Short
私を仮想敵視する従姉

私を仮想敵視する従姉

By:  小林優静Completed
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
7Chapters
6.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

彼氏の従姉が離婚後、彼の家に居候し始めた。 妊娠していて、5歳の子供まで連れてやってきた。 彼女は当然のように彼氏を自分の支えだと思い込み、私に敵意を向ける。 「いとこを奪った女」と見なして不満たらたらだ。 あるホームパーティーのとき、彼女の息子が飲み物を私にぶちまけ、叫んだ。 「僕のパパを奪わないで!」

View More

Chapter 1

第1話

Nayara membuka pintu kamar utama dan menarik napas panjang ketika dia mendapati ruangan dalam keadaan remang-remang.

“Pasti lampu utama belum diganti juga,” gumam Nayara lirih sekali, takut membangunkan Andika.

Sore tadi Andika menelepon dan mengatakan jika badannya agak kurang sehat, karena itu Nayara diminta untuk tidak membangunkannya ketika dia pulang nanti.

Setelah meletakkan tasnya di atas meja, Nayara merebahkan diri di samping tubuh suaminya yang berbaring membelakanginya. Dia ingin sekali membangunkan Andika dan mengajaknya minum jahe panas, tapi tidak berani membangunkan suaminya yang selalu marah jika tidurnya diganggu.

Karena itu Nayara memutuskan untuk menunggu Andika bangun sendiri sembari menyalakan televisi.

Tidak berapa lama kemudian, terasa gerakan cukup keras di ranjang yang mereka tempati. Nayara pikir Andika akan bangun tidak lama lagi, sehingga dia bisa mengajaknya untuk makan di luar.

“Mas?” panggil Nayara hati-hati. “Kita minum jahe di luar yuk? Biar badan kamu jadi fit lagi ....”

Tidak ada sahutan, sehingga Nayara tidak ingin memaksakan diri. Dia tahu akhir-akhir ini Andika sering lembur di kantor milik keluarga besarnya, ditambah cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi dengan pasti.

Suara televisi yang tidak terlalu keras, ternyata membuat ranjang bergerak lagi.

“Andika, itu kamu?”

Suara bariton seorang pria membuat Nayara mematung di posisi duduknya. Bagaimana tidak, suara itu bukanlah suara Andika yang dia kenal.

“Siapa itu?” Nayara melontarkan pertanyaan dengan jantung berdegup kencang. “Kamu rampok ya? Kamu mau maling di rumah ini?”

Kata-kata Nayara meluncur cepat bagai desing peluru yang ditembakkan.

“Siapa yang maling? Jangan asal bicara ya!”

Sosok itu bangun dari posisinya dan berputar menghadap Nayara.

Bagai disambar petir di tengah malam buta, Nayara terbelalak ketika dia mendapati jika sosok yang sedari menempati ranjang itu bukanlah suaminya, melainkan orang lain!

“Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan di kamar ini?” Nayara berseru garang ke arah pria bertubuh proporsional itu. “Kamu pasti penyusup yang punya niat jahat terhadap aku dan Andika!”

Sebelum sosok itu menjawab, pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Andika muncul.

“Nay? Apa yang kamu lakukan di sini?” Dia menyipitkan matanya, berusaha meyakinkan diri jika Nayara betul-betul ada di hadapannya. “Kamu Elkan, ngapain kamu sama istri aku?”

Sial, umpat Elkan dalam hati sambil buru-buru turun dari ranjang.

“Sori, ini salah paham. Saat aku masuk dan tidur di sini, istri kamu belum ada.”

Andika beralih menatap Nayara. Bahkan dalam sorot lampu remang-remang sekalipun, dia bisa melihat jika ekspresi wajah suaminya terlihat curiga.

“Jadi kamu masuk saat kakak sepupu aku tidur di sini? Kamu nggak mikir perasaanku, Nay? Aku tuh lagi sakit, tapi kamu malah main gila begini ....”

