"Ketua, bukan begitu." Midori buru-buru membantah."Kamu hanya membohongi dirimu sendiri." Dewi Kembang berkata, "Jangan kira aku nggak tahu. Setiap kali kamu memandangnya, sorot matamu selalu berbeda.""Ketua, aku ....""Sudahlah. Aku hanya ingin mengingatkanmu. Sekarang di Istana Kembang hanya tinggal kita berdua. Sebelum dendam besar kita terbalaskan, kita berdua nggak boleh terikat urusan cinta. Ngerti?"Midori mengangguk kuat. "Aku mengerti.""Bagus kalau begitu." Dewi Kembang kembali menggertakkan giginya. "Suatu hari nanti, setelah kultivasiku pulih, aku pasti akan menghajar bajingan itu habis-habisan."Midori bertanya, "Ketua, apa sekarang kita keluar?""Nggak." Dewi Kembang menjawab, "Aku ingin istirahat di sini sebentar.""Baiklah. Aku akan temani Ketua."Alasan Dewi Kembang tidak ingin keluar adalah karena dia agak takut bertemu Ewan lagi. Perasaannya saat ini sangat rumit. Saat dia pingsan, Ewan telah melihat seluruh tubuhnya. Hal itu membuatnya sangat marah.Namun, fakta b
Leer más