"Ayah, bukankah kita mau naik lift? Kenapa diam saja?"Ye Chen berdiri terpaku, melamun. Tirza mendongak dengan mata berbinar, ekspresi bingung di wajah mungilnya.Suara lembut putrinya menyadarkannya. Ye Chen tersenyum kecut, mengusir pikiran-pikiran itu dari benaknya. Dia mengelus kepala Tirza dan berkata, "Ayah sedang berpikir, jadi sedikit melamun. Ayo, kita naik lift!"Dia menggenggam tangan kecil Tirza dan melangkah menuju lift. Saat itu juga—*Ding!*Pintu lift terbuka. Kali ini Julian yang keluar."Kak Edward, kamu di sini!" Julian langsung tersenyum lebar begitu melihat Edward. "Aku baru selesai kerja dan pergi ke ruang VIP tapi tidak melihatmu. Aku mau meneleponmu tadi.""Halo, Paman!" Sebelum Edward sempat bicara, Tirza mendongak dan menyapa dengan sopan."Oh, Tirza, kamu anak yang baik sekali!" Julian terkejut melihat gadis kecil itu begitu sopan. Dia tertawa dan menepuk kepala Tirza. "Nanti Paman ajak kamu makan besar, ya?""Oke, tapi aku mau pergi sama Ayah!" jawab Tirza
Baca selengkapnya