Lebih terkejut lagi, saat kurasakan sebuah tangan memegang pundak kananku. Aku tanpa sadar menegang. "Mommy, Ibu itu siapa?" Pertanyaan Marissa membuatku menunduk, menatap ke arahnya yang balas menatapku polos. "Mommy gak kenal," sahut ku berbisik yang dibalas Marissa dengan mulut membulat. "Ayo pergi!" ajakku sambil mengulas senyum tipis. Marissa mengangguk pelan. Kami pun kembali melanjutkan langkah. Namun, suara Sandra justru kembali terdengar, "Kamu Alisha, bukan? Mantan istri Dokter Kennan!" "Maaf, kamu salah orang," sahut ku cepat sembari mengubah gaya bicara, berharap dirinya tidak mengenali. "Masa sih?" Aku enggan berbalik, malah mempercepat laju kaki. Namun, lagi-lagi kami harus menghentikan langkah saat Ibu Avan justru menghadang dengan kedua tangan terentang lebar. "Mau apalagi sih?!" tanyaku menggeram marah sambil menahan suara agar tetap terdengar rendah. "Kamu dan anak kamu belum minta maaf sama saya dan anak saya. Jadi, kalian tidak boleh pe
Read more