MasukTujuh hari kemudian. Langit kota akhirnya kembali cerah. Meski jejak kekacauan masih terasa di mana-mana. Berita tentang kerusuhan massal memenuhi seluruh media. Namun tidak ada satu pun manusia yang benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu. Mereka hanya menganggap semuanya sebagai bencana misterius. Sementara itu— di sebuah pemakaman yang sunyi— Zhang Lei berdiri diam di depan batu nisan Wang Yan. Jin Yuan dan Yunxi berdiri di sampingnya. Angin pagi bertiup pelan melewati deretan pohon. Foto Wang Yan di batu nisan tampak tersenyum tipis. Berbeda jauh dengan hidupnya dulu. Tidak ada yang bicara cukup lama. Sampai akhirnya Zhang Lei perlahan meletakkan bunga putih di depan makam itu. “Terima kasih…” Suaranya sangat pel
Dan saat Yunxi sampai—ia langsung membelalakkan mata.Benda yang bercahaya dari saku Wang Yan itu adalah botol jiwa Meihua yang sebelumnya di bawa pergi oleh Wang Yan.Botol itu bergetar kuat.Cahaya putih lembut keluar dari dalamnya.Dan di tengah kekacauan itu—suara Meihua terdengar sangat jelas.“Yunxi…”Tubuh Yunxi langsung gemetar.“Meihua…?”Cahaya di dalam botol bergerak pelan.“Aku harus kembali ke tubuhku.”Yunxi langsung menggeleng cepat.“Tidak!”Air matanya langsung jatuh.“Kalau kau kembali… Baizuran akan menggunakanmu lagi!”Suara Meihua terdengar lembut.“Karena itu kau harus melemparkanku ke arahnya.”Yunxi membeku.Matanya melebar penuh keterkejutan.“Apa…?”“Jiwaku dan jasadku masih terhubung.”“Kalau aku kembali… walaupun hanya sesaat… aku bisa menghentikannya.”
Kabut hitam perlahan menyebar di atas gedung tinggi itu. Angin malam bertiup dingin. Dan di tengah aura iblis yang menyesakkan— sosok itu berjalan keluar perlahan. Gaun pengantin merah kuno bergerak lembut tertiup angin. Rambut panjang hitamnya terurai indah. Kulitnya pucat halus. Dan wajah itu… wajah yang sangat dikenal Zhang Lei. Meihua. Tubuh Zhang Lei langsung membeku. Matanya melebar tidak percaya. “Mei…hua…” Suara Zhang Lei bahkan terdengar bergetar. Sosok gadis itu terlihat begitu hidup. Begitu nyata. Tidak ada luka. Tidak ada darah. Ia tampak sehat. Cantik. Sama seperti terakhir kali Zhang Lei melihatnya di dunia kuno— di hari kematiannya. Meihua berj
“Aku tahu di mana Meihua.” Suara Zhang Lei terdengar tegas dan dingin. Semua langsung menoleh padanya. “Aura Baizuran… sekarang sangat jelas.” Tatapannya berubah tajam. “Dia berada di pusat kota.” “Dan dia sedang membuka portal itu.” Ao Bai langsung menyadari sesuatu. Wajahnya berubah serius. “Kalau portal dunia kuno benar-benar terbuka…” “…maka semuanya selesai.” Tanpa membuang waktu lagi, mereka segera berangkat. Mobil melaju membelah kota yang sudah berubah kacau. Langit malam kini sepenuhnya hitam. Kabut iblis menyelimuti gedung-gedung tinggi. Suara jeritan dan kekacauan terdengar di mana-mana. Manusia saling menyerang. Mobil terbakar di jalan. Dan di langit— retakan besar berbentuk lingkaran mulai
Ao Bai tetap melanjutkan proses pemindahan energi iblis itu.Meski Jin Yuan masih menatapnya penuh amarah.Aura hitam terus mengalir dari tubuh Raja Siluman Kelabang Batu menuju tubuh Zhang Lei.Semakin banyak energi masuk—semakin kuat getaran gelap memenuhi ruangan bawah tanah itu.“Sudah cukup!” bentak Jin Yuan.Ia langsung menarik Ao Bai menjauh.“Apa kau benar-benar ingin mengubahnya menjadi monster?!”Ao Bai menepis tangan Jin Yuan kasar.“Kalau kita berhenti sekarang, dia pasti mati!”“Dan kalau lanjut?!” balas Jin Yuan marah. “Kita bahkan tidak tahu apakah Zhang Lei masih bisa kembali!”Untuk sesaat—suasana menjadi kacau.Aura putih Jin Yuan mulai muncul.Sedangkan energi naga putih Ao Bai ikut bergetar.Yunxi yang melihat mereka akhirnya berteriak,“Hentikan!!”Ruangan langsung sunyi.Yunxi menatap Jin Yuan dengan
Malam itu— umpan akhirnya dilepaskan. Ao Bai, yang masih menggunakan wujud Zhang Lei, berdiri sendirian di tengah kawasan industri tua yang telah lama kosong. Kabut hitam memenuhi udara. Hujan turun perlahan membasahi tanah retak di sekelilingnya. Sedangkan Jin Yuan bersembunyi di atas bangunan tua tak jauh dari sana. Tangannya menggenggam gagang pedang naga hijau yang tersisa sebagian sisi tajamnya. Aura putih samar mengalir di tubuhnya. Matanya terus mengawasi sekitar. Sunyi. Terlalu sunyi. Sampai akhirnya— angin tiba-tiba berhenti. Kabut hitam mulai bergerak pelan. Lalu suara seretan berat terdengar dari kejauhan. KREEKKK… KREEKKK… Tanah mulai retak sedikit demi sedikit. Ao Bai langsung menyipitkan mata. “Dia datang…” Dan beberapa detik kemudian— dua mata merah besar muncul
Langkah-langkah mereka bergema pelan di atas jembatan cahaya yang dibentuk Qinghan. Sungai di bawah masih deras, sisa-sisa kekacauan dari pertempuran Long Wei dan pasukan kelabang belum sepenuhnya tenang. Arusnya mengerang, seolah mengantar mereka menuju medan yang lebih sunyi—dan lebih berbahaya
Jin Yuan menghela napas panjang. Suaranya tenang namun sarat makna. “Zhang Lei… kau harus benar-benar berhati-hati. Ratu Rubah tidak pernah memberi sesuatu tanpa meminta balasan, apalagi sesuatu seperti Pil Penawar Seribu Racun. Hanya satu di dunia.”Zhang Lei tak segera menjawab. Matany
Dengan ciuman itu, Zhang Lei perlahan, namun pasti, memindahkan pil penawar racun ke dalam mulut Meihua. Ia memastikan lidah Meihua tidak sempat menolaknya, dan bahkan saat gadis itu menangis dalam diam—ia tetap bersikeras. Ini bukan soal cinta, bukan soal harga diri. Ini soal hidup dan mati.
Hujan telah reda di luar gua. Embusan angin pagi yang dingin membawa bau tanah dan daun basah, menembus masuk melalui celah dinding batu. Api unggun tinggal menyala kecil, tapi cukup untuk memberi kehangatan tipis di dalam gua. Qinghan menatap Zhang Lei sejenak, lalu bicara singkat







