Di atas tebing, Yuriel Leviathan menoleh ke arah Rindy dengan senyum dingin yang tidak berusaha disembunyikan. "Lihat itu." Nada suaranya datar, seperti menyampaikan sesuatu yang sudah lama ia tahu. "Di depan Patung Seratus Binatang, tidak ada potensi yang bisa disembunyikan. Masih ada yang perlu kau pertahankan darinya?" Rindy tidak menjawab. Matanya tetap ke bawah, jari-jarinya mencengkeram tepi batu tanpa disadari. ** Di dekat pinggir kerumunan, Cade Aurin menatap Ryan dari jauh. Senyum mengejek itu tergantung bebas di sudut bibirnya, tanpa sedikit pun upaya untuk menyamarkannya. "Sudah kubilang." Suaranya terdengar jelas oleh yang berdiri di dekatnya. "Mulut terlalu besar, kemampuan terlalu kecil." Di tengah posisi bersila dan matanya yang setengah terpejam, Ryan mengerutkan alis tipis. 'Divine God Beast Tamer, apa yang terjadi?!' Tidak ada jawaban langsung. Ada jeda yang terasa lebih panjang dari biasanya, sebelum suara itu akhirnya muncul dengan nada yang sama sekali
閱讀更多