Dua tahun telah berlalu, Davia, permata hati Celine dan Davies, telah tumbuh menjadi anak berusia tujuh tahun yang ceria, lincah, dan penuh rasa ingin tahu. Rambut pirangnya sering diikat ekor kuda oleh Celine, dan matanya yang tajam seperti Davies namun selalu berbinar ceria, tak pernah berhenti menjelajahi dunia. Pagi itu, Davies dan Celine sedang menikmati sarapan di teras belakang, ditemani semilir angin yang membawa aroma bunga melati dari taman. Davia duduk di antara mereka, asyik membaca buku komik petualangan terbarunya. Kehidupan mereka adalah gambaran sempurna dari keluarga bahagia: Davies kini lebih sering tersenyum, Celine bersinar dalam perannya sebagai istri dan ibu, dan Gerald, sang paman yang kini hangat, sering berkunjung dari Melbourne, membawa oleh-oleh kopi spesial dan cerita lucu yang selalu membuat Davia tertawa. "Ayah, Ibu," kata Davia, mengangkat kepalanya dari buku, "Nanti sore kita jadi ke Darling Harbour kan? Lihat kapal besar!" Davies tersenyum, mengusap
Read more