"Apa sih, Lang?" Galang tiba-tiba saja merentangkan tangannya di ambang pintu ruang tengah, menghadang total jalur yang akan dilewati Airin. Gerakan spontan itu sukses membuat langkah Airin terhenti mendadak karena terkejut. "Berangkat sekolah sama gue!" ucap Galang dengan nada memerintah, sedikit memaksa. Airin mendongak, menatap Galang yang sudah berpenampilan rapi dengan seragam putih abu-abu melekat pas di tubuh atletisnya. "Nggak!" sahut Airin singkat. Ia meraih pergelangan tangan Galang, menariknya turun dengan paksa agar tidak lagi menghalangi jalannya, lalu berjalan cepat meninggalkan cowok itu. "Emang gue ada ngizinin lo buat nolak?" sahut Galang santai sekaligus songong. Dengan langkah lebar, ia dengan mudah mengejar dan menyamai langkah kaki Airin. Airin akhirnya menghentikan langkah kaki tepat di teras depan kediaman mewah Mahendra. Di sana, sebuah motor sport hitam milik Galang sudah terparkir gagah, siap untuk dipacu. Dengan tampang berandalan andalannya, Ga
Baca selengkapnya