“Kamu kenapa terlambat terus, Dara? Kamu tahu, ‘kan, pagi ini ada meeting penting? Kita harus siapkan semua bahan dulu.”Teguran Naufal langsung menyambut begitu Dara tiba di lantai executive office.Jam di dinding bahkan belum menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh. Namun bagi Kylar, terlambat tetap terlambat.“Maaf, Mas …” jawab Dara cepat sambil menunduk sedikit. “Tadi kejebak macet.”Tatapannya langsung melirik gugup ke arah pintu ruangan CEO yang tertutup rapat. “Pak Kylar udah datang ya?”“Sudah dari tadi.” Naufal mengembuskan napas kecil sambil mengecek tablet di tangannya. “Cepat masuk. Beliau udah nunggu.”Saat Naufal berjalan lebih dulu kembali ke ruangan Kylar, Dara buru-buru membuka tasnya sebentar. Tangannya gemetar samar ketika menyentuh botol kecil bening di dalam sana.Perlahan Dara menyelipkan botol tersebut ke saku blazer ketat yang dikenakannya hari ini.Ya, pada akhirnya Dara memang mengambil obat itu dari Jihan. Mungkin setan benar-benar sudah berhasil menggoyahka
더 보기