"Aku bisa makan sendiri, loh."Aku tersenyum usil. "Yakin? Bukankah aku suap lebih enak rasanya?"Julia mendengus pelan. "Aku bukan anak kecil.""Tapi sekarang kamu pasien. Kamu perempuan yang kucintai setengah mati dan aku sangat khawatir dengan kesehatanmu. Tidak bisa, aku harus menyakinkan ini habis semuanya."Ia akhirnya tersenyum tipis dan pasrah. Senyum kecil itu membuatku merasa sedikit lega."Ya sudah. Aaahhh," ucapnya seraya membuka mulutnya sendiri.Aku segera menyuapnya. "Hati-hati, masih panas."Sesekali ketika ia terlihat kesulitan mengunyah atau berhenti terlalu lama, aku hanya berkata pelan, "Pelan-pelan saja. Nggak usah dipaksa, yang penting ada yang masuk ke perut."Aku ingat bagaimana laporan atas kekerasan yang dia alami. Sudut bibirnya saja robek."Enak 'kan. Cocok kali dimulai dengan sup ayam."Julia mengangguk kecil. "Iya, Bik Sari memang pintar memasak."Aku meraih tangannya yang tidak memegang sendok, lalu menggenggamnya lembut."Aku sudah bilang. Kamu harus p
Terakhir Diperbarui : 2026-07-14 Baca selengkapnya