“A—aku nggak tahu kalau dia sepupu kamu, Mas! Aku pikir kamu yang sejak tadi tidur di sini.”

Andika membanting satu kantong plastik berisi obat ke lantai.

“Jangan mikir jelek dulu, ini cuma salah paham! Aku tidak ngapa-ngapain sama dia, sumpah!”

“Sudahlah, El. Aku telanjur kecewa sama kalian berdua, apa yang aku saksikan tadi sudah cukup jelas. Kalian sudah tidur bersama di ranjang aku,” ucap Andika dengan tenggorokan tercekat, dia meringis menahan nyeri yang merambat di dadanya.

“Mas, aku nggak tidur sama dia!” bantah Nayara dengan air mata merebak.

“Alah, maling mana ada yang mau ngaku!” sentak Andika murka. “Jelas-jelas kamu sama Elkan ada di atas ranjang yang sama, apa lagi yang mau kamu jelaskan hah?”

Elkan yang tidak tahu apa-apa, mencoba untuk menengahi supaya tidak didera oleh rasa bersalah karena kesalahpahaman itu.

“Percaya sama aku, Dika. Aku tidak melakukan apa-apa sama istri kamu, dari tadi aku tidur sendirian.”

“Cukup El, kamu nggak perlu ikut campur urusan aku sama Naya. Maaf, kalau sambutan aku kurang baik hari ini. Seharusnya sebagai tuan rumah, aku bisa menjamu kamu dengan sempurna ... Gara-gara kejadian ini, sori. Aku nggak kuat lagi ....”

“Aku tidak jadi bermalam di sini, aku akan ke hotel saja.”

“Aku nggak enak sama ibu kamu, kita juga sudah lama nggak ketemu kan? Urusan ini biar aku sama Naya yang selesaikan.”

Nayara masih tergugu, dia tidak mengira jika Andika malah lebih mengutamakan untuk minta maaf kepada Elkan. Bukankah Nayara juga tidak tahu apa-apa?

Soal kedatangan Elkan saja, dia tidak diberi tahu sama sekali.

***

“Kamu sudah bikin aku kecewa, Nay.”

Andika menjatuhkan bobot tubuhnya ke atas sofa, lalu menyangga kepalanya dengan sebelah tangan.

“Mas, sumpah aku nggak ngapa-ngapain sama Elkan. Aku saja nggak tahu kalau dia sepupu kamu, dan lagi kenapa kamu nggak bilang kalau dia ada di kamar kita?”

Andika mendengus.

“Elkan itu kakak sepupu aku, dia tamu istimewa di sini. Aku suruh dia istirahat di kamar kita karena kamar tamu belum dibersihkan, tapi kamu bisa kan lihat-lihat dulu sebelum masuk kamar?”

“Lampu utama kamar itu macet, Mas. Aku sudah sering bilang kan?”

Nayara tidak bohong. Sudah berulang kali dia minta Andika untuk mengganti bola lampu di kamar mereka, tapi permintaannya itu tidak kunjung dipenuhi.

“Kamu terbukti sudah berbuat tidak senonoh sama Elkan, jadi aku harus mengambil langkah tegas supaya kamu jera.”

“Mas, aku minta maaf. Aku betul-betul nggak tahu,” ucap Nayara. Lagi-lagi dia mengalah sebagai istri, dia tidak ingin kesalahpahaman ini berlarut-larut hingga menghancurkan biduk rumah tangganya.

“Kali ini aku nggak bisa menerima maaf dari kamu, Nay. Kamu bukan istriku lagi, Nayara Crystalia. Aku ceraikan kamu sekarang juga, jadi silakan kamu pergi dari hadapanku.”

“Mas!” Air mata Nayara menitik satu per satu membasahi kedua pipinya. “Kamu menceraikan aku karena kesalahpahaman tadi? Elkan saja sudah bersumpah kalau nggak terjadi apa-apa di antara kami! Kenapa kamu tetap nggak percaya?”

