Keesokan paginya, begitu tiba di kantor, Aurelia langsung menerima telepon dari Bagas."Aurelia, akhir pekan ini kamu ada waktu? Istriku ingin mentraktirmu makan," kata Bagas dengan nada lembut, tetapi terdengar sedikit berhati-hati."Om Bagas, kalau ada urusan, langsung saja katakan," ujar Aurelia."Masih soal kamu dan Reynald. Sekarang dia setiap hari tidak nafsu makan dan sulit tidur. Kamu juga tahu, dia tumbuh besar dalam pengawasan tantemu, jadi wajar kalau tantemu merasa kasihan padanya."Bagas pun berkata dengan hati-hati, "Jadi istriku ingin mengundangmu datang ke rumah untuk mengobrol, melihat apakah masih ada kemungkinan untuk memperbaiki hubungan ini.""Om Bagas, antara aku dan dia sudah tidak mungkin lagi," jawab Aurelia dengan tenang. "Surat perjanjian perceraian sudah diajukan. Setelah masa jeda berakhir, kami akan mengurus surat cerainya.""Aku tahu, aku tahu."Bagas segera berkata, "Hanya makan bersama, tidak ada maksud lain. Tantemu juga ingin meminta maaf kepadamu. So
Read more