Disisi lain, di sebuah kamar yang jauh dari tempat Audrey dan Sienna berkumpul. Tepatnya, di kamar kepala pelayan Novi. Saat ini Novi sedang menyalakan speaker phone. Di layar laptopnya, sosok yang familiar sedang duduk dengan tenang. Akas mendengarkannya dalam diam, semua percakapan Sienna dan Audrey yang ternyata telah di sadap oleh Novi."Presiden, begitulah kira kira rencana mereka. Pasangan ibu dan anak ini sangat jahat, mereka semakin keterlaluan bahkan ingin meracuni tuan besar." Novi berkata dengan marah, ekspresinya berubah menjadi dingin.Namun Akas segera menghentikannya. "Tidak apa apa, biarkan mereka melakukan semua yang mereka mau. Kita hanya perlu menunggu sambil mengumpulkan bukti. Lagipula kamu cukup cerdas hingga berhasil menyadap mereka." Akas tidak segan segan memberikan pujian untuk Novi."Hehe, presiden itu sudah tugas saya. Lagipula dia orang ini juga tidak begitu berpengalaman, mereka cukup mudah diatasi. Markas mereka ini mudah sekali ditemukan, jadi saya memi
Read more