Napas Andika memburu karena amarah, baginya tangis Nayara tidak lebih dari tangis seekor buaya betina yang ingin dikasihani.

“Aku betul-betul minta maaf, Mas. Aku mohon jangan ceraikan aku!”

“Aku paling benci pengkhianatan, Nay. Dan hari ini, aku sudah selesai sama kamu. Aku ingin rumah tangga kita diakhiri sampai di sini, sekarang pergilah, kita akan bertemu lagi di pengadilan.”

Nayara menangis sesenggukan, tidak mengira jika kesalahpahaman ini berbuntut fatal pada kelangsungan rumah tangganya dengan Andika.

“Mana Elkan?” tanya Nayara sembari mengusap air matanya yang tertumpah.

“Betul kan kalau kamu sudah sempat tidur sama kakak sepupuku, makanya sekarang kamu cari-cari dia? Gitu saja kok nggak mau ngaku ....”

“Jangan banyak omong, mana Elkan?” sentak Naraya kasar, membuat Andika terbelalak.

“Berani kamu sama ....”

“Aku di sini,” sahut Elkan yang muncul dari balik tembok.

Nayara langsung berlari untuk menyerangnya dengan frontal.

Bersambung—

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
7 Chapters
第1話
事態は突然緊迫し、全員が唖然とした。両親と彼氏の大澤悠は急いで駆け寄り、私のドレスに付いたべたつくオレンジジュースを拭いてくれたが、私はまだ呆然としていた。ただ黙って怒りの表情を浮かべる男の子を見つめたままだった。彼はまだ5歳で、顔立ちは母親に似ており、とても端正で可愛らしい。しかし、今の彼は怒りに燃え、自分が正義の味方か何かになったつもりで、不正に立ち向かっているようだった。従姉が歩み寄り、彼を引き寄せて軽く言った。「空、パパじゃなくて叔父さんよ」その態度には、叱る気配すらなく、謝罪どころか軽く済ませてその場を去ろうとしていた。母は怒りを抑えきれず、彼女を呼び止めた。「ちょっと待ちなさい!娘に謝りなさい!あなたたちの家ではこうやって子供を育てるの?」従姉は依然として無関心な態度で、眉をひそめるだけ。まるで私たちが理不尽に怒っているかのようだった。「まだ子供だもの、そんなことわかるわけがないでしょ?」「子供がわからないなら、あなたはわかるでしょう?」私の怒りもその言葉で一気に燃え上がった。大澤の両親も口を開いたが、説得の矛先は私に向けられた。「あかり、子供のことでそんなに気にするなよ。せっかくの雰囲気を壊さないでくれよ」まるで私が大人気なく騒いでいるかのように聞こえた。今日の食事会は、お互いの家族が正式に顔を合わせる初めての機会で、身近な親戚がみんな出席していた。私はこの日のために、普段なかなか着られない3万円以上もする特別なドレスを着ていた。でも、空がジュースをぶちまけたことで、そのドレスは台無しになった。本当に頭に血が上っていた。