Mag-log inAstaga, jadi ternyata dari tadi kamu memang menunggu momen ini?"Baiklah. Siapa suruh istriku menyeretmu dalam urusan ini."Arlo pun langsung mengajarkan tahap pertama metode penempaan tubuh kepada Zaem.Zaem segera duduk bersila dan mulai membentuk kembali pusat energinya.Khasiat Pil Penempaan Tubuh Sembilan Revolusi sangat luar biasa. Otot-otot Zaem membengkak dengan cepat, bahkan darah mulai merembes keluar dari pembuluh kapiler di seluruh tubuhnya.Energi spiritual di dalam pil terus-menerus membasuh tubuhnya.Melihat otot-ototnya hampir meledak karena mengembang, Arlo segera mengulurkan tangan dan menekan titik akupresur di tubuh Zaem, lalu menggunakan energi sejati yang lembut untuk membantu mengalirkannya.Barulah tubuh Zaem kembali stabil dan tidak sampai runtuh.Setelah Arlo menarik tangannya, Zaem langsung merasakan kekuatannya kembali. Namun, kali ini berbeda. Dulu kekuatannya berasal dari pusat energi. Sekarang seluruh kekuatannya berasal dari tubuh fisiknya. Dia langsung
Bagas langsung teringat pada keributan yang pernah dibuat Arlo saat Konferensi Pengobatan Tradisional. Jangan-jangan dia sedang meracik pil dewa lagi?Namun, sesaat kemudian dia tersenyum pahit."Sekarang tanaman spiritual dan tanaman semi-spiritual semakin sulit ditemukan. Kalaupun Arlo punya ...."Jarwa terdiam.Kalaupun benar ada, mengapa harus digunakan untuk seseorang yang masa depannya sudah dianggap tidak ada lagi?Keduanya kembali terdiam.Beberapa saat kemudian, Zaem berjalan menghampiri dengan tubuh bermandikan keringat. Dia mengembuskan napas panjang."Rasanya jauh lebih lega! Sudahlah, kalian juga jangan pasang wajah seperti itu. Ini sudah takdir! Aku menerimanya!""Nggak menyesal?" tanya Bagas.Zaem menggeleng."Menyesal apa? Kalau bukan karena bimbingan Arlo, jangankan menjadi grandmaster, mencapai semi-grandmaster saja mungkin aku nggak akan sanggup! Dia memperlakukanku seperti guru sekaligus sahabat.""Dalam situasi seperti itu, kalau aku meninggalkan Sheila dan kabur .
Di Kota Asteria yang tidak terlalu jauh dari sana, langit masih cerah membiru. Orang-orang hanya menganggap cuaca hari itu aneh, satu sisi matahari bersinar terik sementara sisi lainnya diguyur hujan deras.Namun jauh di Gunung Jiroh di luar ibu kota, Dewa Militer yang sedang berbaring santai dengan mata terpejam tiba-tiba membuka matanya dan menatap ke arah Hareast, ekspresinya sedikit berubah. Dia mengulurkan tangan ke arah rumah.Pintu rumah langsung terbuka dengan sendirinya, sementara sebuah cakram giok hijau zamrud melayang keluar dan jatuh ke telapak tangannya.Cakram giok itu sedikit menyerupai kompas trigram, tetapi sebenarnya bukan kompas. Di atasnya terdapat enam titik cahaya.Saat ini, salah satu titik cahaya terus berkedip. Titik itu menunjukkan arah Hareast."Bocah itu ... sudah mulai mengubah urat nadi bumi?"Dewa Militer berdecak kagum, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Semesse."Wahai orang tua, siapa bidak dan siapa pemainnya, masih belum tentu."....Saat ini, Ar
Michael bergerak sangat cepat. Dia segera menyerahkan dokumen pengalihan hak atas Tanah Berkah Kura Hitam kepada tim hukum Fellis. Pada kenyataannya, tanah itu kini sudah resmi menjadi milik Arlo.Saat ini Arlo berdiri di puncak bukit. Dari sana, pemandangannya terlihat jauh lebih jelas. Danau alami itu sangat luas. Saat angin berembus, riak-riak air bergelombang, seolah-olah permukaannya ditutupi tempurung kura-kura raksasa yang terbalik.Sementara bukit kecil tempatnya berpijak tampak seperti kepala kura-kura yang terangkat tinggi. Jika disatukan dengan danau, keseluruhannya benar-benar menyerupai seekor Kura-kura Hitam raksasa yang sedang menjaga tempat ini.Tak heran medan di sini membentuk konfigurasi Tanah Berkah Kura Hitam.Dalam perjalanan kemari, Arlo sebenarnya sudah membuat beberapa rencana.Danau alami beserta seluruh perbukitan di belakangnya mencakup area ratusan hektare. Semuanya dapat memanfaatkan energi spiritual dari urat nadi bumi yang mengalir melalui danau itu. Ura
Kabur? Dia tidak berani. Yang bisa dia lakukan hanyalah berdiri dengan gemetar di tempat.Namun, Arlo seolah-olah benar-benar lupa bahwa masih ada orang bernama Labib di ruangan itu. Dia langsung membicarakan hal lain."Kontrak itu sebenarnya gimana ceritanya?"Michael menjawab, "Keluarga Prijaya memerintahkan Grup Internasional Wide untuk membuat pesanan kepada perusahaan Anda. Setelah kontrak ditandatangani, mereka bersama Konsorsium Miles menggelontorkan dana untuk mengakuisisi Grup Internasional Wide."Arlo mengangguk, lalu berkata, "Aku ingin Keluarga Prijaya mengeluarkan lima miliar dolar untuk kumainkan. Ada saran?"Michael berpikir sejenak sebelum menjawab, "Itu tidak sulit. Keluarga Prijaya memiliki cukup banyak aset di luar negeri. Kalau Konsorsium Miles menekan mereka, maka ....""Kamu yang urus. Dalam sepuluh hari, aku ingin uang itu sudah masuk ke rekeningku! Selain itu, sebidang tanah itu juga harus dialihkan ke atas nama perusahaanku ...."Arlo langsung mengutarakan semu
Presdir Braid Farma, Michael, masuk ke ruangan.Melihat Michael, Arvin dan Labib sama sekali tidak menganggapnya penting.Arvin melirik Arlo sambil berkata, "Pak Arlo, kalau sudah kalah, sebaiknya akui kekalahanmu! Karena kamu sudah kalah dalam persaingan bisnis, setidaknya tunjukkan sikap yang pantas kalau mau memohon bantuan!""Dengan sikapmu sekarang, kita nggak mungkin bisa berunding. Jadi, aku hanya bisa mengantarmu keluar!"Arlo tertawa kecil. "Kamu seyakin itu kalau aku datang untuk memohon padamu?""Kalau bukan memohon padaku untuk bekerja sama dengan Konsorsium Miles, memangnya kamu bisa apa lagi? Bayar ganti rugi? Kalau kamu rela membayar 10 triliun, apa mungkin kamu masih duduk di sini?"Arvin tersenyum meremehkan, seolah-olah bisa menebak isi pikiran Arlo.Sambil berbicara, dia menoleh ke Labib dan tersenyum. "Orang Doraia memang begini. Selalu memasang wajah angkuh, tapi nggak tahu situasi."Labib ikut tertawa. "Bagaimanapun juga dia ini tokoh besar. Mengaku kalah itu menj
Risty merangkak dan berguling untuk bersembunyi di belakang Wahid. Kalau beberapa orang tua itu benar-benar bisa mengendalikan hantu dan tadi mereka bilang ingin membunuh untuk membungkam saksi, bukankah itu tinggal dilakukan dengan mudah?Melihat mereka bahkan tidak takut pada peluru, seluruh harap
Dia termasuk salah satu yang memiliki kemampuan reaksi terbaik terhadap penyiksaan. Namun, menghadapi Arlo, tidak ada yang namanya menjerat dengan kata, tidak ada trik, bahkan tidak ada metode penyiksaan biasa. Hanya rasa sakit yang sederhana, kasar, dan langsung mengenai sasaran."Penawar Racun Asa
Levin mengernyit. Itu adalah barang pertama yang diminati Arlo. Dia sebenarnya berniat menghadiahkan barang itu. Melihat Risty masih terus memprovokasi, dia langsung hendak mengangkat papan untuk menawar lagi.Namun tepat saat itu, Arlo menarik lengannya."Kamu bodoh ya? Barang ini bahkan nggak lebi
Guram mendengus dingin dan berkata, "Paling-paling kamu cuma dapat kabar lebih dulu, lalu mengatur penyergapan terhadap mereka. Apa yang perlu dibanggakan?""Semua gara-gara orang bodoh dari Keluarga Sukendro itu, ngotot melakukan serangan mendadak. Ujung-ujungnya bukan cuma mati di Kota Naldern, ta







