Pegunungan Lorcan, Altar Mahisa. Altar Mahisa dibangun menyatu dengan lereng gunung, terbagi menjadi Altar Langit dan Altar Bumi. Di pusat Altar Langit berdiri sebuah patung raksasa berwujud manusia berkepala banteng, sosok Maharaja Mahisa, dengan sepasang tanduk melengkung menjulang ke langit. Di bawahnya terbentang Altar Bumi, sebuah lapangan luas yang sanggup menampung ribuan orang. Di bagian depan lapangan, dua tiang totem setinggi sepuluh meter berdiri tegak di kedua sisi, juga terpahat ukiran kepala banteng. Di antara tiang-tiang totem dan relief, terdapat sebuah altar persembahan, ditata sepenuhnya menurut tata cara altar kerajaan zaman kuno. Sembilan tungku perunggu berkaki tiga dan delapan bejana ritual disusun di tengah. Pedupaan, meja dupa, lonceng emas, dan gendang ritual berjajar rapi di depan altar. Seluruh bangunan itu memancarkan kewibawaan tua, seakan menyimpan jejak ribuan tahun yang membisu di balik batu-batunya yang menghitam. ** Pada saat ini, lapangan
더 보기