Kylar tahu istrinya mungkin menganggap semua ini berlebihan, drama, tidak masuk akal, dan mungkin memang begitu.Namun sejak mendarat di Maldives, dia baru sadar kalau dia terlalu terbiasa dengan keberadaan Ryn.Karena itu, saat Ryn tadi menyuruhnya istirahat, entah kenapa dia justru tersinggung. Padahal dia menelepon bukan karena tidak bisa tidur, tidak juga karena bosan. Dia menelepon karena sejak siang dia menunggu waktu luang hanya untuk bisa melihat wajah istrinya lagi.“Ya udah.” Intonasi Ryn akhirnya melembut. “Aku minta maaf kalau bikin Mas nggak merasa dikangenin balik. Aku beneran kangen sama Mas kok.”“Nah.” Kylar mengangguk puas. “Itu baru istri aku.”Ryn langsung memutar bola mata. “Puas sekarang?”“Lumayan.”“Dasar.”Kylar terkekeh pelan. Dia menyugar rambutnya ke belakang lalu melonggarkan kerah kemeja yang sejak tadi terasa menyesakkan.Hari ini memang panjang. Meeting berjam-jam, inspeksi lokasi, laporan yang tidak ada habisnya, ditambah satu istri yang tanpa dosa men
Baca selengkapnya