MasukEmily masuk ke dalam novel sebagai tokoh figuran; seorang wanita yang hanya menjadi latar belakang tragis Nicholas, sang tokoh utama pria yang merupakan suaminya. Suatu saat, Nicholas akan bersatu dengan tokoh utama wanita, dan hidup Emily akan berakhir tragis. Oleh karena itu, Emily memutuskan untuk bercerai, dan melepaskan diri dari takdir menyedihkan. Tapi, pengacara dingin yang seharusnya mencintai tokoh utama wanita itu, justru menarik pinggang Emily dengan posesif, menahannya pergi darinya! "Kau mau menggugat cerai? Jangan harap. Sekali menjadi milikku, tetap akan jadi milikku."
Lihat lebih banyak"Hamil?"Emily menatap Nicholas yang baru saja memberitahunya kabar mengejutkan itu sesaat setelah mobil yang mereka tumpangi bergerak meninggalkan gedung firma. Kata yang terlontar dari mulut suaminya itu terasa begitu berat, seolah baru saja menghantam seluruh kesadaran Emily dan meruntuhkan kembali logika yang susah payah ia bangun.Suasana di dalam kabin mobil mewah mereka mendadak terasa begitu sesak dan pengap. "Dokter bilang usianya sekitar tiga minggu," ucap Nicholas lagi dengan suara baritonnya yang begitu tenang, memecah keheningan di bawah bunyi deru mesin mobil yang halus. Pria itu menatap lurus ke arah jalan raya, namun konsentrasinya sepenuhnya terpusat pada respons wanita di sampingnya.Emily membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, namun detik berikutnya ia menutup bibirnya kembali tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Keningnya berkerut sangat dalam, tangannya yang berada di atas pangkuan mulai saling meremas dengan gelisah. Pikirannya berputar begitu liar. Jika
Emily menatap wajah suaminya yang masih dipenuhi keraguan dan amarah. Tangan wanita itu mencengkeram lengan jas Nicholas, menyalurkan permohonan lewat sorot matanya."Nicholas..." bisik Emily lagi, suaranya terdengar bergetar di tengah rintihan menyayat hati yang terus keluar dari bibir Olivia di atas lantai. "Kumohon... dia benar-benar kesakitan. Kita tidak bisa membiarkannya seperti ini."Nicholas memejamkan matanya sejenak, menghembuskan napas panjang dan berat untuk meredakan emosi yang membakar dadanya."Arthur," perintah Nicholas tanpa menoleh ke arah mantan asistennya. "Bawa dia ke rumah sakit terdekat sekarang juga. Pastikan dia mendapatkan penanganan medis, tapi jangan biarkan dia kembali ke tempat ini.""Baik, Tuan Spencer! Saya akan segera mengurusnya," jawab Arthur sigap.Pria itu bergerak dengan cepat. Tanpa membuang waktu, Arthur menunduk dan memapah tubuh Olivia yang sudah terlihat setengah sadar, mengangkat wanita yang terus merintih dan memegangi perutnya itu keluar d
"Emily!"Melihat terjangan nekat yang begitu tiba-tiba dari Olivia, Nicholas bergerak dengan cepat. Pria itu menyambar lengan Olivia dan menarik tubuh mantan asistennya itu menjauh dari Emily secara kasar dan tanpa sedikit pun belas kasihan.Tenaga tarikan yang begitu besar membuat tubuh Olivia terhuyung hebat ke belakang.Brak!Punggung wanita itu menghantam pintu kayu ruangan kerja Nicholas dengan suara benturan yang sangat keras.Tanpa memperdulikan rintihan rasa sakit Olivia akibat benturan tersebut, Nicholas dengan sigap langsung melangkah maju, memposisikan tubuh tegapnya tepat di hadapan Emily. Pria itu menyembunyikan tubuh istrinya sepenuhnya di balik punggungnya dari ancaman wanita di depan mereka.Mendengar suara benturan yang begitu keras dan keributan dari balik pintu, Arthur, yang sejak tadi memang sedang menunggu di lorong luar untuk meminta tanda tangan dokumen pada Nicholas, langsung membuka pintu dengan cemas.Daun pintu disamping Olivia terbuka, membuat mata kedua or
"Tutup mulutmu sekarang juga, Olivia!" bentak Nicholas, tidak lagi mampu menahan kemarahannya.Nicholas menatap mantan asistennya itu dengan rahang mengeras. "Kau kira staff biasa seperti dirimu pantas mencampuri urusan rumah tanggaku?" desis Nicholas. Mendengar penolakan mentah-mentah dan penghinaan itu dari mulut pria yang dipujanya, pertahanan Olivia runtuh sepenuhnya. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dengan air mata membasahi pipinya yang pucat."Tidak... tidak, Tuan Spencer... Anda salah," rintih Olivia. "Saya bukan sekadar staff anda... Saya melakukan semua ini untuk membebaskan Anda karena saya tahu siapa diri saya di dalam kehidupan Anda..."Olivia menatap Nicholas dengan senyuman yang seolah menunjukkan pengertian.."Karena… karena saya adalah wanita yang ditakdirkan untuk Anda, Tuan Spencer! Emily akan mengkhianati anda, dan saya adalah orang yang akan membuat anda memahami cinta yang sebenarnya!"Emily menatap Olivia dengan bulu kuduknya yang mulai berdiri.Wanita ini.
Untuk beberapa detik, Nicholas hanya menatapnya. Lalu, perlahan sudut bibir pria itu terangkat, membentuk sebuah senyum dingin yang nyaris mengejek."Sejak kapan kamu mulai memakai cara murahan seperti ini untuk mencari perhatian?" Tatapannya menelusuri wajah Emily dengan penuh tekanan, seolah seda
Saat Emily masuk ke dalam ruang kerja suaminya sore itu, ia menemukan pria itu sedang bercumbu dengan wanita lain.Nicholas tengah mendekap Olivia di pelukannya, napas mereka beradu, kemejanya tampak kusut.Melihat Emily masuk secara tiba-tiba, mereka menegang. Keduanya memundurkan tubuhnya selangk
Tubuh Emily seketika membeku. Matanya menyapu raut wajah dingin wanita di hadapannya itu dengan perasaan campur aduk."...Apa?"Mendengar pertanyaan lirih Emily, ekspresi Ol
Senyum polos di bibir Olivia kini terasa sangat kaku, nyaris seperti topeng retak yang dipaksakan menempel di kulit wajahnya.Sorot matanya yang tadi terlihat malu-malu dan lembut, diam-diam menggelap oleh kilat k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak