Pagi itu, Arven terbangun dengan perasaan yang berbeda.Untuk pertama kalinya sejak datang ke kota ini, ia membuka kalender di ponselnya bukan untuk menghitung berapa lama lagi harus bertahan, melainkan menghitung berapa hari lagi sebelum pulang.28 hari.Angka itu membuatnya tersenyum.Masih hampir satu bulan.Namun dibandingkan tiga bulan yang terasa begitu panjang di awal, empat minggu bukanlah waktu yang mustahil untuk dilewati.Ia merapikan tempat tidur, membuka jendela apartemen, lalu menghirup udara pagi yang masih segar."Sebentar lagi."gumamnya pelan.Di kos, Ravika juga memulai hari dengan semangat yang berbeda.Sambil menyiram tanaman di halaman, ia sesekali memandang kursi kayu di teras.Dulu, kursi itu selalu ditempati Arven setiap pagi sambil menikmati teh hangat.Sekarang kursi itu masih kosong.Namun kali ini, kekosongan itu tidak lagi terasa menyedihkan.Karena ia tahu, ada hari ketika kursi itu akan kembali terisi."Bu Ravika!"teriak salah satu penghuni dari lantai
Last Updated : 2026-07-09 Read more