Sinar matahari pagi menembus celah tirai kamar, menyinari ruangan yang sejak semalam dipenuhi keheningan.Clara masih terduduk di atas ranjang.Tatapannya kosong mengarah ke dinding.Semalaman ia hampir tidak memejamkan mata.Perkataan dokter.Sikap Adrian.Semuanya terus berputar di dalam kepalanya.Perlahan ia menoleh ke arah jam digital di atas nakas.08.00."Sudah pagi..."Clara mengusap wajahnya pelan.Ia mengira semua orang masih berada di bawah.Dengan langkah pelan, ia turun dari ranjang dan berniat keluar kamar untuk sarapan.Namun baru saja tangannya menyentuh gagang pintu...Tok... tok..."Permisi, Nyonya."Seorang pelayan mendorong troli makanan masuk ke dalam kamar.Di atasnya tersaji sarapan hangat lengkap dengan teh dan buah potong.Clara tampak bingung."Untukku?"Pelayan itu mengangguk sambil tersenyum sopan."Ya, Nyonya.""Nyonya Clara, Tuan Adrian sudah berangkat ke kantor sejak pagi."Clara terdiam.Pelayan itu melanjutkan,"Dan Nyonya Besar juga sedang pergi kelua
続きを読む