"Aman, Den. Neng Julia masih tidur, Den. Tadi sempat terbangun sebentar untuk minum obat, lalu tidur lagi.""Mang Ucup uda was-was, takut terjadi apa-apa, sambil berjaga, tidak berani ketiduran, Den. Sekarang kok jadi tak nyaman tinggal di kota ini, Den. Mana Kak Lora kena masalah, Kak Julia juga. Semakin mengadi-ngadi, Den."Aku mengembuskan napas lega. "Syukurlah. Di mana Bik Sari?""Sedang di dapur menghangatkan makanan. Katanya sih mau buat bubur ayam buat Neng Julia."Aku mengangguk pelan lalu melangkah menuju pintu rumah.Namun baru beberapa langkah, terdengar suara pelan dari arah pagar."Bayu..."Aku menoleh.Nara berdiri di depan pagar.Wajahnya masih pucat. Matanya juga masih sembap karena terlalu banyak menangis hari ini. Di kedua tangannya, ia memegang terali pagar dengan penuh harap tanpa berani masuk ke dalam rumah.Aku menghampirinya beberapa langkah. "Ya?"Nara tersenyum tipis, tetapi senyum itu tampak terpaksa."Aku masak kolak." Dia menghapus keringat yang menetes d
Last Updated : 2026-07-15 Read more