しかも、空は謝罪すらしない。場の雰囲気は一気に緊張した。その時、横にいた甥がジュースを手に取り、空に向かってぶっかけた。会場中がざわついた。従姉は悲鳴を上げ、慌ててティッシュで拭きながら、私たちを鋭く睨みつけた。すると私の従兄が甥の頭を撫でながら、さっきの言葉をそのまま返した。「彼もまだ子供だから、そんなこと気にするな」これは明らかに反撃だったが、相手が最初に言った言葉をそのまま返されると、反論する余地がない。私は少しだけ胸がすっとした。大澤は空を引き寄せ、厳しい口調で言った。「お姉さんに謝りなさい」「嫌だ!」空は
Read more
第2話
これはお互いの家族が正式に顔を合わせる初めての機会だったのに、こんなに気まずい雰囲気で終わってしまった。両親は家に帰ってからも怒りが収まらない様子だったが、10年も続いた恋愛関係を簡単に切り捨てるわけにはいかない。大人同士の付き合いだと、考えなければいけないことも増えていくし、気にかかることも多くなる。「ちゃんと大澤と話し合いなさい。今日どうしてこんなことになったのか、ちゃんと確かめるんだ。大澤はいい子だけど、あの奇妙な家庭が厄介すぎるよ」父も頷きながら同意した。「特にあの従姉だ。妊娠していて家まで厄介ごとを持ち込むなんて、さっきなんて、こっちで揉め事がエスカレートして、倒れて賠償金を請求されるんじゃないかってヒヤヒヤしたよ」思わず笑ってしまった私の頭を、母が軽く突いた。「笑ってる場合じゃないでしょ。本当にあの従姉はおかしいわ。離婚してるのに、どうして大澤の家に住み込む必要があるの?それに、あなたに対してものすごく敵意を持ってる気がするわ。まるであなたが彼女から何かを奪ったみたいにね」その言葉には一理あった。大澤の従姉について、私はあまり詳しく知らない。ただ聞いた話によると、大澤の母親は自分弟をとても大事にしていて、弟が高齢になってからの子供も一緒に可愛がっていたらしい。つまり大澤の従姉。大澤の話では、従姉とは幼少期を共に過ごした仲で、実の姉のような関係だという。だからこそ、離婚後に彼女が自分の家に住み込むことを許したのだろう。経済的に困窮している従姉が今でも悠々自適に暮らしているのは、主に5人が彼女を支えているおかげだ。大澤の叔父、叔母、両親、そして大澤自身。従姉にとって、私と大澤が結婚することは、自分が4つの経済的支援を一気に失うことを意味するのかもしれない。彼女には5歳の息子とまだ生まれていない子供がいる。教育費も養育費も必要だ。前の夫は無能で浮気ばかりしているような男で、養育費などを期待するのは難しい。だからこそ、彼女は自分の「可愛い弟一家」に頼るしかない。そう考えれば、彼女が私を敵視する理由も理解できた。そのとき、携帯が振動し、新しいメッセージの通知が表示された。見ると、それは大澤の母からの長文の謝罪メッセージだった。「今日の初対面がこんな形になってしまって
Read more
第3話
再び彼らの家に行ったのは、週末のことだった。大澤の両親と叔父叔母は一緒に住んでいる。家は広くはないが、たくさんの人が詰め込まれていて、息苦しく感じるほどだった。幸い、今日は叔父と叔母は仕事に行っており、家にいるのは6人だけだった。従姉はリビングのソファに座り、テレビを見ている。隣には空がいて、私を見るとすぐに眉をひそめて不機嫌そうな顔をした。しかし、警告されたのか、睨みつけるだけで、他には何もしてこなかった。私は彼の隣に座った。従姉は大きなお腹を撫でながら、私が座るとすぐに尋ねた。「手伝わないでここで何をしてるの?」「私は客、手伝う必要なんてない」普段は家で何もしないで遊んでいるくせに、他人に何かと文句をつける資格あるか。その時、空がテレビで新しいトランスフォーマーのおもちゃを見つけ、叫びながら母親の手を引いて言った。「ママ、ママ、これ買って!6000円のこれ、買ってよ、買ってよ!」「あとで叔父さんに頼んで買ってもらおうね」従姉はあまりにも自然に言う。まるでこの場面が何度も繰り返されてきたように。大澤は彼ら三人を世話する役目でも負わされているのは当然のことだろうか?