Keesokan harinya Edward bangun sangat pagi. Dia pergi ke pasar membeli usus babi segar, daging tanpa lemak, hati babi, daging asap, daun bawang, ketumbar, dan berbagai bahan lainnya. Lalu dia mulai mencuci, memotong, dan memasak dengan teliti. Begitu Elaine dan Tirza bangun, semangkuk mi sarapan panas mengepul sudah tersedia di meja."Ayah!"Begitu melihat Edward yang baru melepas celemek, Tirza langsung berlari dan memeluknya."Sayang, cepat cuci muka sama Mama, habis itu kita makan mi. Nanti Ayah antar ke sekolah, ya?" Edward menggendong Tirza sambil tertawa."Hore! Mama, aku mau diantar Ayah hari ini!" Tirza berteriak gembira ke arah Elaine."Kamu bangun sepagi ini ke pasar, cuma buat masak mi?" Elaine mengangguk pada Tirza, lalu menatap Edward dengan ekspresi rumit."Aku nggak bisa tidur lagi, jadi sekalian ke pasar belanja dan masak sarapan. Kamu mandi dulu, makan selagi hangat sebelum berangkat kerja," kata Edward dengan senyum sederhana.Kali ini Elaine tidak menolak. Setelah b
Read more