Jantung Nandira berdegup cepat. Napasnya tersekat di tenggorokan dengan raut panik dan takut yang tak bisa dia sembunyikan lagi.Di hadapan Nandira saat ini.Pelayan tua yang sudah bekerja lama di rumah ini, berdiri menenteng keranjang belanja dengan tatapan tertuju pada Nandira yang ada di hadapannya.“Nyonya, apa yang terjadi pada Anda? Kenapa wajah Anda lebam begini?” Suara pelayan tua ini begitu panik.Nandira tersentak. Dia langsung mengangkat telunjuk di depan bibirnya agar pelayan ini tak bicara keras.“Bibi, kumohon jangan beritahu Edo. Biarkan aku pergi.” Nandira meratap, matanya kembali basah.Pelayan wanita ini menatap miris. Dia buru-buru menarik tangan Nandira.“Maaf, Nyonya.”Nandira terkejut tangannya ditarik pelayan. “Jangan membawaku kembali ke rumah, Bi.” Nandira memelas.Pelayan tetap berjalan sambil memegang lengan Nandira. “Saya tidak akan membawa Anda kembali ke sana, Nyonya. Tapi, kalau Anda terlihat oleh penjaga Tuan Edo, Anda akan dibawa masuk lagi.”Nandira te
Last Updated : 2026-06-24 Read more