LOGINThe Aragon''s are slowly crashing down from its wealth because of the recent issues being thrown at them, and in order to survive, the youngest Aragon—which is Elizabeth Aragon needed to marry someone from the elite class to stop their downfall and also control the circulating news about them. But, marrying someone isn't easy. Lalo na kung best friend mo pa ang kailangan 'mong pakasalan, at agawan ng masayang relasyon sa iba.
View MoreLaki-laki bertubuh atletis berkulit putih tinggi sekitar 187 cm. Dengan tatapan yang tajam berjalan dengan santai menyusuri sudut kota. Tatapan yang tak ramah membuat siapapun enggan mendekat padanya. Masa kecilnya ia habiskan di panti asuhan sedangkan masa remaja ia habiskan di jalanan. Kehidupan jalanan yang keras membuat hidupnya tak tentu arah. Berkelahi, Drugs, Miras, makanan sehari-hari baginya. Meski satu yang tak akan pernah ia lakukan sekalipun ia hidup di jalanan yaitu main perempuan dan seks bebas. Karena ia tak ingin membuat kesalahan seperti yang di lakukan kedua orang tuanya. Alasan mengapa ia sampai di tinggalkan di panti asuhan. Andra adalah anak seorang wanita korban pemerkosaan.Dan sang ibu terpaksa menaruh Andra di panti asuhan karena beliau masih trauma dan merasa belum siap untuk menjadi seorang ibu. Tapi yang jadi masalah adalah Tysa ibu Andra ini tidak pernah menjenguk Andra hingga Andra beranjak dewasa dan memutuskan hidup di jalanan. Luka itu sudah lama terkubur. Tersimpan rapat dalam hati laki-laki itu. Kenangan yang selalu menggiringnya untuk mencicipi miras untuk sekedar melupakan kenangan menyakitkan itu. Hingga ia bertemu Hiro. Laki-laki yang ahli dalam bidang bela diri. Ia tertarik dengan karakter Andra yang kuat. Hingga beliau mengangkat Andra sebagai putranya. Hiro mengasah kemampuan bela diri Andra hingga Andra menjadi sangat mahir dia mampu melawan sepuluh orang dalam sekali pertarungan. Sosok Andra begitu misterius. Hingga suatu hari terjadilah sebuah tragedi yang tak dapat Andra lulakan seumur hidupnya. Malam itu begitu sunyi Andra masih terjaga di kamarnya. Tiba-tiba terdengar suara berisik dadi balik pintu.
"Brak....!!!"
"Drak...!!"
"Buggkh!!!" Andrapun ingin keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi namun ketika ia ingin membuka pintu kamar, pintu kamar itu tidak bisa terbuka. Seseorang menguncinya dari luar. "Kenapa tidak bisa di buka?" tanya Andra. Suara berisik itu berakhir dengan suara tembakan yang begitu jelas terdengar hingga membuat badan Andra bergetar hebat.
"Dorrr!!!"
"Dorrr!!!"
"Ayah!!!!!!!" Teriak Andra.
"Buka pintunya!!!!" Andra berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu yang berdiri tegak di hadapannya.
"Ayah!!!!" Panggil Andra ia tampak cemas. Ia sangat takut terjadi sesuatu dengan ayah angkatnya itu. "Brakkk!!!" Andra berhasil menendang pintu itu hingga akhirnya pintu itu terbuka. Ia terkejut melihat kursi di balik pintu kamarnya yang seolah sengaja di letakkan untuk mengganjal pintu itu agar tidak bisa di buka.
"Siapa yang meletakkan kursi ini di sini?"
"Apakah ini perbuatan ayah?"
"Lantas dimanakah ayah sekarang?" tanya Andra sambil terus menyusuri ruang demi ruang untuk memastikan keberadaan sang ayah. Mata Andra terbelalak melihat tumpahan darah di lantai. Keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuh ya.
Matanya terbelalak ketika ia menemukan Hiro sang ayah angkat sudah tergeletak bersimbah darah. Andra merasa lemas melihat luka tembak di dada sebelah kanan dan di dahi sang ayah.
"Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Andra yang masih terguncang.
Andra menangis histeris. Di samping tubuh ayah angkatnya yang bersimbah darah. Air matanya pecah saat ia tahu jantung sang ayah telah berhenti berdetak. Tubuh itu kaku darah segar masih tertumpah di lantai. Hari itu hari yang tak akan pernah bisa Andra lupakan. Karena di hari itu orang yang sangat berarti dalam hidupnya pergi dengan cara tragis.
"Siapa yang melakukan ini padamu?"
"Aku bersumpah tak akan membiarkan orang itu hidup lebih lama!"
"Aku akan membuat dia membayar semua yang dilakukannya padamu!"
