"Tapi, aku nggak bermaksud mengancam kalian semua. Benda apa pun yang didapat dari reruntuhan ini dan selama itu bukan yang aku butuh, semuanya akan jadi milik orang yang mendapatkannya," lanjut Priya setelah melihat seluruh kerumunan itu.Ucapan itu langsung membuat semua orang yang berada di sana menghela napas lega. Jika tidak, mereka pasti sudah memilih untuk mundur daripada tetap tinggal di sana dan hanya menjadi pekerja yang menguntungkan orang lain."Baik, terima kasih atas kemurahan hati Nona Priya. Kalau begitu, silakan Nona Priya buka reruntuhan ini. Kami bersedia jadi yang pertama masuk untuk buka jalan bagi Nona," seru sekelompok kultivator tingkat penebas dewa secara serempak.Sebelum Priya sempat bergerak, anjing hitam besar itu sudah terlebih dulu berteriak dengan angkuh, "Sialan, bukannya tadi kalian para tua bangka ini masih berteriak-teriak? Sekarang malah menjilat dan pura-pura patuh. Aku beri tahu kalian. Kalau nggak bersujud dan minta maaf padaku, jangan harap ada
Magbasa pa