でも私は怒らず、無表情でスマホを見ていた。従姉は私が怒らないのを見て、さらに優しく空に言った。「空、もう少し大人にならないと、今度は叔母さんができたら、叔父さんはあんまりあなたを可愛がらなくなるよ」は?私は驚き、信じられない思いで彼女を見た。こんなことを子供に教えるのか。それは、空も私を嫌うわけだ。要するに、この一家は大澤にしがみつこうと計画しているのだろう。私が言おうとしたその時、大澤の母が呼びかけた。「あかり、音子、食事にしよう!」向井音子は大澤の従姉の名前だ。食卓で大澤の母はずっと私に料理を取ってくれ、謝罪の言葉をいくつも述べてくれた。最後にこう言った。「あなたたちが長い付き合いをしているのはみんな見ているから、ちょっとしたことを気にせず、仲良くしてね」この言葉はとても巧妙だ。私は仕方なく笑顔で言った。「大丈夫ですよ、おばさん、大澤とはずっと良い関係です」隣の空は大澤に何か言っていた。「叔父さん、テレビで見たトランスフォーマーが欲しい」「うん、わかったよ、叔父さんが買ってあげる」大
Read more
第4話
両親に結婚したくないことを話した後、案の定、叱られた。「結婚を遊びだと思っているのか?結婚したいときは結婚して、したくなければしないのか!26歳にもなって、まだ結婚しないの?一人で老後を過ごしたいのか?いつか、お父さんお母さんが先に天国に行くことになるけど、あなた一人でどうする?」毎回同じことを言われて、私は何も反論できなかった。大澤の家のことを話す勇気はなかった。彼らを怒らせるだけで、解決策は何もないからだ。そして、大澤と付き合ってこんなに長い間、こんな些細なことで別れるなんてことはありえない。でも、これは本当に些細なことなのだろうか?母がスマホをちらっと見て、私に言った。「大澤のお母さんがすでにすごく低姿勢で、明日両家で一緒に家を見に行こうって言ってた。ちゃんと大澤と仲良くしなさい!わがまま言っちゃだめよ」私は言われて腹も立たず、ただ黙って聞いているしかなかった。「両家?」私は聞いた。「彼の従姉も一緒に来るの?」「来ない来ない、わざわざ言ってたよ、今回はお互いの両親だけで、他の人を連れてこないって。そう言われたら、向こうは本当にあなたのことを大切に思ってるんだね」私はただ黙って頷いて、何も言えなかった。翌日、会ったとき、大澤の母は熱心に私を迎えて、ベルベットの箱に入ったネックレスを私に渡した。「これはうちの家宝で、悠の曾祖が伝えたものなの。あかりがつけるときっと素敵に見えるわよ」ネックレスの中央にブルーサファイアが埋め込まれていて、それだけで非常に高価なことがわかる。大澤も私の手を取って、小声で謝ってきた。なぜ謝るのか?あの日、私の気持ちに配慮できなかったからだ。私は少し自分に疑問を感じ始め、もしかしたら少し甘やかしすぎていたのかもしれないと思った。恋愛というのは、結局小さなことで揉めるものだ。そんなことでいつまでも引きずっているのは、ちょっと大袈裟だろうか?心の中のもやもやが少し晴れた。4LDKの家でとても広く、採光も良く、まさに私の夢の家のようだった。私たちは一部屋ずつ見て回った。そして、次の寝室を見たとき、大澤の母がふとした口調で言った。「この寝室は音子にあげて、ベビーベッドを置いて、向かいの寝室は空が使うの。残りの主寝室とあの寝室は、あなたたちと将来の
Read more
第6話
私を見ると、大澤悠は急いで私を抱きしめ、一度また一度、「ごめん」と言い続けた。その時、彼が本当に心から謝っているのはわかった。でも、それがどうした?私は冷静に彼の腕から離れた。「あかり、僕の両親が言ったんだ、あの家は僕たちのものだって。これからは従姉も僕たちと一緒に住むことはない、今回だけは許してくれないか?お願いだ」短い言葉だったけど、彼は言葉に詰まって、私が耐えられずに聞き終わらないんじゃないかと心配していた。「じゃあ、これから彼女たち三人の世話はしないって保証できるの?私たちが家庭を持った後、あなたのお金は私と未来の子供たちだけに使うって保証できる?」