Di dalam ruang perpustakaan kuno yang hening itu, Kukuh termenung sejenak. Otaknya memutar kembali segala hinaan dan cacian yang selalu dilontarkan oleh keluarga besar Cokro kepadanya. Selama ini, ia memang tidak memiliki gelar, jabatan, maupun kekayaan di atas kertas yang bisa dibanggakan. Tawaran Dokter Harsha adalah sebuah jembatan emas untuk mengubah konstelasi posisinya di dunia nyata."Baiklah, Dokter. Akan saya coba," ucap Kukuh mantap, mengangkat kepalanya dengan sorot mata yang penuh determinasi. "Nanti sepulang dari sini, saya akan langsung mampir untuk membeli buku-buku dasar dan kisi-kisi tes masuk ke fakultas kedokteran."Dokter Harsha tersenyum lebar, tampak sangat puas dengan keputusan muridnya."Bagus, Nak Kukuh. Ingatlah, jangan sampai rasa minder membunuh bakat dan potensimu yang sesungguhnya," pesan Dokter Harsha dengan suara baritonnya yang menenangkan. "Kita sebagai manusia, apalagi yang mengemban takdir sebesar dirimu, harus memiliki rasa percaya diri yang mutlak
閱讀更多