"Ada apa?""Melihat gaya Bos Ray ini, jangan-jangan kamu juga mau memecahkan kepalaku seperti yang kamu lakukan sama orang di sebelah itu?"Pria itu melirik Darshun yang tergeletak di lantai dengan kepala penuh darah dan ekspresinya menjadi semakin suram.Saat itu, Kamil buru-buru maju menghentikan Ray dan mencengkeram erat tangan yang memegang botol minuman.Dengan suara pelan, dia berkata, "Pak Ray, nggak masalah kalau Bapak memukul Darshun untuk melampiaskan amarah. Tapi orang yang ada di depan ini nggak boleh dipukul.""Dia adalah Kepala Departemen Pengawasan Kota Cloudia, Yanuar. Kalau Bapak pukul dia, pabrik farmasi itu benar-benar nggak akan punya jalan keluar lagi. Mungkin Pak Ray juga akan ditangkap ....""Kalau sudah masuk ke sana, tetap mereka yang berkuasa. Orang-orang seperti mereka ...."Kamil berbisik-bisik kepada Ray. Namun, pria yang berdiri di seberang mereka malah mengernyit dan membentak dingin, "Bos Kamil, kalau begitu, berarti kamu sekelompok dengan Ray?""Sungguh
Read More