大澤は黙り込んだ。「ほら、できないだろ。大澤悠、私は本当に不思議に思う。あなたの家はどうして叔父の子供をこんなに大切にするの?ただの従姉じゃないか、どうしてそんなに気にするの?」「もちろんそんなことない!」大澤は思わず手で顔を覆って、無力で崩れたように言った。「だって彼女は僕の実の姉なんだ!僕の親の子供なんだ!」その言葉に驚いた。私が驚いている間も、大澤は続けて姉の話を始めた。「昔、家の中では男の方が大切にされ、女は軽視されているせいで、姉を産んだ後、親は家族にずっと責められて、男の子を産まないことで大きなプレッシャーを感じていた。それに叔父は年齢も上で子供がいなかったから、姉を彼の家に養わせたんだ。でも親はずっと姉に対して罪悪感を感じていて、もしあの時姉を送らなかったらよかったのにって思っている。だから小さい頃から姉と一緒に遊んでいた。あの男と離婚したときは、僕はその男を殺してやろうと思ったんだ。あかり、君はわかってくれるよな……彼女は僕の実の姉なんだ、僕が世話をしなかったら、誰がするんだよ。わかってくれるだろ?」私は手を打って言った。「素晴らしい家庭ドラマだね。でも残念ながら、私は理解できない。あなたとあなたの両親、ずっと自分たちの感情に浸っているだけだ」「何?」大澤は驚いていた。「あなたの母は姉を叔父の家に送った後、両家は距離を取らず、あなたと姉を一緒に育てた。叔父の家族に対しても、姉に対してもよくなかった。叔父が姉を育ててくれたのに、あなたたちは感謝していない。そして姉を自分の家族にしようとしている。じゃあ叔父はその十年間、何
Read more
第7話
彼との関係が完全に終わった後、私は彼の家宝を返して、自分の生活を始めた。その後のことは、すべて他の人から聞いた話だ。大澤はしばらく落ち込んでいたが、また親の言うことを聞いて、相手を紹介されたらしい。その相手は彼に好意を示していたが、決して優しいタイプではなかった。同じ手段で彼女が刺激された結果、大澤の従姉とは言え、ほぼ大乱闘になりそうだった。もう従姉じゃなくて、姉さんと呼ぶべきだろう。大澤の姉は怒りすぎて早産になり、男の子を産んだ。二人の子供と一人の大人のプレッシャーで、大澤の給料はだんだん足りなくなり、自分に気に入られないと分かった相手は、もう無駄に熱心に接してくることもなく、さっさと立ち去った。そしてちょうどその頃、会社のリストラがあって、最近元気がない大澤もその波に飲み込まれた。これで仕事も恋愛も失った彼は、さらに打撃を受けた。大澤の両親は、姉よりも彼に心を痛め、二人の嫁がこんな風にされてしまったことで、姉を叔父の家に任せることになった。もう「申し訳ない」という気持ちもなかった。一方で、私のSNSの訪問履歴には、どうしてもある一人の名前が頻繁に現れるようになった。彼女は本当に愚かで、全く同じ名前とアイコンだった。ずっと覗かれて腹が立ったが、彼女のページを開いてみると、そこには家事や子供の悩みばかりが書かれていて、思わず気が楽になった。周りの人がその話をするとき、みんなただ感慨深く言うだけだった。「大澤悠と結婚しなくて本当に良かったね。罠から脱出できたって感じだね」私はただ笑って、その言葉に答えることはなかった。この出来事をきっかけに、両親はもう私に結婚を急かすこともなく、ただ私が幸せでいることを願ってくれた。それに、紹介される相手も、彼らが私とよく相談してから話してくれるようになった。それから三年後、大澤が結婚したと聞いた。嫁さんは、たった三ヶ月で結婚を決めた相手だった。結婚式の日、彼から招待状が届いたが、私は行かなかった。前の彼氏と結婚式で再会するなんて、あまりにも俗っぽい。同級生から聞いたところ、結婚式は粗末で雑だったらしく、ある女性親戚が二人の子供を連れて来て嫁さんの新婚生活に介入しようとして、新居に住みたいと言ったらしい。嫁さんはいい人だったので、あまり
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status