Pagi itu, Nayla baru saja membuka toko florist miliknya. Beberapa buket bunga sudah berjajar rapi di etalase. Aroma lily memenuhi ruangan. Untuk bunga mawar, sengaja ia letakkan di ruang tersendiri yang full mawar saja, karena suaminya masih alergi. Wanita cantik itu sedang asyik merangkai bunga pesanan pelanggan ketika pintu toko berbunyi pelan.Ting!Nayla mendongak, ia menatap sosok seorang wanita yang tiba-tiba muncul. Awalnya ia pikir jika itu adalah Renata. Namun, seketika ia dibuat terkejut saat melihat siapa yang datang.“Loh, Shella?”“Selamat pagi, Kak Nayla." Wanita itu tersenyum kecil sambil melangkah masuk.“Pagi juga. Masuk dulu, Shell." Shella mengangguk. Hari itu wajahnya tampak sedikit pucat, tetapi senyumnya tetap manis seperti biasa.“Kok sendirian? Kak Sarah nggak ikut?” tanya Nayla, meskipun ia agak canggung.“Iya, Kak. Kak Sarah lagi ada urusan.”“Ya udah, duduk dulu, Shell." Nayla segera menyuruhnya duduk. Shella mengangguk dan segera duduk. Nayla kemudian me
Read more