Share

Bab 32

Author: Jayden Carter
Setelah Sheila selesai bicara, suasana langsung menjadi canggung. Isyana juga terkejut. Dia hanya tertarik sesaat pada seni teh.

Namun, Sheila adalah Ketua Asosiasi Teh Nordic. Dia sangat profesional. Penilaian Sheila adalah sanjungan untuk Arlo.

Justru mereka yang terlihat seperti orang tidak berpengalaman yang sok berkelas. Arman sangat malu sampai-sampai wajahnya merah padam.

Sheila tidak menebak ini adalah karya Arman. Itu berarti bagi Sheila, Arman adalah orang tidak kompeten yang sok berke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1166

    Setelah ragu sejenak, Andrew membuka sedikit celah pintu rahasia. Seketika, sesosok tubuh langsung menyelinap masuk."Sial! Apa yang sebenarnya terjadi di luar? Aku ...." Saat ini Hagueyo tampak sangat berantakan. Wajahnya yang biasanya pucat kini memerah.Andrew menyeringai. "Itu Dewa Api Henry. Dia sedang menghadapi orang Doraia itu!""Pantas saja!" Jelas, Hagueyo juga mengenal Henry. "Rupanya benar Dewa Api. Nggak heran keributannya sebesar ini!"Andrew tertawa. "Tenang saja. Begitu Dewa Api memanggang bocah itu sampai matang, dia akan datang menjemput kita."Hagueyo ikut tertawa terbahak-bahak. "Bocah itu beruntung bisa menyaksikan kemampuan Dewa Api. Mati di tangan Dewa Api pun sudah merupakan kehormatan baginya."Saat keduanya masih berbicara, pintu ruang perlindungan mengeluarkan bunyi dentuman berat, seolah seseorang sedang membongkarnya dari luar.Ekspresi Andrew langsung sedikit berubah. Dengan bahasa ibunya, dia berseru, "Tuan Henry?"Namun, yang menjawabnya hanyalah suara b

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1165

    Cahaya keemasan itu meledak di angkasa, berubah menjadi hujan api emas yang turun dari langit!Begitu percikan api menyentuh tanah, kobaran api langsung menyebar dengan dahsyat, bagaikan api yang membakar seluruh padang.Hiasan batu besar yang berdiri di antara Arlo dan Henry langsung dilalap api emas hingga meleleh menjadi lahar, lalu mengalir memenuhi tanah. Ke mana pun api itu menyapu, semuanya ditelan dan dilebur.Baik logam, batu, maupun pepohonan dan makhluk hidup. Dalam sekejap mata, lautan api emas telah mengepung seluruh area luar kastel. Bahkan di padang rumput seluas puluhan hektare dan di atas permukaan danau buatan, nyala api emas terus menari.Henry terpaku di tempat.'Ini ... kekuatan teknik api yang sebenarnya? Kalau begitu, selama ini apa yang sebenarnya aku kendalikan?'Kilian juga ternganga dengan wajah penuh ketidakpercayaan.Di dalam kastel, para pengawal yang masih hidup mengintip keluar dari balik jendela. Api yang menjulang ke langit berkobar dengan ganas, seola

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1164

    Dalam sekejap, seluruh lantai dasar kastel yang luas dipenuhi kobaran api.Kilian langsung terjebak dalam situasi tanpa jalan keluar. Dia sudah hampir ditelan lautan api.Arlo menggeleng pelan. Dia memang hanya ingin mengukur kemampuan Kilian, tetapi tidak menyangka pria itu bahkan tidak mampu bertahan selama dua menit.Walaupun mulut Kilian memang menyebalkan, bagaimanapun juga dia adalah orang yang dikirim Zafran untuk menyambutnya. Arlo tidak mungkin membiarkannya mati di tangan orang asing.Dia melangkah di udara dan langsung menghampiri Kilian. Dengan satu tangan, dia menarik Kilian yang hampir menabrak gelombang api. Kemudian, dia membalikkan telapak tangannya dan menghantam ke depan.Energi Kekacauan membentuk gelombang udara berwarna abu-abu yang langsung menghancurkan kobaran api yang menghalangi jendela. Memanfaatkan kesempatan itu, Arlo menggenggam Kilian lalu melompat keluar melalui jendela.Kilatan keterkejutan muncul di mata Henry.Tadinya dia mengira Arlo sudah ketakutan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1163

