Begitu kalimat itu terucap, semua peserta langsung mulai menilai lawan-lawan di sekitar mereka. Diam-diam mereka mengira-ngira kekuatan satu sama lain. Bahkan dua orang yang tadinya masih mengobrol dan tertawa bersama kini saling memandang penuh waspada. Postur tubuh yang tadi santai kini menjadi lebih tegak, lebih siaga. Suasana tegang seketika menyelimuti seluruh lembah. Ryan merasakan banyak tatapan tertuju kepadanya. Dibanding tadi, permusuhan dalam tatapan itu jauh lebih kentara dan lebih terang-terangan. Jelas, orang-orang itu sudah menjadikannya sasaran buruan. Tidak ada yang repot-repot menyembunyikannya. "Setelah kalian diteleportasi ke dalam, lokasi kemunculan kalian acak," pemuda itu meneruskan. "Segala sarana komunikasi diblokir di dalam sana. Karena itu, tidak mudah menemukan rekan sesekte kalian. Setiap peserta pada dasarnya bertindak sendiri." "Yang patut diperhatikan, di dalam terdapat banyak harta langka, material berharga, dan binatang roh yang bermutasi
Read more