Mendengar syarat yang dilayangkan dari bibir Bella, Shin tidak langsung memberikan jawaban. Pria itu justru melangkah mendekat, mengulurkan tangannya untuk membelai ringan pipi Bella dengan jemarinya yang hangat, lalu berbisik dengan suara rendah yang menggetarkan dada."Kau pasti sudah tahu apa jawabannya, Miss Bella..."Bella memejamkan mata sejenak, menikmati sentuhan itu sebelum akhirnya menjauhkan wajahnya. Sejujurnya, ia sendiri memang tidak terlalu mengharapkan pria itu akan menyetujui syaratnya. Dalam benak Bella, ia berpikir bahwa Shin pasti tidak akan pernah meninggalkan kelompok Red Line demi seorang wanita. Entah karena kadar cinta pria itu kepadanya belum cukup, atau karena kekuasaan kelompok mafianya jauh lebih penting dari apa pun. Apa pun alasannya, Bella tahu kenyataan ini pasti tidak akan sesuai dengan apa yang ia inginkan.Bella mengulas sebuah senyuman tipis yang sarat akan kekecewaan tersembunyi. "Aku tahu. Maka dari itu, aku menganggap selama ini kau memang tidak
Baca selengkapnya