"Ini janjiku!" ucap Andra sambil merengkuh jasad Hiro.
Hari itu rasanya seperti langit serasa runtuh. Hidupku mulai terasa kosong. Satu-satunya orang yang berarti dalam hidupku pergi meninggalkanku.
Aku hanya bisa terdiam melihat jasad beliau. Beliau meletakkan kursi di depan kamarku pasti untuk menyelamatkan ku.
"Seharusnya aku yang melindungimu!"
"Kenapa engkau berkorban seperti ini?"
"Tahukah engkau aku sangat membutuhkanmu... Ayah!!" Tangisku pecah.
"Seberapa besar rasa kehilangan yang menyergapku tak mampu membawamu kembali."
"Jika ini suratan takdir mengapa rasanya sekejam ini!"
"Aku dibesarkan di panti asuhan tanpa kasih kedua orang tua.. dan kini saat aku menemukan ayah angkat malah beliau pergi dengan cara setragis ini."
"Apa ini karena nasibku yang sial?"
"Ataukah takdir yang terlalu kejam," gumam Andra.
Hari demi hari berlalu. Andra menggantikan sang ayah memimpin sebuah perkumpulan bela diri terbesar di kotanya. Hingga suatu ketika ia diminta untuk menjadi Bodyguard untuk seorang putri dari seorang pengusaha besar yang sangat berpengaruh di kota tempat Andra tinggal.
Karena persaingan bisnis hidup Diandra dalam bahaya. Karena itu sang ayah mencarikan seorang pengawal untuk melindungi sang putri.
"Dimana pemimpin kalian?" tanya seorang pengawal anak buah dari Angkasa Raditya ayah dari Diandra.
"Ada keperluan apa anda mencari ketua?" balas salah satu anak buah Andra.
"Aku di tugaskan Tuan Angkasa Raditya untuk mencari bodyguard untuk melindungi putri kesayangannya."
"Dan beliau siap membayar dengan harga tinggi asal keselamatan putrinya terjamin."
"Saya rasa ketua kalian adalah orang yang tepat untuk mengemban tugas ini," ucap kaki tangan Angkasa Raditya.
"Saya tidak yakin ketua akan mau menerima tawaran anda," balas kaki tangan Andra penuh keraguan.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?"
"Apa beliau punya syarat dan ketentuan tersendiri?" tanya ajudan Angkasa Raditya merasa penasaran.
"Beliau hampir tidak mau terjun langsung untuk menjadi pengawal pribadi."
"Beliau menerjunkan kami untuk mengemban tugas sebagai bodyguard atau pengawal pribadi untuk mewakili beliau."
"Tapi kami dibekali ilmu beladiri yang mempuni dan yang beliau pilih adalah orang yang sudah menguasai teknik beladiri dengan sangat baik jadi tidak sembarangan," terang kaki tangan Andra.
"Tapi apa bisa saya mencoba bicara langsung pada beliau?" ucap ajudan itu seraya meminta ijin.
"Ya sudah."
"Tunggu disini sebentar!" pesan kaki tangan Andra.
Tak berapa lama Andra keluar menemui kedua orang itu.
"Ada apa?" tanya Andra.
"Kenalkan saya Abraham!"
"Tujuan saya kemari adalah untuk menawarkan suatu tugas untuk anda."
"Dan ketua saya akan memberikan imbalan yang pantas untuk itu."
"Apa anda bersedia menjadi pengawal pribadi putri Angkasa Prasetya?" tanya Abraham yang merupakan ajudan ayah Diandra.
"Kenapa atasan anda percayakan tugas ini pada saya?" tanya Andra balik bertanya.
"Karena cuma anda yang bisa melindungi Nona Diandra."
"Anda memiliki semua kriteria itu," jawab Abraham tanpa mengurangi rasa hormatnya.
Andra hanya tersenyum simpul. Selama ini ia hanya terjun langsung sebagai pembunuh bayaran.
Tapi karena kecerdasannya ia bisa lolos dari jerat hukum. Hingga Angkasa Prasetya mendengar semua profil mengenai Andra yang menurutnya Andralah yang paling cocok dengan tugas itu.