    Melihat Arlo sama sekali tidak memandangnya, Henry yang berwatak keras itu langsung murka.Sejak 15 tahun lalu, setelah membunuh Dewa Perang Penjaga Selatan Doraia di Hondaria dan mengukuhkan namanya, siapa pun yang mengenalnya selalu memanggilnya dengan hormat sebagai "Dewa Api".Dia sendiri bahkan telah menjadi salah satu pelindung utama keluarga kerajaan.Bukan hanya keluarga kerajaan Rilandia yang sangat menghormatinya, tetapi dia juga merupakan sosok yang sangat disegani di seluruh Erupa."Dasar berengsek! Aku akan memanggangmu hidup-hidup!"Henry melangkah maju, lalu mengibaskan tangan besarnya dengan santai. Seketika, kobaran api merah muncul begitu saja dari permukaan lantai.Awalnya hanya berupa lidah api sepanjang sekitar 30 sentimeter. Namun dalam sekejap, api itu menyebar dengan kecepatan luar biasa. Tak lama kemudian, seluruh lantai berubah menjadi lautan api yang bergelora, seolah hendak menelan seluruh lantai dasar kastel.Lantai marmer tampak seakan langsung meleleh. Pe

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1162

    Pemandangan itu membuat Andrew tanpa sadar teringat saat Arlo mematahkan kutukan beberapa waktu lalu.'Jangan-jangan ... orang ini benar-benar seorang penyihir? Penyihir yang bisa menggunakan kutukan? Apa dia membunuh para pengawal itu dengan kutukan?'Andrew mulai merasa panik."Kamu sebaiknya masuk ke ruang aman. Cara-cara seperti ini nggak akan bisa menghentikannya." Henry menatap pria Doraia yang terlihat di layar monitor. Tatapannya dipenuhi kewaspadaan. Berdasarkan pengalamannya, dia menduga Arlo menggunakan serangan mental."Baik!"Andrew kini benar-benar mulai ketakutan dan segera mengangguk.Henry langsung membawa Andrew melompat menuju lorong khusus. Dalam waktu hanya satu atau dua detik, mereka sudah tiba di depan ruang aman bawah tanah. Andrew buru-buru masuk ke dalam, lalu menurunkan pintu baja khusus ruang aman itu.Seketika, dia merasa jauh lebih tenang. Ruang aman itu dibangun menggunakan material khusus.Jangankan sekadar pembunuh, bahkan kalau terjadi ledakan nuklir d

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1161

    Setelah memasuki kastel, pada awalnya puluhan pengawal yang menerima kabar langsung menyerbu Arlo. Namun bagi Arlo, pengawal dengan kemampuan setingkat pasukan khusus biasa seperti itu sama sekali bukan ancaman.Bahkan sebelum mereka sempat mendekat, Arlo sudah melancarkan serangan kesadaran spiritual.Mereka langsung kehilangan akal dan berubah seperti orang bodoh, pingsan, lalu roboh satu per satu ke lantai.Pemandangan itu benar-benar membuat para pengawal biasa di dalam kastel ketakutan. Bagaimanapun juga, cara menyerang seperti itu sepenuhnya berada di luar pemahaman mereka.Akibatnya, para pengawal lainnya tidak lagi berani maju.Kebetulan pada saat itu mereka juga telah menerima perintah dari Andrew, sehingga segera mengaktifkan seluruh sistem persenjataan keamanan kastel.Melalui kamera pengawas, mereka berniat menggunakan sistem keamanan berteknologi modern untuk menghadapi Arlo. Tangga menuju lantai dua dipasang sensor inframerah dan senjata laser.Begitu seseorang menyentuh

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 103

    Di sisi lain, Arman membawa Lidya, Isyana, dan yang lain masuk ke ruang VIP lain di kedai teh."Ini sepupuku, Ramos!" Arman menunjuk seorang pemuda berwajah tampan dan berperilaku angkuh yang sudah menunggu di dalam.Lidya melihat pemuda yang berwajah tampan dan beraura dingin itu, lalu berdecak pel

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 102

    Belum sampai dua menit, Arman menelepon, "Isyana, ini masalah besar. Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?""Begini saja, kamu datang ke kedai teh, kita ketemu dan bahas lebih detail.""Baik!" jawab Isyana. Masalah ini memang berawal darinya, maka seharusnya dia juga yang menyelesaikan. Mau pakai uang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 72

    Sheila membombardir balik dengan kalimat-kalimatnya.Zaki marah dan berkata, "Nona cantik, jangan salahkan aku nggak memperingatkanmu. Kalau kamu tetap keras kepala mau membela seorang pecundang rendahan ini, kamu akan menyinggung keluargaku dan keluarga Pak Johan. Itu kerugian besar bagimu!""Lingk

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 36

    Keesokan harinya, Isyana mendapat libur sif dan tetap di rumah. Dia masih memendam rasa kesal dan mengabaikan Arlo sepanjang pagi.Arlo pergi ke ruang tamu, berpamitan pada Victor sebelum keluar, "Ayah, sore ini aku mau mengunjungi pamanku. Ada beberapa barang peninggalan orang tuaku yang ingin aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status