Monster itu tahu betul dirinya tak mungkin lolos hidup. Justru karena itu, ia malah tertawa dingin. "Bocah kurang ajar. Kau tahu makhluk macam apa yang baru saja kau buat murka?" "Kalau kau berani membunuh kami bertiga, kau akan menanggung amarah Tuan yang tak akan pernah reda sampai kapan pun!" "Ada faksi-faksi di dunia ini yang sama sekali tak sanggup kau lawan, dan Tuan adalah salah satunya!" "Orang yang kau maksud itu Lucas Ravenclaw, bukan?" Ryan mengangkat sebelah alis, sengaja memancing. Begitu nama Lucas Ravenclaw disebut, mata monster itu langsung menyala merah darah. Tubuhnya bergetar penuh gairah, seakan nama itu adalah sesuatu yang suci baginya. Lalu, gelombang energi yang luar biasa besar meledak dari dalam tubuhnya. Monster itu memilih meledakkan dirinya sendiri, demi memastikan tak ada satu rahasia pun yang bocor. Ryan langsung melompat mundur. Pada saat yang sama, Energi Gao dan energi iblisnya membungkus seluruh tubuhnya rapat-rapat, menahan hempasan leda
Mehr lesen