Kylar menoleh tidak percaya. “Loh, aturan mainnya nggak gitu, Sayang.”“Habis dari tadi jawabnya hm, hm, hm terus.” Ryn mendengus kesal sambil kembali menjatuhkan kepalanya ke paha pria itu. “Aku jadi kesel tahu!”“Iya, iya, maaf.” Kylar akhirnya terkekeh pelan sambil mengusap pipi istrinya dengan punggung jari. Tatapannya turun mengikuti wajah Ryn yang masih cemberut. “Jangan suruh tidur di luar dong. Tadi aja yang di kitchen island belum selesai.”“Nggak ah, aku udah males,” rajuk Ryn sambil memalingkan wajah, walaupun pipinya mulai memerah lagi mengingat apa yang hampir mereka lakukan di dapur tadi.“Bener males?” tanya Kylar rendah.Dan sebelum Ryn sempat menjawab benar-benar, tangan kiri pria itu sudah menyelinap masuk ke balik kaus longgar yang dikenakan istrinya. Jemarinya mengusap pinggang Ryn perlahan sebelum naik lebih tinggi, menyentuh sisi dadanya dari balik bra.Ryn langsung menahan napas kecil.Pria ini sedetik yang lalu masih cemburu, sekarang sudah berhasrat saja?“Mas
더 보기