui. Bertanya – tanya apakah nanti kehadirannya akan membuat semua orang tidak nyaman? “Kau yakin tidak apa – apa seperti ini?” tanya Svanna memastikan. Dia sedikit ingin menolak saat Alina meminta izin untuk mengikat sebagian rambutnya, tetapi tidak ada kata terungkap ketika semua berakhir seperti yang sedang mereka perhatikan; pantulan di dalam cermin. Lekuk tubuh terlihat cukup jelas. Svanna takut membayangkan bagaimana reaksi Nightroe nanti. Apakah pria itu akan marah dan terus menganggap dia seperti jalang? “Saya sangat yakin, Ms. Tuan Sullivan pasti akan bangga saat melihat dress pemberian darinya begitu sempurna
“Anda yakin akan mengenakan dress ini, Ms? Apakah nanti tidak melukai perasaan Tuan Russol Sullivan, karena beliau sendiri yang menyiapkan dress khusus untuk Anda?” Perhatian Svanna menyorot pantulan wajah Alina di depan cermin. Dia yakin tidak ada yang salah dari dress satin dan sentuhan polos miliknya. Mungkin memang perlu melakukan beberapa hal untuk diselesaikan. Sebagai ganti, dress pemberian Russol Sullivan akan dibawa bersama mereka, termasuk Alex yang akan menyetir nanti. Svanna berencana mengembalikan dress tersebut kepada ayah mertuanya untuk beberapa alasan yang dia rasa masih bisa diterima dengan baik. “Kau tenang saja. Ayah Nightroe akan mengerti kalau aku tidak terbiasa dengan hal – hal seperti ini,” ucap Svanna sambil tersenyum tipis. Benar, paling tidak, sesuatu dalam dirinya masih butuh adaptasi serius. Russol Sullivan akan mengerti—tanpa berusaha memaksakan kehendak. Pria paruh baya itu tidak seperti Nightroe. Suatu hal yang akhirnya Svanna sadar
“Ms, apa Anda di dalam?” “Barang – barang pemberian tuan besar Sullivan tertinggal di luar. Saya membawakannya untuk Anda.” Svanna berulang kali mengerjap saat suara Alina dari luar menarik seluruh perhatiannya ke permukaan. Tidak dimungkiri, perlu waktu beberapa saat sekadar memahami situasi di sekitar. Masih dengan kamar dan ranjang yang sama. Dia tidak pernah sadar bahwa akan tertidur, kemudian terbangun dengan keadaan cukup kacau; rambut teracak berantakan, demikian pula matanya terasa panas membengkak. “Ms?” Lagi. Suara Alina seakan benar – benar mendesak Svanna supaya mengambil tindakan dengan cepat. Dia terkesiap—menyadari satu tindakan yang terlupakan. Nightroe merobek kain – kain yang merekat di tubuhnya. Dia belum sempat melakukan apa pun untuk itu. “Tunggu sebentar,” sambil setengah berteriak, Svanna segera menginjakkan kaki di permukaan lantai kamar. Dia harus berpakaian, setidaknya. Berjalan secara tentatif ke arah lemari, lalu mengambil ap
Barangkali bukan apa – apa, selain kebencian yang dilingkupi sebuah ciuman .... Svanna meringis merasakan Nightroe menyerahkan gigitan kasar di bibir bawahnya. Sekarang dia mungkin menemukan jawaban. Hanya sekadar hukuman. Nightroe menghukumnya terhadap sesuatu yang masih menggantung di antara mereka. Apa yang dia harapkan dari kebencian yang masih menyala – nyala? Percuma. Tidak ada tempat untuk melarikan diri. Svanna bahkan hampir kehabisan pasokan udara. Sedikit bersyukur bahwa Nightroe mengerti situasi yang dia hadapi. Namun, itu tidak bertahan lama ketika pria tersebut kembali melakukan hal sama. Melumatnya, kemudian menyingkirkan sentuhan tangan yang secara naluriah hampir dia berikan—hampir menyentuh wajah suaminya. Napas Svanna tercekat ketika Nightroe mengangkat tubuhnya. Dia tidak bisa menyangkal, butuh pegangan dan bahu lebar Nightroe adalah satu – satunya ruang terbaik untuk tidak membuat situasi di antara mereka terasa kacau. Alarm
Mimisan—lagi ....Svanna tidak mengerti kata mana yang perlu dia garis bawahi. Ingin sedikit mengambil tindakan, tetapi sepertinya Nightroe sudah kembali pada setelan awal walau pria itu harus tertatih menjulang tinggi di hadapan Russol Sullivan.Ayah mertuanya benar. Cairan merah kental merembes dari hidung Nightroe, sementara tangan kasar itu berusaha menghentikan bentuk pendarahan di sana. Tidak ada satu pun kata terungkap dari mulut Nightroe. Mata sapphire pria tersebut hanya menatap tajam Russol Sullivan dan ... ke arahnya secara bergantian.Svanna menelan ludah kasar ketika Nightroe berjalan hampir sempoyongan menuju kamar. Hening seketika menjebak pekat antara dia dan Russol Sullivan. Tidak tahu apa yang bisa Svanna katakan. Benaknya bertanya – tanya apakah ada situasi tertentu lainnya yang membuat Nightroe harus kesakitan menyentuh kepala pria itu sendiri?“Apa yang terjadi kepada Nightroe?”Pada akhirnya, Svanna tak bisa menahan diri lebih lama. Memutuskan untuk mengajukan pe
“Kau pikir aku melindungi-mu?”Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi mengg
Laut Mediterania sering kali menjadi objek penantian di benak Svanna. Tenang; permukaan yang berkilau di bawah siraman cahaya matahari; dan bagian paling mengesankan adalah sapuan angin—terasa menampar wajah merupakan gambaran paling berharga—membuat dia merasa lebih betah, walau tidak dapat meng
“Apa yang membuatmu sampai berpikir aku mengatakan kebohongan?” Svanna berbalik tanya. Cukup yakin ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang merompak kebenaran di antara mereka dan tampaknya informasi di puncak kepala Nightroe diseludipi oleh kebohongan ganjil. “Apa yang kau harapkan? Kau berpik
“Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar







