تسجيل الدخولSetelah helikopter mendarat, Arlo baru menyadari bahwa Tanah Berkah Kura Hitam itu berada di pinggiran Asteria, tidak jauh dari Gunung Yuhar.Kaki gunung yang menyatu dengan sebuah danau alami membentuk siluet seekor kura-kura raksasa. Tempat itu tepat seperti yang selama ini dia cari.Arlo segera mengirimkan lokasi itu kepada Fellis. Setelah melakukan pengecekan, Fellis mengetahui bahwa lahan itu sudah menjadi milik orang lain.Lebih tepatnya, tanah itu merupakan lahan yang dihadiahkan oleh Provinsi Hareast kepada sebuah perusahaan sebagai bagian dari program penanaman modal.Perusahaan itu adalah Braid Farma, dan Braid Farma merupakan salah satu aset milik Konsorsium Miles.Arlo langsung meminta Fellis mengirim mobil untuk menjemputnya menuju Konsorsium Miles. Kalau semuanya berjalan lancar, hari ini juga dia bisa membangun formasi.Bagi Arlo, jika dia bisa memperoleh cairan kehidupan sebelum pergi ke rumah Keluarga Margono, itu sama saja dengan mengantongi asuransi tambahan.Secara
"Arlo, kamu sadar apa yang kamu katakan?" Karem langsung murka.Suara Arlo terdengar sangat dingin. "Anjing tua dari Keluarga Margono juga ada di sampingmu, 'kan? Dengarkan baik-baik. Alasan aku masih mau menelepon kali ini murni demi menjaga perasaan Sheila. Kalau dalam waktu sehari aku masih belum melihat Sheila, aku akan ratakan Keluarga Rama!"Rama dan Karem saling memandang. Keduanya begitu marah hingga urat di dahi mereka menonjol.Terutama Karem. Sebagai tokoh dari Sekte Bayangan, ke mana pun dia pergi selalu diperlakukan bak tamu kehormatan.Selama bertahun-tahun, inilah pertama kalinya ada orang yang terus-menerus memanggilnya "anjing tua".Rama baru saja hendak melontarkan ancaman, tetapi Arlo di seberang sana sudah lebih dahulu menutup telepon.Dandy yang berada di samping mendengar percakapan itu dengan jelas. Arlo sudah pulang! Sesuai karakter Arlo, apa pun yang diucapkannya pasti akan dilakukannya. Dia harus segera kembali dan mencoba membujuk Arlo.Sambil berjalan ke lua
"Hm?" Ekspresi Arlo langsung berubah dingin. Seketika, suhu udara di seluruh ruangan seolah turun beberapa derajat.Fellis menghela napas, lalu menceritakan seluruh kejadian itu dengan suara pelan. "Awalnya Pak Bagas nggak ingin memberitahumu. Katanya karena Keluarga Margono berani menahan Sheila, berarti mereka sudah mencapai kesepakatan dengan Sekte Bayangan.""Kalau sekarang kamu datang sendiri ke sana, itu sama saja menyerahkan diri ke dalam perangkap.""Lagi pula, mereka menahan putri mereka sendiri. Itu dianggap wajar menurut hukum. Dengan alasan apa kamu bisa meminta mereka melepaskannya?"Fellis menyampaikan kembali perkataan Bagas.Makin Arlo mendengarnya, makin suram wajahnya. Hubungan antara Keluarga Margono dan Sheila sebenarnya tidak begitu dia pahami. Dia hanya tahu secara garis besar bahwa Sheila memang berasal dari Keluarga Margono.Namun, mengapa Sheila tidak memakai marga Margono dan mengapa permusuhannya dengan keluarganya sendiri begitu dalam, semua itu sama sekali
Ketika Arlo masuk, Rohit langsung tertegun. Dia refleks mundur beberapa langkah."Ka ... kamu ...." Rohit membuka mulutnya, tetapi tidak mampu mengucapkan satu kalimat pun dengan utuh."Lihat aku saja sampai nggak bisa ngomong yang jelas. Hilang ke mana keberanianmu yang tadi?" Tingkah pengecut Rohit langsung membuat Arlo tertawa.Wajah Rohit memerah. Dia menarik napas dalam beberapa kali sebelum akhirnya berkata, "Nggak ada gunanya kamu datang. Pokoknya kontraknya ada di sini. Terserah kalian mau gimana!"Arlo bahkan tidak melirik kontrak itu. Dahulu, masalah semacam ini memang mungkin akan merepotkan. Bagaimanapun juga, perusahaan harus mematuhi hukum dalam urusan bisnis.Konsorsium Miles pasti akan berpegang teguh pada isi kontrak itu. Arlo pun akan sulit menanganinya.Namun, dia sekarang sudah mengantongi Avery. Masalah itu hanya butuh satu kalimat darinya. Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana memanfaatkan kontrak ini untuk menguras Keluarga Prijaya."Aku yang putuskan?
