Keesokan harinya.Kiran berjalan lesu menuju mobil Elvano yang sudah menunggunya di depan rumah. Begitu masuk ke dalam mobil, Kiran langsung memasang sabuk pengaman lalu menyandarkan punggungnya ke kursi dengan wajah yang begitu kusut.“Ada apa, hm? Masuk mobil kenapa wajahmu cemberut begitu masam seperti itu, hm?” Elvano langsung memastikan saat melihat raut wajah Kiran yang terlihat begitu banyak beban. “Apa ada masalah lagi?” tanya Elvano lagi.Kiran mengembuskan napas pendek. “Banyak, El. Terutama masalah yang sedang dihadapi Noah saat ini.”Kening Elvano berkerut dalam, dia mengembuskan napas kasar lalu melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Bimantara. “Noah lagi, Noah lagi. Ada apa lagi dengan kakakmu itu?” Wajah Elvano yang kini kusut karena Kiran akhir-akhir ini sibuk mengurus masalah Noah.“Apa lagi kalau bukan soal Pak Edo, El.” Kiran menoleh pada Elvano, dia menatap serius ke tunangannya ini yang sedang sibuk menyetir. “Ternyata dugaan kita benar, El. Pak Edo sengaja mem
Last Updated : 2026-06-21 Read more