Mendengar suaminya mengalami kecelakaan, tangan Arini langsung gemetar. Ponsel yang berada di genggamannya hampir saja terjatuh. Dengan napas memburu, dia segera mengambil kunci mobil yang berada di atas nakas lalu bergegas keluar dari kamar. "Anak-anak!" teriak Arini kepada ketiga putrinya. "Iya, Ma!" jawab Naomi, Naura, dan Nadira hampir bersamaan. Mendengar teriakan ibunya, mereka langsung bergegas menghampiri Arini di ruang tamu. "Ada apa, Ma?" tanya Naura dengan dahi berkerut. "Sekarang kalian bersiap-siap. Sebentar lagi kita akan pergi ke rumah sakit," kata Arini berusaha terdengar tenang. Namun, siapa sangka ketenangan itu hanyalah topeng untuk menutupi kepanikannya. "Siapa yang sakit, Ma?" tanya Naomi bingung. Mereka bertiga tadi sedang bermain di ruang keluarga. Tiba-tiba saja mamanya meminta mereka pergi ke rumah sakit sehingga membuat mereka bertanya-tanya. "Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang cepat bersiap," pungkas Arini. Bukan Arini tidak ingin memberitahukan
Magbasa pa