"Sedangkan di utara dipimpin oleh Keluarga Darmawan dan Keluarga Hutani yang memiliki obat-obatan ajaib.""Kebetulan, bulan lalu semua bahan yang kalian butuhkan sudah dijual Lembah Raja Obat ke Keluarga Darmawan dan Keluarga Hutani.""Tapi, Keluarga Darmawan dan Keluarga Hutani memiliki hubungan besan dengan Keluarga Prijaya. Kalau Bu Fellis dan Pak Yukta bersedia bekerja sama dengan Keluarga Prijaya, aku masih bisa bicara dengan mereka."Setelah berputar-putar begitu lama, pada akhirnya Rohit tetap mengakui semuanya."Keberanian Keluarga Prijaya benar-benar luar biasa. Kalian berani menjebak kami." Fellis sampai hampir menggertakkan gigi gerahamnya hingga hancur."Nggak sebesar keberanian kalian. Pesanan sebesar itu, tenggat waktu sesingkat itu. Kalau nggak bisa memenuhi janji harus bayar ganti rugi sepuluh kali lipat. Kontrak seperti itu pun kalian berani tanda tangani."Sudut bibir Rohit melengkung membentuk senyuman puas.Wajah Fellis menjadi muram.Suatu ketika, Arlo pernah menya
Sejak bergabung dengan Pasukan Metal Bangsa dan berhasil mencapai tingkat semi-grandmaster, inilah pertama kalinya Jondy mengalami penghinaan sebesar itu.Namun, menghadapi seorang ahli seperti Karem, bahkan Zaem tidak sanggup menahan satu jurus pun. Kalau dia ikut turun tangan, itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.Mata Sheila dipenuhi amarah. Dia tahu, kali ini Keluarga Margono benar-benar telah mengeluarkan biaya besar dengan mengundang ahli sekuat itu.Zaem sudah terseret ke dalam masalah ini. Dia tidak boleh membiarkan Jondy ikut celaka.Sheila segera menarik Jondy yang sedang diliputi amarah, menggeleng pelan, lalu berkata dengan suara berat, "Bawa Pak Zaem kembali! Aku akan tetap di sini. Nggak akan terjadi apa-apa padaku."Mata Jondy memerah. Arlo telah memberinya kesempatan untuk berkembang, sedangkan Zaem telah membimbing dan mengangkatnya. Namun ... saat ini dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa."Baik." Jondy mengangkat Zaem yang sudah pingsan, lalu meninggalka
Arlo melangkah turun dari ring dengan aura kuat yang membuat siapa pun tak berani menatap langsung. Di hadapan kekuatan mutlak, segala tipu daya dan intrik hanyalah sia-sia.Ucapan Arlo tentang "menginjak hancur langit, memusnahkan langit, bumi, dan manusia" bukanlah omong kosong. Itu tercatat jelas
Omran mengepalkan tinjunya, menatap ring dengan mata tak berkedip.Wajah Faris memerah, seluruh tubuhnya tampak gelisah. Kalau Omran hancur, dia juga pasti ikut celaka!Sheila terlihat relatif tenang. Namun jika diperhatikan saksama, di balik sorot matanya tersimpan kegelisahan. "Entah kali ini dia
"Arlo ternyata juga seorang ahli transformasi, bahkan sudah mencapai tingkat menyembunyikan aura sepenuhnya? Ya Tuhan!"Ahsan gemetar hebat.Sebelumnya, baik dia maupun Dikara sama sekali tidak merasakan sedikit pun aura seorang petarung dari Arlo. Baru setelah bertarung, dia menyadari bahwa Arlo te
"Bibi, jangan panik. Biar aku yang menanyakannya!" Daniel akhirnya mengambil keputusan dan menelepon adiknya, Hendy.Di telepon, Hendy menjawab dengan penuh percaya diri, "Tenang saja, Kak. Urusan rekomendasi masuk Pasukan Metal Bangsa di pihakku sudah hampir beres. Atasan menganggapku sebagai kader







