Boom! Ledakan energi menggelegar tanpa peringatan. Ketiga sosok berjubah hitam melangkah maju serentak. Tatapan mereka sedingin es, seakan mampu membekukan darah siapa pun yang menatapnya. Seisi aula berguncang hebat. Jendela-jendela di sekeliling ruangan pecah berhamburan, berubah menjadi serpihan kaca yang beterbangan ke segala arah. Detik berikutnya, ketiga sosok itu justru melebur menjadi satu, menyatu dalam sebuah wujud tunggal yang mengerikan. Dari punggungnya, tumbuh empat lengan hitam raksasa, meliuk-liuk seperti ular yang siap menerkam mangsa. Keempat lengan itu berayun cepat, menderu bagai raungan iblis, terlalu gesit untuk sekadar ditangkap mata telanjang. Whuush! Sosok itu melesat, berubah menjadi bayangan kabur, lalu menghantamkan telapaknya lurus ke arah kepala Ryan secepat kilat. Hanya dari angin pukulan itu saja, taplak meja sudah terbang berhamburan dan gelas-gelas kristal di sekitarnya pecah berkeping-keping. Di tengah pekik ngeri seisi ruangan, Ryan j
Read More