Tap, tap, tap!Suara derap langkah kaki kecil yang terburu-buru bergaung renyah di atas lantai marmer, seketika memecah keheningan koridor sayap barat Istana Utama Ethelwilde. Lorong-lorong megah yang empat tahun lalu terasa begitu dingin, kaku, dan sarat akan intimidasi politik, kini telah berubah total. Tempat itu kini dipenuhi oleh energi kehidupan yang teramat hangat, berkat kehadiran seorang balita berpipi gempal yang sedang berlari ugal-ugalan sambil memeluk sebuah boneka naga kain rajutan."Kuda! Cepat, Pangeran mau naik kuda!" pekik suara cempreng nan menggemaskan itu, memicu tawa renyah dari para pelayan istana yang berpapasan dengannya.Bocah laki-laki berusia tiga tahun itu bernama Regulus Alderwyn. Dia adalah putra pertama, sekaligus sang Putra Mahkota kecil Ethelwilde. Regulus mewarisi ketampanan dari ayahnya, sepasang netra safir biru malam yang berkilau tajam bak permata, serta helai rambut hitam pekat yang legam. Namun, berbeda dengan sang ayah yang irit senyum, sifat
Baca selengkapnya