Chapter 26It was already 6pm when I woke up from my afternoon nap. Agad akong tumayo at lumabas ng kwarto to find something to eat since I can feel that my body is craving for something. Maybe it's the babys' doing.Nang pababa ng hagdan ay nakasalubong ko si Manang. Tinignan ko ang paligid bago nagtanong. "Manang, umalis na po ba si Markus?" Pagtatanong ko.I know that he has plans with Kate tonight but I can't erase the fact that there's a part of me hoping that he chose to stay.Hays. Kahit ako naguguluhan na sa sarili ko.Manang answered me first with a nod. "Oo, kanina pa nga iyon. Hindi ba dumaan sayo?" Tanong niya.I quickly shake my head. "Nope. Maybe because I was asleep, and it's fine anyway." I answered before remembering something. "Manang, mayroon ba tayong chocolate sa ref? I want to eat some," I said."Yes, meron. Pinabili rin kanina ni Sir Markus," aniya na ikinangiti ko ng malawak."Thank you, Manang!" Wika ko bago mabilis na lumakad patungong kitchen at agad na tumin
Chapter 25Upon reading the caller's name, parang biglang nabalot ng awkward atmosphere ang paligid naming dalawa. I know that Markus knew that I saw the caller ID, and he's now hesitating to take the call. I don't want to act bitter, first of all because I don't have the right to be bitter. I looked out for awhile, waiting for the ringing end. And when it ended, I sighed."You should've answered it and acted like I am not around," I said.Markus continued driving. "Maybe it's not important---"His phone suddenly rang once more that stopped him from talking. Di katulad nang nauna, hindi na ako nag-abalang balikan ng tingin ang monitor para lang alamin kung sino iyon, dahil malakas ang kutob ko na si Kate pa din iyon."You can answer it. Baka importante," I commented, pushing him to do what he should do. Bakit ba niya bibigyan ng importansya ang magiging reaksyon ko kung sagutin man nya ang tawag hindi ba? Kailan pa ba sya nagkaroon ng pakialam sakin simula nang ikasal kami?I felt hi
Chapter 24"She's... without a doubt pregnant, Mr. Perez." Dr. Legazpi told Markus after checking the test results she instructed me to do. "Cravings and changes to her likes are usual," she added. Napapikit ako ng mariin dahil duon. This was supposed to be my secret! Bakit ba kasi nagkita pa kami ni Markus kanina, at bakit ba kasi matalino sya?! Gosh!"I'll recommend some vitamins and healthy foods that could help your wife and the baby. Nagsisimula pa lang naman kaya hindi pa gaanong mahihirapan ang misis mo, pero kailangan pa din ng pag-iingat, lalo't unang beses pa lamang ni Mrs. Perez ito," Dr. Legazpi added. "I understand, Doc. Thank you," Markus replied."Maiwan ko muna kayo. Babalik ako dala ang mga recommendations ko," paalam ni Dra. bago agad na umalis.When she left, awkward silence surrounded me and Markus. Napapakagat labi na lamang ako habang panay iwas ng tingin sa lalaki. The fact that he knew my situation now, at alam 'kong alam niya na anak namin ang dinadala ko, I
Chapter 23"Are you pregnant?" Markus continued asking while we were both walking on the way to my car. Kanina pa ako pana'y pikit ng mariin."I already told you I'm not pregnant! This is for my driver's wife, ako na ang bumili dahil bababa din naman ako. Buntis ang asawa ng driver ko kaya pwede ba Markus, tantanan mo ako!" sabat ko habang mas binibilisan ang paghakbang. Ilang lakad na lang ay nasa kotse na ako nang sakto namang bumaba ang driver upang pagbuksan ako ng pinto. Sesenyasan ko pa sana itong wag nang bumaba ngunit huli na."Di na po ba kayo papasok ng coffee shop, Ma'am?" Tanong nito sakin bago pinansin ang presensya ni Markus. "Magandang umaga po, Sir Markus." "Good morning. Is your wife pregnant?" He suddenly asked my driver. I almost butt in but my driver spoke fast. "Hindi naman po, sir. Masyado na po kaming matanda para magdagdag pa ng anak. Bakit nyo po naitanong?" may pagtatakang balik-tanong naman nito. "Well, someone said that your wife's pregnant. But then, I
Warning: This chapter contains mature scenes suitable for 18 years and above. Please read at your own risk. ‼️Chapter 19AT THAT moment, my rational mind has been turned off. Wala na akong ibang inaalala kung hindi ang labi ni Markus na kasalukuyang nakadikit sa akin. I am so into our kisses to the p
Chapter 18MARKUS caught me in his broad arms to prevent me from falling. My head is on his neck while his right arm is all over my waist while the other is holding the railings."Are you okay?" I heard him asked, his mouth is not so far away from my ears which made me feel shiver down my spine. His b
Chapter 16THAT STARE actually made me nervous. Its as if I committed a major sin dahil sa uri ng tinging ibinato sa akin ni Markus. I do not know why he looked at me like that---no, there's actually an idea pero alam 'kong malabong iyon 'yon.Malabong-malabo na magse-selos si M
Chapter 15I tried my best to avoid showing any emotions about what Markus' told me the whole time we were talking about him handling our company. All the time, pinilit ko ang sarili ko na mag-focus na lang tungkol sa kompanya. "You should've said no to Dad," I replied after awhile of hearing him tal












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews