Nindy melipat bibirnya. Meski baru saja berkata jika akan tenang, tetapi faktanya saat melihat wanita yang kini melangkah masuk ke dalam ini, membuat jantungnya berdegup tak terkendali.Nindy memasang senyumnya saat melihat sekilas kilat mata Kamila mengarah padanya, walau wanita ini langsung mengalihkan pandangan ke arah Kiran.Kamila melangkah menghampiri Kiran. Dia memakai gaun mewah bernuansa champagne yang amat anggun–senada dengan Alina, kehadirannya seketika memenuhi ruangan dengan aura dominan yang dingin.Saat berdiri di hadapan Kiran, Kamila langsung memajang senyum lebar di wajahnya. “Kamu sangat cantik sekali,” ucap Kamila dengan penuh kekaguman. “Gaun buatan Mama mertuamu benar-benar cantik dan cocok untukmu,” pujinya lagi.Senyum Kiran melebar, perlahan dia melepas tangan Nindy, lalu membalas, “Terima kasih, Ma. Ini karena aku mempercayakan semuanya ke Mama Alina.”Setelah bicara pada Kiran, tatapan Kamila kembali melirik ke arah Nindy yang berdiri di samping Kiran. Ekspr
Terakhir Diperbarui : 2026-07-29 Baca selengkapnya