Cantika mengangguk. "Baiklah.""Selain itu, perketat pengamanan di luar hotel. Kejadian seperti ini nggak boleh terulang lagi." Ewan lalu memerintahkan Zayn, "Segera bersihkan lokasi ini.""Baik."Setelah menerima perintah, Zayn dan Cantika segera bergerak.Ewan menatap Yuki dan berkata, "Maaf, Yuki. Aku benar-benar nggak nyangka hal seperti ini akan terjadi. Tapi tenang saja. Siapa pun pelakunya, aku nggak akan melepaskannya."Yuki berkata dengan lembut, "Masalah ini bukan salahmu. Jelas ada seseorang yang sengaja menargetkanmu. Kamu harus lebih hati-hati."Ewan mengangguk.Saat itu juga, Aruna keluar dari hotel dan bertanya, "Ewan, Ibu dengar tadi ada ledakan. Apa yang terjadi?"Ewan menjawab, "Ibu, semuanya sudah beres. Ibu nggak perlu khawatir.""Baiklah." Aruna mengangguk, lalu melirik arlojinya. "Dodo pergi jemput kakekmu. Seharusnya mereka sudah hampir sampai."Baru saja Aruna selesai berbicara, lima mobil berhenti di depan hotel. Faiz telah tiba!Setelah turun dari mobil, Faiz
Leer más