Larut malam, Rezi sudah tertidur.Caitlyn berbaring di sampingnya dan bertanya kepada Yasmin yang berada di ranjang sebelah, "Sudah tidur?"Yasmin menggumam pelan sebagai jawaban."Katanya sudah tidur, tapi masih bisa jawab." Caitlyn tersenyum. "Aku mau tanya sesuatu.""Tanya saja." Suara Yasmin terdengar datar."Irvin nggak menghubungimu?"Yasmin tidak menjawab.Caitlyn berkata, "Yaya, aku tahu selama beberapa hari ini kamu menemaniku dan Rezi di rumah sakit. Selain karena kamu memang sayang sama Rezi, sebenarnya juga untuk menghindari Irvin, 'kan?""Memangnya aku takut sama dia?" balas Yasmin. "Kalau sudah bilang selesai, ya selesai. Dia juga bukan tipe yang bakal terus-terusan ngejar dan ganggu aku.""Jadi kalian benar-benar nggak akan berhubungan lagi setelah ini? Kalau nanti dia pacaran, nikah, punya anak, kamu benar-benar nggak akan merasa apa-apa?""Mungkin ada sedikit perasaan." Yasmin berkata, "Aku akan mendoakan semoga rumah tangganya langgeng dan bahagia.""Aku serius lho!"
Read more